Hard Rock Cafe Jakarta is Back!

0
658

Apa jadinya jika sekelompok orang berkostum hitam-hitam berkumpul di pelataran pusat pertokoan?

GO Hard Rock Cafe 1

[dropcap style=’square’]P[/dropcap]ETANG KEMARIN, Kamis [5/12] Pacific Place tampak begitu ramai dengan orang-orang berpakaian hitam. Di sisi timur Mall, ada tirai hitam besar yang menutupi satu pintu. Sebuah karpet merah tergelar menembus ke balik tirai itu.

Tak ada yang sedang berkabung. Justru sebaliknya, sedang ada perayaan. Gelaran atas ‘hidupnya’ kembali Hard Rock Cafe [HRC] Jakarta setelah sempat vakum, karena perpindahan lokasi. Petang kemarin, secara resmi HRC Jakarta kembali dibuka.

Grand opening petang itu, sempat diganggu hujan rintik yang menyapu kawasan SCBD. Tapi itu tidak jadi soal. HRC tetap berpesta, menjamu setiap tamu yang datang.

Para waiters dan waitress tak henti membawa nampan berbentuk gitar yang di atasnya berisi gelas-gelas penuh bir atau red wine untuk undangan. Sedangkan para bartender, asyik meracik minuman yang terbuat dari kelapa dan vodka. Semua melebur dalam kegembiraan. Tapi tetap saja, belum ada yang boleh masuk jika guitar smashing ceremony belum dilakukan.

GO Hard Rock Cafe 4Setelah hujan reda, upacara penghancuran gitar pun dimulai. Di depan pintu masuk HRC, Maulana Indraguna Sutowo [Board of Director MRA], Cucu Ahmad Kurnia [Kepala DISPARBUD], Matthew Putna dan Duncan Craig [perwakilan HRC International], serta Fabian Manzano [gitaris Boyce Avenue], masing-masing menggengam sebuah gitar listrik merek Fender. Gitar-gitar itu kemudian mereka hantamkan ke sebuah batu hingga remuk. Dan seketika, tirai yang dari tadi menghalangi pintu masuk terbuka. We allowed to get in!

“Tradisi smashing guitar ini telah dilakukan sejak tahun 1971 oleh pendiri HRC, Isaac Tigrett dan Peter Morton. Sekarang, setiap pembukaan outlet baru, rasanya tidak sah jika belum melakukan tradisi ini,” terang Bayon C. Alcoseba, GM Hard Rock Cafe Jakarta.

GO Hard Rock Cafe 2Di balik pintu masuk ada sebuah slogan besar yang terpajang di atas dinding. “Love All Serve All”. Begitulah gaya HRC, selalu menjamu semua tamu seperti teman dekat yang main ke rumah. Sementara di sisi lain cafe ada memorabilia milik musisi internasional, seperti gitar milik Angus Young [AC/DC], satu set drum Joey Kramer [Aerosmith], dan kostum panggung Paul Stanley [Kiss]. Decak kagum tergambar jelas dari semua tamu yang hadir malam itu.

Kegembiraan atas peresmian grand opening HRC kian lengkap dengan aksi memukau dari Afgan. Malam itu memang ia di-plot sebagai ‘appetizers‘ –sebelum ‘main course‘ dihidangkan. Di tengah suasana gembira itu, Afgan melantunkan lagu-lagu andalannya, agar penonton ikut sing along bersama dia. Sepintas terdengar musik yang dibawakan agak mellow, tapi tetap saja keriuhan di antara tamu tidak lantas mendayu.

Setelah asyik dihibur oleh Afgan selama setengah jam, sesi kemudian berganti menjadi bagi-bagi hadiah. Kontan para tamu yang hadir langsung merangsek maju ke depan. Malam itu kian lengkap dengan suguhan yang memanjakan lidah dari waiters dan waitress yang seakan tak lelah mewarkan menu andalan HRC kepada para undangan.

Boyce AvenueMalam kian larut. Grand opening HRC Jakarta sampai pada ‘main course‘-nya. Tiga kakak beradik dari Florida muncul di atas panggung dan kian memeriahkan suasana. Mereka Boyce Avenue!

Kontan, kini giliran para wanita langsung merangsek maju ke depan. Ingin melihat Alejandro, Fabia, dan Daniel dari dekat. Ketiganya berhasil membakar seantero ruangan HRC dengan musik akustikan a’la Boyce Avenue.

Afgan
Afgan

Well, selamat atas grand opening Hard Rock Cafe! Keep rawkin’ guys!

————————

Testimoni
Berikut ini adalah sejumlah testimoni yang Ghiboo dapat langsung dari HRC, malam itu:

Afgan Congratulations buat Hard Rock Cafe Jakarta! Jaya selalu!”

Bang Eno Netral“Tempat yang sekarang lebih luas ketimbang di EX! Seru!”

Den Coki Netral“Hmm.. yang sekarang lebih nge-rock! Makanannya enak!”

Om Bagus NetralStage-nya keren, meeen! Tempatnya juga lebih luas. Jadi lebih asyik buat nongkrong.” «

SHARE