Glenn, Trio Lestari, dan Kedewasaan

0
142

Glenn masih sama seperti dulu. Dalam bermusik, ia masih sosok penyanyi yang menyanyikan lagu seputar cinta.

glenn 3

Teks @haabibOnta
Foto @dont_d4

[dropcap style=’square’]D[/dropcap]ENGAN CELANA PENDEK, topi, dan kaus oblong, pria berdarah Ambon itu siaran di studio 87.6 Hard Rock FM Jakarta. Sudah dua minggu, ia dan dua temannya mengudara. Trio Lestari memang mendapat slot khusus untuk menyapa Hardrockers saban Senin malam.

Di sela-sela siaran, saya menghampirinya. Lalu kami pindah dari ruang siaran menuju sofa di lobi Ghiboo. Pria berkulit hitam ini kita kenal dengan nama Glenn Fredly. Ia solis yang berhasil meroket setelah melantunkan tembang “Cukup Sudah” di awal kariernya.

Glenn masih sama seperti dulu. Dalam bermusik, ia masih sosok penyanyi yang menyanyikan lagu seputar cinta. Tapi, tidak lagi tema cinta –dalam arti sempit– yang hanya bercerita tentang sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Glenn kini berbicara “Cinta” dalam lingkup yang lebih luas.

Simaklah lagu barunya “Merdeka”, di liriknya ada kalimat “...Perjuangan adalah cinta bagi jiwa-jiwa yang merdeka...” Ada pesan-pesan cinta dari semesta untuk semua manusia. Ada juga semangat nasionalisme di dalamnya.

Baru-baru ini ia juga menulis sebuah petisi untuk Zulkifli Hasan di internet, dalam upaya penolakan pembabatan Hutan di Kepulauan Aru. Bersama Tompi dan Sandhy Sondoro dalam Trio Lestari, ia pun gencar menyebarkan keresahannya tentang suatu isu yang menggerogoti negeri ini.

Di konser kedua Trio Lestari bertajuk The Musical Concert pada 19 Desember mendatang, ada desas-desus yang berkembang kalau mereka bakal ‘menyentil’ semua penonton yang datang agar tersadar dengan problem yang Indonesia alami. Benarkah? Yuk, tengok hasil obrolan saya dengan Glenn.

Jika dilihat sekarang, ada kedewasaan dalam setiap lirik yang Anda tuliskan. Apa penyebabnya?
Ada pembelajaran, proses beradaptasi, membuka wawasan baru dari kejadian yang gue lihat dan alami. Atau dapat pencerahan dari sekitar atau bahkan dari diri sendiri. Dan itu berpengaruh besar memang.

Gue bersyukur bisa bereksplorasi dalam musik. Apa yang terjadi di dalem diri gue, itu bisa kemudian di ekspresikan lewat lagu. Ada pasang surut, naik turun dalam hidup. Dan gue bersyukur akan hal itu, karena waktu yang kemudian mendewasakan diri gue. Selama masih bernafas, itu akan terus berjalan.

Glenn Fredly 1

Bicara soal upside down, bisa dibilang Anda sedang berada di posisi ‘up’?
Hmm, gue lihatnya sama saja. Gue hanya bersyukur dengan apa yang sudah lewat. Kembali lagi, hal itu penting dalam proses pendewasaan gue.

Mengenai nasionalisme, isu apa yang sedang jadi concern Anda?
Bicara tentang nasionalisme, gue melihat objeknya adalah diri gue. Jika melihat media sekarang, polemik politik, atau naik-turunnya Indonesia saat ini. Yang coba gue bilang lewat lagu “Merdeka” atau album Luka, Cinta, dan Merdeka adalah mulai revolusi dari diri sendiri.

Gue percaya kalau mau mengubah sesuatu ya mulai dari diri sendiri. Saat kita menjadi manusia yang merdeka, otomatis ada tanggungjawab di situ. Agar kemerdekaan kita tidak membatasi kemerdekaan yang lain. Kemerdekaan kita harusnya bisa memerdekakan orang lain. Ini justru sudah ada di atas level nasionalisme.

