Ketika Vamps ‘Menggigit’ Jakarta

0
385

 Cabikan gitar K.A.Z. dan suara lengkingan Hyde yang muncul tiba-tiba menjadi kejutan yang manis.

Vamps [Hyde L’Arc~en~Ciel dan K.A.Z Oblivion Dust]: "Kami minum dua!"
Vamps [Hyde L’Arc~en~Ciel dan K.A.Z Oblivion Dust]: “Kami minum dua!”
Teks @innesspw
Foto @HaabibOnta

day 2

[dropcap style=’square’]S[/dropcap]ORE ITU, HUJAN DERAS mengguyur kawasan Jakarta. Udara dingin. Air menggenang di jalanan. Tapi semua tak menghalangi niat fans untuk menyaksikan aksi idolanya.

Duo rocker asal Jepang, Vamps, menjadi sebabnya. Hyde ‘L’Arc~en~Ciel’ dan K.A.Z ‘Oblivion Dust’-lah magnetnya. Padahal, Hyde mengaku cemas dengan hujan yang turun cukup deras itu.

“Hujan bikin saya kuatir. Tapi untungnya kemudian reda. Saya sangat excited dan senang bisa kembali ke sini,” ungkap Hyde mengenai Jakarta, saat round table interview dengan Ghiboo di Hotel Inter Continental Jakarta [2/12].

Tahun lalu, Hyde datang ke Jakarta untuk konser bersama L’Arc~en~Ciel.

“Kalau saya, justru bingung bagaimana tanggapan fans Indonesia. Karena baru pertama kali datang ke Jakarta. Tapi ternyata menyenangkan juga,” timpal K.A.Z. serius.

Ya, Hyde [vokalis] dan K.A.Z [gitaris] membentuk side project yang dinamai Vamps. Bagi mereka, berkolaborasi itu menyenangkan. Ibarat dua pemikiran berbeda yang excited menerima tantangan baru.

“Saya nggak kerepotan mengatur waktu antara L’Arc~en~Ciel dan Vamps. Justru L’Arc~en~Ciel itu lelet banget,” kata Hyde sambil tertawa. Hal senada juga diakui K.A.Z, “Setiap member Oblivion Dust punya aktivitas masing-masing. Sekarang saya justru lebih fokus di Vamps.”

Perhelatan musik Hyper Wave Festival 2013 yang pertama kali diselenggarakan ini sedikit molor dari jadwal. Tapi DJ Kaya bisa mengatasi kegundahan penonton dengan beat-beat ciamiknya. DJ asal Jepang ini didapuk menjadi pembuka Hyper Wave Festival di hari kedua.

Hyde on action
Hyde in action

P.R.I.D.E dan Pee Wee Gaskins ambil alih panggung setelahnya. Hentakan musik keras kian memanaskan Lapangan Parkir Kolam Renang Senayan, Jakarta. Hingga akhirnya, giliran yang paling ditunggu-tunggu untuk segera naik panggung.

“Vamps.. Vamps.. Vamps..!” teriak Bloodsuckers –sapaan fans Vamps– sambil mengacungkan dua jari berbentuk V ke atas. Mereka tampak tak sabar karena sang idola tak jua muncul di panggung.

Setelah menunggu hampir satu jam, panggung mendadak gelap. Lampu sorot berubah menjadi merah. Sejumlah additional player mulai memasuki panggung. Penonton kian teriak histeris sambil mengacungkan dua jari membentuk V.

Cabikan gitar K.A.Z. dan suara lengkingan Hyde yang muncul tiba-tiba menjadi kejutan yang manis. Vamps membalas kesetiaan penonton dengan tiga lagu berirama keras sekaligus, “Life on Mars”, “Devil Side”, dan “Redrum”.

Malam itu, Hyde menjadi daya tarik tersendiri. Menggunakan baju hitam transparan dengan dada terbuka yang menunjukkan tulisan hitam XIII, Hyde tampil super enerjik. Di usianya yang sudah menginjak kepala empat, frontman L’Arc~en~Ciel ini masih bisa bernyanyi dengan vokal stabil dan lengkingan tinggi sambil bermain gitar meski aktif berlari-lari di panggung.

“Selamat malam. Kangen nggak? Gue juga. Laper banget nih. I’m hungry. Mau makan penonton yang paling seru. Di mana ya? Di mana ya? Di mana yaaa Jakarta? Jakartaaaa, let’s rock!” sapa Hyde menggunakan bahasa Indonesia dengan logat Jepang yang kental.

K.A.Z on action!
aksi K.A.Z mencabik gitar

Lagu-lagu dengan beat keras, seperti “Replay”, “The Past”, “Angel Trip”, “Ahead”, “Hunting”, “Vampire Depression”, “Revolution”, “Sweet Dream”, dan “Sex, Blood, and Rock n’ Roll” membuat suasana kian panas. Chant [sorakan teriakan fans untuk idola-red] dari penonton kian menyemarakkan Jumat malam itu.

