Film Isyarat, Omnibus Bertema Anak Indigo

0
726

Film omnibus bergenre drama thriller.

Para pemeran film Isyarat, Poppy Sofia, Revalina S. Temat. [foto:Ghiboo/donda]
Para pemeran film Isyarat, Poppy Sovia, Revalina S. Temat. [foto:Ghiboo/donda]
Industri film Indonesia tidak pernah berhenti melahirkan bakat-bakat baru, khususnya di bidang pembuatan film atau filmmakers. Seperti yang dilakukan L.A Indie Movie bersama Rumah Produksi milik Garin Nugroho, Serambi Set, sejak tahun 2006.

Selama perjalanan tujuh tahun tersebut, LA Indie Movie dan Serambi Set, pun telah menghasilkan puluhan ribu sineas muda dan berbakat, yang disebut Lingkar Alumni Indie Movie.

Dan, khusus tahun ini para alumni L.A Indie Movie tersebut resmi memperkenalkan karya film layar lebar perdana mereka, yang diberi judul Isyarat.

Isyarat merupakan film omnibus, bergenre drama thriller yang berisi lima film pendek. Di antaranya Flora, Gadis Indigo, Teman Bayangan, Lost and Found dan Tanda Bahaya.

Kelima film ini dibuat oleh lima sutradara muda, Adhyatmika [Flora], Reza Rahadian [Gadis Indigo], Asmirandah [Teman Bayangan], Monty Tiwa [Lost And Found] dan Donny Alamsyah [Tanda Bahaya].

Adapun tema kelima film ini, bercerita tentang orang-orang yang memiliki kemampuan lebih secara spritual atau biasa disebut indigo.

Menjadi pemeran utama di film Gadis Indigo, Revalina S. Temat, menceritakan pengalamannya berakting diarahkan Reza Rahadian.

“Baru pertama kali disutradarai sama Reza. Kita syuting cuma tiga hari saja. Dan, Reza itu orangnya panikan ya, tapi dia serius banget buat ngejalanin ini,” ujar Revalina di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta. “Aku sih bangga sama dia, dengan proses yang singkat ini banyak banget yang bisa kita dapat.”

Ada hal yang membingungkan saat Ghiboo turut dalam rombongan pewarta yang diundang untuk menyaksikan Gala Premier film Isyarat, di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Selasa [10/12] kemarin. Dari lima film yang disaksikan, hanya film Tanda Bahaya yang tidak ditampilkan secara keseluruhan.

Dion Wiyoko selaku pemain film Tanda Bahaya pun sempat menyampaikan rasa kecewanya, karena film ini hadir hanya sepintas. Namun, ia berharap nantinya akan ada tempat bagi film ini bisa tayang dengan durasi yang lebih panjang.

Gue menghargai Donny di sini. Kita mengerjakan ini [Tanda Bahaya] cukup berat banget. Mungkin kalau keputusannya di film Isyarat ini part Tanda Bahaya cukup kecil, mudah-mudahan nanti bisa lebih besar, karena kita ngerjainnya mantap banget deh,” ujar Dion.

Sedangkan Donny Alamsyah yang biasa dikenal dengan akting laganya, yang kini berposisi sebagai sutradara Tanda Bahaya, mengakui kalau membuat film itu susah.

“Ternyata membuat film itu tidak gampang. Banyak cobaannya dan membutuhkan proses yang panjang,” katanya.

Sinopsis

Meski Tanda Bahaya hanya sebagai pembuka dan hadir sepintas, namun empat film lainnya mampu hadir dengan kualitas baik. Ini artinya para sutradara muda, yang sudah dibekali ilmu oleh L.A Indie Movie dan Serambi Set, mampu membuktikan dan membuat film berkualitas.

Film Isyarat dibuka dengan cuplikan film Tanda Bahaya, yang menampilkan beberapa aksi brutal perkelahian dan kerusuhan dibeberapa tempat. Setelah itu, dengan gaya komik, adegan pun beralih ke film Teman Bayangan, yang dibintangi Asmirandah dan Jonas Rivano.

Film ini menceritakan Dewi [Asmirandah], seorang mahasiswa yang berteman dengan mahluk halus, bernama Fly [Jonas Rivano]. Fly selalu membantu segala kesulitan Dewi, bahkan selalu mewujudkan keinginan Dewi, termasuk saat menyukai seorang pria.

Sayangnya, keinginan Dewi berujung pada perbuatan-perbuatan negatif dan merugikan orang lain. Sadar, perbuatannya salah, Dewi pun meminta Fly pergi.

Usai scene Teman Bayangan berakhir, adegan dilanjutkan dengan suasana kelas yang sedang ujian. Adegan ini mengantarkan penonton pada film “Lost and Found”.

Film ini dibintangi Prisia Nasution sebagai Sisi dan Poppy Sovia sebagai Oki.

Diceritakan seorang mahasiswi yang begajulan dan selalu berprasangka buruk dengan orang lain, bernama Oki, dipertemukan dengan Sisi, seorang janitor kampus yang memiliki kemampuan melihat masa lalu seseorang.

Meski pertemuan keduanya tidak menyenangkan, karena Oki menuduh Sisi mencuri dompetnya, tapi sampai di-ending film, Oki malah banyak dibantu oleh Sisi. Termasuk soal hubungannya dengan mantan kekasihnya, Donald.

Kemudian, film ketiga dan keempat, Gadis Indigo dan Flora dibuat menjadi satu dan saling berhubungan. Diceritakan, Maya (Revalina S. Temat), merupakan gadis penerawang saat melukis wajah orang yang diterawang.

Maya terlibat hubungan asmara dengan pria yang ia lukis, bernama Ganda. Sayangnya, saat di akhir film, Ganda malah ingin membunuh Maya.

Di sisi lain, Flora [Taskia Namiya], menjadi gadis Indigo, yang kurang dicintai kekasihnya Danel [Abimana Aryasatya], karena kelebihannya. Sampai akhirnya ia melihat maut hampir menjemput Danel.

Bagaimana? serukan sinopsis singkatnya? Akan lebih seru bila G-Viewers nonton langsung filmnya. Film Isyat tayang di bioskop sejak 12 Desember 2013. « [teks dan foto @dont_d4]

SHARE