“Kemerdekaan kita tidak membatasi kemerdekaan yang lain” apakah itu bisa disebut dengan pluralisme?
Ya itu bahasa kerennya. Hehehe. Kita jadi tahu kemerdekaan kita tidak bisa mengganggu kemerdekaan orang lain. Karena dengan begitu juga kita tahu batasan yang dimiliki orang lain.

Ketika konflik Ambon sedang meledak, Anda ada di situ?
Gue besar di Jakarta. Waktu itu, gue pulang ke sana dan memastikan, apakah benar pemberitaan di media. Karena gue dibesarkan dengan budaya Pela Gandong orang Maluku, jadi ingin tahu kenapa bisa begitu. Meyedihkan memang, itu kejadian yang luar biasa. Bisa dibilang catatan hitam buat Indonesia.

Berarti itu menjadi sebuah titik balik buat Anda?
Yes. Bisa dibilang begitu. Itu pun mempengaruhi kematangan berpikir gue juga.

Sandy Sondoro: ha.ha.. Glenn bisa juga ngelucu saat siaran [Courtesy of Facebook Sandhy Sondoro]
Sandy Sondoro: ha.ha.. Glenn bisa juga ngelucu saat siaran [Courtesy of Facebook Sandhy Sondoro]
Bicara soal The Musical Concert Trio Lestari 19 Desember nanti, bakal seperti apa?
Isu yang mau diangkat pas konser besok itu sebenarnya obrolan warung kopi yang dibalut dengan cara yang elegan. Konser besok bakal jadi sesuatu yang memorable. Kami manggung pakai jas dan suit kayak era ’60-an gitu. Kalau Tompi bilang besok itu bakal jadi konser yang “@%$#>*”. Tapi itu cuma kiasan aja sih, hehehe. Jelas konser besok bakal jadi sesuatu yang menggebrak untuk 2014!

Bisa kasih bocoran sedikit lagi?
Oke, kami sendiri yang meramu konsepnya. Terus ada tim yang bantu buat merealisasikannya. Terus nanti kami juga akan bawain lagu masing-masing. Sudah segitu aja, nanti nggak surprise lagi kalau ketauan semuanya, hehehe.

Di luar Trio Lestari biasanya kalian melakukan hal apa?
Kita biasa makan, hang out bareng atau cuma ngobrol biasa aja. Ya, kadang cuma berdua antara gue sama Tompi, atau Sandhy. Kadang mereka berdua, gue ditinggalin :(.

Pernah kepikiran buat bisnis bareng?
Nah, niat ke situ sih memang ada. Tapi itu nanti aja dulu. Fokus ke konser besok yang penting.

Kalau Trio Lestari jadi sebuah kwartet, siapa anggota keempatnya?
“Hmm.. siapa ya? Gue tahu! Gue bakal ngajak Indro Warkop. Kasihan men, dia sekarang sendirian. Pokoknya kalau dia gabung, gue bakal ikutin semua perintah dia. Well, he will be the boss.”

Seandainya bikin head to head rival-nya Trio Lestari, siapa yang Anda akan ajak gabung?
Gue nggak kepikiran kalau sampai ke situ. Nggak mau, nggak mau.” [sambil tiga kali mengetuk meja dan keningnya]. “Tapi kalau misalnya terpaksa, gue bakal ajak Desta. Nah yang satu lagi gue bingung. Bentar-bentar… Roy Suryo!”

Tapi kalau di atas panggung dia lupa lirik, gimana?
Justru di situ serunya, men! Hehehe.

Itu tadi obrolan saya bersama Glenn. Ada kesan serius, tapi juga kejenakaan di saat bersamaan. Tertarik ingin tahu seperti apa konser mereka tanggal 19 Desember nanti? Tonton aja, men!

Also read:
Tiket pesawat murah meriah

SHARE