Ahad Pagi, Jakarta Memerah

0
407

Delapan ribu orang meriahkan #BajakJKT

bajak 1
Pasukan Takeshi, majuuuuu!

Ahad pagi, penutup akhir pekan kemarin [15/12]. Pecinta lari bersiap di jalur keluar Pintu Satu Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta untuk mem-#BajakJKT dalam artian sesungguhnya.

Pagi itu, cuaca sejuk. Kami disatukan dalam seragam merah dan visi sama, yaitu mencapai garis finis. Sebagai bagian dari mereka, saya merasakan euforia dari para pecinta lari. Dan semangat itu semakin meninggi saat suara manis Raisa, memimpin kami menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.

Ramai-ramai berhitung mundur dari 10, dipimpin pesepakbola nasional Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman dan Ahmad Bustomi. Ada pula penyanyi Raisa, pebulutangkis Taufik Hidayat, dan petenis Yayuk Basuki dari atas selasar penanda start, yang lalu disusul dengan bunyi ‘duar’ petasan kertas. Perlahan potongan-potongan kertas itu jatuh menyentuh kami, seraya menyemangati lari kami.

Jam tangan milik saya menunjukkan pukul 6.40 saat itu. Sekaligus saatnya saya harus mengaktifkan stop watch dan walkman. Selain lagu-lagu penyemangat yang saya sukai, di sela jeda dari lagu satu ke lagu yang lain, bunyi derap sepatu lari kami juga terdengar jelas, “dap dap dap,” sehingga turut membius kaki saya untuk terus berlari.

bajak jakarta 2
Horeee, ada balon

Setelah melewati putaran Semanggi, titik minuman pertama pada kilometer kedua membuat kami berlari perlahan mendekat ke meja pengambilan air minum. Namun sayang, usai berhasil mengusir dahaga, tidak semua pelari membuang gelas minuman itu ke tempat semestinya. Mungkin karena mengejar waktu terbaiknya, sebagian dari kami membuangnya sembarang.

Inilah kemudian yang menjadi concern salah satu pelari, Harum, yang bekerja sebagi communication specialist di Jakarta mengatakan, bahwa “kurang tempat sampah.”

Memasuki area SCBD, para pelari mendapat sambutan semangat dari tangan-tangan besar yang diatur oleh tangan kecil di dalamnya. Saya dan beberapa pelari lainnya, melakukan high five dengan tangan-tangan tersebut.

Entah surprise atau memang spontanitas, ibu-ibu pengajian turut menyemangati kami ketika melewati Jl. Pattimura. Bahkan beberapa pelari berfoto bersama dengan suporter berhijab itu.

Lebih kurang satu kilometer lagi, banyak pelari mulai menambah kecepatannya, untuk mencapai finis yang berada di lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno [SUGBK]. Ya, tulisan finis itu semakin dekat, dan saya mengikuti gaya pelari sebelumnya setelah melewati garis akhir, mematikan stop watch. Waktu menunjukkan 1 jam 22 menit 11 detik. Yes, ini waktu terbaik saya.

bajak jakarta 7
Yes, gue mendekati garis finis.
bajak jakarta 3
Gaya dulu ah, urusan menang mah belakangan.

Sebagai pelari yang masuk finis kurang dari 2,5 jam, kami diberikan penghargaan berupa kaos keberhasilan berwarna putih yang berbahan Dry Fit.

Selain itu booth-booth di sekeliling SUGBK juga turut membahagiakan kami, foto dalam styrofoam Metro Mini, foto berlatar #BajakJKT dan yang cukup banyak diminati: massage gratis.

Beristirahat sambil mengobrol dengan beberapa teman sambil mengusir lelah, ternyata kami sepakat jika tahun depan ada lagi, kami akan ikut kembali. Namun, kami juga berharap ada peningkatan untuk penyelenggaraan selanjutnya. Seperti curhat teman-teman kami berikut ini:

Yunita, karyawan swasta
[waktu finis 1 jam 40 menit 40 detik]
“Bagus ya cuacanya mendukung. Rutenya lumayan banyak belok-belok jadi nggak bosan melihatnya, jadi nggak berasa juga 10 kilo. Tahu-tahu sudah masuk GBK lagi. Saya rasa so far sudah bagus. Bagi saya race pack dan hadiah finisnya worth it. Beda sama yang lain jika finis diberikan medali tapi ini kaos, jadi menurut saya lebih kepake.”

Sylvia, mahasiswa
[waktu finis 1 jam 37 menit]
“Race tadi seru. Tapi masih ada beberapa jalur yang tidak steril, sempat ada bis yang lewat, dan di sini rame banget jadi agak terhambat masuk ke stadionnya tadi.”

Harum, communication specialist
[waktu finis 1 jam 24 menit]
“Senang bisa finis. Penyelenggaran di hari H aku rasa sih bagus. Namun saat pendaftaran saja sempat rame. Karena lama banget konfirmasinya. Jadi, kita udah bayar tapi konfirmasinya lama, diminta bolak-balik untuk mengirim bukti sampai tiga kali baru bisa.”

Dimas Danang, host The Comment
[waktu finis 1 jam 30 menit]
“Acaranya cape soalnya acaranya lari. Seru sih udah dari semua printilan-printilannya menyenangkan mulai dari kaos, papan KM-nya, tag-tag panitianya, opening-nya, semuanya menyenangkan, bagus.

“Saran: Bikin dong hadiah buat pelari terlambat sama bersusah payah, ha ha ha, ya coba bikin deh, lucu deh nanti kaya kita berdua, ha ha ha.”

Imam Darto, host The Comment
[waktu finis 1 jam 10 menit]
“Wah keren banget man, terima kasih kepada Nike yang telah mendukung segala apparel-nya. Memang gue nggak pernah lari 10 k, dan ini sebuah achievement pribadi.

Tadi gue pas cross finish line, langsung ada enam achievement di aplikasi Nike Plus gue. Ini 5 k tercepat, 10 k tercepat, 1 mil tercepat, terus ini lari gue terpanjang dan lari gue terlama juga. Wuu the best.

Semoga ini menjadi rutinitas. Kalau ada gini-ginian jadi ada motivasi, ada pemicu diri untuk ikutan.”

bajak jakarta 4
Lihat nih, muka-muka ceria pelari #bajakJKT

The Winners:
Kategori umum usia sama dengan dan di atas 25 tahun:

Pria:
Onesmus Muindi – 31 menit 47 detik
Eliud Sugut – 31 menit 50 detik
Sugeng Sutrisno – 36 menit 42 detik

Wanita:
Ann Njihia – 37 menit 17 detik
Unik Setyorini – 40 menit 4 detik
Nengsih Samady – 47 menit 48 detik

Kategori umum usia sama dengan dan di bawah 24 tahun:

Pria:
Atjong Tio – 32 menit 34 detik
Charles Kipsang – 32 menit 50 detik
William C Kolo – 34 menit 11 detik

Wanita:
Aprilia Kartina – 38 menit 42 detik
Novita Andriyani – 39 menit 14 detik
Inez Christanto – 55 menit 21 detik
[teks @bartno dan foto courtesy of Nike Indonesia]

SHARE