Blues ala Electric Cadillac

0
189

“Kita berempat itu dipertemukan oleh blues. Dan ketika mainin musik ini rasanya seperti pulang ke rumah.”

Ki-ka: Arif, Kongko, Meldian dan Dian. Bagaimana gaya mereka?
Ki-ka: Arif, Kongko, Meldian dan Dian. Bagaimana gaya mereka?

Teks @HaabibOnta
Foto Courtesy of FB Electric Cadillac dan Tan Ridwan R

[dropcap style=’square’]K[/dropcap]ETIKA BERBICARA TENTANG MUSIK blues, maka yang terlintas adalah blues a’la Motown, Chicago, atau bahkan Missisipi. Tapi ini, berbeda. Ini Blues cita rasa Jakarta dari Electric Cadillac.

Berlokasi di Upstairs Café, Cikini, Jakarta, Electric Cadillac meluncurkan debut EP [extended play] pertama mereka ke pasaran pada Jum’at malam [6/12]. Setelah dibentuk pada tahun 2008, –dan sempat bongkar pasang personel– akhirnya Electric Cadillac berhasil menelurkan karya pertama mereka.

Seperti biasa, Jakarta kembali diguyur hujan saat lampu kota mulai menyala. Tapi, itu tidak sama sekali merusak kegembiraan. Malam itu, pesta peluncuran dibuka oleh aksi dari Young de Brock, Adrian Adiutomo, lalu Electric Cadillac.

Sebelum pesta dimulai, Ghiboo sempat mengobrol dengan personel Electric Cadillac [EC] tentang EP pertama mereka. “Dari segi lirik kita coba mengarah ke tema-tema yang berbau sosial. Sementara kalau dari segi musik, kita blues,” ujar Konkow, leader EC.

“Kita sendiri mencoba bebas dalam pembuatan lagu-lagunya, asal jujur aja.

Pada EP yang bertajuk Take a Ride, Electric Cadillac dimotori Kongko Bangun Pambudi [gitaris], Arif Wicaksono [Bassis], Meldian Syahputra [Drummer], dan Dian Malindo [Keyboardis].

Ada lima lagu yang yang ditawarkan, “Introduction”, “It’s Gonna Be Okay”, “You Are What You Are”, “Ini Blues Jakarta”, dan “Take A Ride”. Dan kesemuanya memiliki warna yang berbeda, meski masih dalam koridor blues.

take a rideKetertarikan band Kongko cs terhadap isu sosial pun akibat dari rasa ingin menyadarkan penikmat blues terhadap keadaan sekitar yang tidak kunjung membaik. Dan itu mereka tuangkan lewat lagu “Ini Blues Jakarta”.

EC coba menggambarkan bahwa Jakarta adalah kota yang keras, karena kekerasan adalah raja bagi kota ini.

Menurut Kongko, musik EC adalah musik yang mengalir dari hati. Tidak ada pakem yang harus dipatuhi dalam segi bermusik. Itu pun terasa dalam lagu-lagu yang mereka garap.

Pada lagu “Ini Blues Jakarta” ada cita rasa Jimi Hendrix dengan distorsi yang lumayan gahar. Sementara “You Are What You Are” ada sedikit sentuhan warna Rolling Stone, dan “Take A Ride” jauh lebih rock n roll. Lain lagi dengan “It’s Gonna Be Okay” yang mengalun lembut seperti blues era 60-an.

“Ada yang nanya arah music Electric Cadillac itu blues yang mana. Terus gue jawab ‘semuanya’,” kata Kongko. “Karena memang musik adalah bahasa yang universal, maka gue nggak coba mengkotak-kotakkannya. Kita mau main motown, funk, atau Chicago, tapi kita tetap blues.”

“Take A Ride” diproduksi sebanyak 1000 keping dan didistribusikan melalui komunitas-komuntas musik blues di seantero Indonesia. Ini adalah strategi pemasaran yang coba dilakukan oleh EC. Tanpa satupun sponsor atau label tertentu, EC berusaha bergerak secara militan.

“Kita berempat itu dipertemukan oleh blues. Dan Ketika mainin musik ini rasanya seperti pulang ke rumah,” kata Kongko.

Mereka pun bersiap, menuliskan sejarah tentang blues dari Jakarta.

Tracklist:
Introduction [02:00]
You Are What You Are [04:05]
In Blues Jakarta [05:18]
It’s Gonna Be Okay [06:20]
Take A Ride [05:49]
Ini Blues Jakarta [Music Video]

SHARE