Lady Bikers Harley-Davidson Jelajah Mall Jakarta

0
1947

Satu peserta touring bernama Cinta. Ia merupakan lady bikers asal Bandung dan menetap di Yogyakarta. Alasan ia ikut acara ini untuk menambah jarak kilometer. 

lady bikers

[dropcap style=’square’]K[/dropcap]AUM PEREMPUAN di pelataran showroom Harley-Davidson terlihat gagah. Mereka mengenakan jaket dan sepatu boots hitam. Tunggangannya, motor gede Harley-Davidson, satu persatu mulai dipanaskan. Mereka siap touring.

Pagi itu, di pertengahan November, Mabua Harley-Davidson membuktikan bahwa perempuan pun bisa dengan baik mengendarai motor gede yang berasal dari Amerika tersebut.

Youlanda Motoh, General Manager Country Marketing Communication & Club Support Mabua Harley-Davidson, mengatakan kalau acara ini dibuat untuk mengapresiasi para wanita yang memiliki kecintaan dan kemampuan berkendara dengan Harley-Davidson.

Riding ini pesertanya perempuan mulai dari barisan depan sampai belakang,” katanya kepada Ghiboo. “Kalaupun ada beberapa orang laki-laki hanya untuk supporting saat perjalanan.”

Perjalanan lady bikers itu dimulai dari showroom Harley-Davidson di Iskandarsyah, Jakarta Selatan, menuju Mall Kota Kasblanca untuk sarapan. Setelah itu mereka ‘menggeber’ motornya mengarah ke Plaza Senayan untuk melakukan perawatan muka, dan diakhiri dengan makan siang di Gandaria City.

ladybiker2-edt

Menjelajah bersama lady bikers

Satu peserta touring bernama Cinta. Ia asal Bandung dan menetap di Yogyakarta. Alasan ia ikut acara ini untuk menambah jarak kilometer dan berbagi pengalamannya ‘menjinakkan’ Harley-Davidson dengan sesama lady bikers.

Cinta bercerita pertama mengendarai Harley-Davidson sekitar tiga tahun lalu. Tunggangannya tipe StreetGlide tahun 2009. Dan ia kendarai hingga saat ini.

Kecintaannya terhadap sepeda motor sudah berlangsung sejak masih belia. Ia bersama temannya pernah menempuh perjalanan dari Jogja – Bali – Jogja, keliling kota di Sumatera dan Jawa.

“Saya dulu suka ikut balap liar di Bandung, di sekitar lapangan Gasibu atau persis di depan gedung sate waktu zaman SMA [Sekolah Menengah Atas],” katanya.

“Pindah ke Jogja hidup normal layaknya perempuan kebanyakan hingga menjadi pramugari. Setelah pensiun ‘terbang’, balik lagi dan buka usaha di Jogja, kenalan, terus jadi cinta sama moge [motor gede].”

Kisah Cut Zaenab berbeda dengan Cinta. Cut mengaku ini kali pertama ia memberanikan diri untuk riding. “Biasanya jadi boncenger, bahkan sampai ke Amerika Serikat pun lebih memilih duduk di jok belakang,” ujarnya.

Perempuan yang kesehariannya berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini berharap acara City Riding dapat rutin diselenggarakan. Agar kaum perempuan bisa menambah jam terbang mengendarai Harley-Davidson.

Sekadar informasi, beberapa tipe Harley-Davidson yang memang dirancang khusus untuk dikendarai wanita adalah Fourty Eight, Superlow 88, hingga Softail Deluxe.

Teks @boyMALI
Foto @gregbimz

SHARE