Perang Lawan Kanker Payudara

0
229

“Ingat, kita punya ‘dokter’, dan dokter dari segala dokter.”

Ilustrasi
Ilustrasi

Teks @ghewakary | @hafidasisi | @innesspw
Foto Courtesy of Sxc.hu

“Anda bisa sembuh dari penyakit ini,” ujar aktris senior Rima Melati. Yang dimaksud bintang film Salah Asuhan [1972] itu adalah sembuh dari penyakit kanker payudara.

Rima pernah menderita kanker payudara stadium 3B (hampir 4), tergolong ganas, 10 tahun lalu.  Namun sekarang ia sembuh total. Mukjizat.  “Kuncinya tidak susah, punya kemauan dan yakin, serta tahu tentang penyakit kanker payudara itu sendiri,”  ujar ia dalam suatu kesempatan kepada Ghiboo.

Rima — kelahiran Tondano, Sulawesi, 74 tahun lalu — berpesan kepada kaum hawa untuk tidak takut kepada kanker payudara. Menurut Rima, penyakit ini dapat disembuhkan bila Anda mengetahui sejak dini dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter ahli.

“Jika kita duluan takut dengan kanker, maka saat itulah kita kalah pada penyakit ini. Ingat, kita punya ‘dokter’, dan dokter dari segala dokter,” ungkap Rima, nama lahirnya Marjolien Tambajong.

Sebagai mantan pengidap kanker payudara, Rima kini gencar mengkampayekan kesadaran akan penyakit mematikan ini. Ia meminta kepada perempuan untuk terus waspada terhadap keberadaan tonjolan ataupun nanah aneh yang tubuh di payudara.

Ilustrasi
Ilustrasi

Apa itu Kanker Payudara?

Kanker payudara, menjadi momok menakutkan bagi kaum hawa. Kanker payudara menduduki peringkat teratas sebagai pembunuh terbanyak perempuan Indonesia, bersaing dengan kanker serviks.

Sebagai lifestyle disease, kanker payudara bisa dicegah. Tapi kenyataannya masih sedikit masyarakat yang aware terhadap pentingnya pemeriksaan payudara secara dini.

Parahnya, masalah seputar organ intim ini masih dianggap tabu. Padahal, ketika seseorang terkena kanker payudara stadium dini, penyakit ini masih bisa disembuhkan.

Bulan Oktober merupakan bulannya kanker payudara. Tingginya angka penderita dan kematian dari kanker payudara inilah yang menyebabkan perlu dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kanker.

Banyak yang berasumsi bahwa kanker payudara hanya menyerang perempuan yang sudah menikah dan perempuan usia lanjut. Faktanya, seorang gadis juga bisa saja terkena kanker. Data di RS Kanker Darmais Jakarta menunjukkan, ada pasien berusia 17 tahun yang sudah menderita kanker payudara.

Kanker payudara dapat terjadi akibat pertumbuhan sel-sel dalam jaringan payudara seperti kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penopang payudara yang berubah menjadi sel kanker. Jika dibiarkan, kanker payudara bahkan dapat mengancam nyawa penderita.

Sebenarnya terdapat beberapa faktor risiko seseorang dapat terkena kanker payudara. Beberapa faktor tersebut antara lain, umur, sejarah penyakit keluarga, genetik, melahirkan di atas umur 30 tahun, kelebihan berat badan, menenggak minuman beralkohol, tidak berolahraga, haid sebelum umur 12 tahun, tidak pernah menyusui, hingga pemakaian pil KB.

“Faktor risiko yang paling sering ditemukan adalah melalui sejarah penyakit keluarga. Maksudnya adalah jika salah satu keluarga memiliki riwayat kanker payudara, keturunannya memiliki peluang lebih besar terkena kanker payudara,” jelas dr. Ronald A. Hukom SpPD, KHOM, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais ditemui di fCone FX, Jakarta. «

SHARE