Vamps juga sempat menyanyikan “Trouble” milik Shampoo. “Lagu ini memang popular di Jepang. Sebenarnya, saya tidak terlalu suka lagu ini. Tapi ketika diarrasemen ulang oleh K.A.Z, malah jadi banyak yang suka. Saya jadi bingung, setiap kami manggung, banyak orang yang ingin kami menyanyikan lagu ini,” ujar Hyde sambil tertawa.

Sudah satu setengah jam Vamps beraksi tanpa henti. “Jakarta, arigato. Thank you Jakarta. See you soon!” tutur Hyde menutup penampilan mereka. Meskipun konser pertama Vamps sukses, Hyde dan K.A.Z punya keinginan lain yang ingin dilakukan di Indonesia.

“Saya ingin lihat daerah lain di Indonesia. Saya juga ingin punya cewek orang Indonesia,” jawab Hyde sambil tertawa malu.

“Kalau saya, karena Indonesia punya banyak laut, kayaknya keren banget kalau bikin beach concert,” ungkap K.A.Z.

__________________________________

They Said
Reza, Tannya, dan Esti adalah penggemar Hyde. Saat Vamps dijadwalkan main di Jakarta, mereka tak tinggal diam. Begitu Ghiboo membuka kuis untuk memenangkan tiket menonton pertujukan mereka di Hyper Wave Festival 2013, ketiganya bersaing ketat dengan para fans lain memperebutkan peluang untuk ketemu idola mereka. Berikut ini kata mereka.

Reza Sumarna, Jakarta, @rein_kinamura

Reza
Reza

Meski diguyur hujan sejak sore, para penggemar Vamps setia menunggu. [Yeah, that’s a fans for :p]. Konser dibuka oleh band lokal P.R.I.D.E and Pee Wee Gaskins yang membuat animo penonton kian terbakar.

“Walaupun sound check Vamps agak lama, suara distorsi gitar K.A.Z dan suara lantang Hyde yang muncul tiba-tiba membuat kami semakin menggila,” kata Reza.

Lagu-lagu andalan seperti “Life on Mars”, “Devil’s Side”, “Samsara”, “Ahead”, “Angel Trip”, “Trouble”, “Love Addict”, “Sweet Dreams”, “Revolution”, “Redrum”, dan “Vampire Depression”, benar-benar langsung memanaskan malam Jakarta yang habis dihuyur hujan. “That’s a great concert!” tutur Reza, yang datang bersama ketiga temannya.

Menurut Reza, Hyde sangat atraktif dengan penonton malam itu. “Apa kabar Jakarta? Selamat malam. Kangen nggak? Gue juga. Acaranya seru nggak?” ujar Reza menirukan Hyde. Ya, saat Hyde di atas panggung, dia menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar meskipun logat Jepangnya masih sangat kental.

“Acaranya keren banget! Konser rock tapi nggak rusuh. Penontonnya nggak hanya cowok saja yang gila-gilaan, tapi yang cewek pun nggak kalah seru. Thanks for rockin’ Jakarta, Vamps! Keep rockin’!”

__________________________________

Tannya Aditya, Jakarta, @nyanst
“Singel mereka seperti “Devil Side”, “Ahead”, dan “Love Addict” sukses membuat gue koor bareng penonton lain,” kata Tannya. “Penonton juga sempat diajak nostalgia dengan cover versi rock lagu “Trouble” oleh Shampoo yang hits pada era ’90-an.”

Tannya dan Esti
Tannya dan Esti

“Seruuu!! Tapi sayang, ada beberapa lagu yang kurang familiar di telinga gue, jadi nggak bisa ikut nyanyi bareng. Overall, aksi panggung mereka bagus banget!” katanya lagi.

__________________________________

Esti Handayani, Jakarta, @estindut
“Acara sempat molor beberapa saat karena turun hujan. Tapi itu tak menyurutkan antusias para Bloodsuckers [Vamps addict],” tutur Esti. Acara hari itu dimulai dengan aksi DJ Kaya dan beat-beat keren untuk menghangatkan suasana. DJ asal Jepang ini pun sesekali menyapa penonton yang hadir menggunakan bahasa Indonesia. P.R.I.D.E dan Pee Wee Gaskins menghibur setelahnya.

Penampilan pertama Vamps di Jakarta diawali lagu “Life on Mars” milik David Bowie. Ada sekitar 12 lagu yang dibawakan Vamps malam itu. Di antaranya singel terbaru “Replay” dan “Ahead”, dan empat lagu untuk penampilan encore.

Penampilan Vamps malam itu benar-benar mengagumkan. Tak hanya suara dan aksi Hyde yang ditunggu, tapi juga aksi gitar solo KAZ yang memukau, serta aksi panggung Ju-ken, Arly, dan Jin [additional player] yang makin melengkapi mereka.

Sebelum aksi Vamps ditutup dengan “Sex, Blood, and Rock n’ Roll”, Hyde mengatakan bahwa dia akan kembali lagi menjumpai penggemar-penggemarnya. “Aaah, can’t wait!” «

1
2
SHARE