Kanker Hati dan Permasalahannya

0
876

Cari tahu penyebab, pencegahan dan pengobatannya.

kanker hatiPenyakit tidak menular tanpa disadari menjadi penyebab kematian tertinggi di tanah air. Kondisi ini berbanding terbalik dengan penyakit menular yang justru secara perlahan mengalami penurunan.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, kanker termasuk salah satu penyakit tidak menular dengan tingkat kematian cukup tinggi. Posisinya berada di bawah penyakit jantung, stroke, dan perinatal [kematian sebelum atau setelah melahirkan].

Salah satu jenis kanker yang mematikan adalah kanker hati. Hati, yang terletak di bawah paru-paru kanan dan di bawah tulang rusuk adalah salah satu organ terbesar di tubuh manusia. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dengan perilaku hidup tak sehat.

Pria cenderung memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan perempuan. Beberapa ahli percaya, masalah ini bukan karena gender, tapi pria cenderung memiliki gaya hidup tidak sehat.

Kenali Penyebabnya

Kanker hati atau Hepotocellullar Carcinoma (HCC) merupakan keganasan pada organ hati. Kanker ini kian marak diderita selama beberapa dekade terakhir, dan sekarang menjadi penyebab utama ketiga kematian akibat kanker di dunia.

Minuman alkohol
Minuman alkohol

Kejadian Carcinoma tertinggi banyak  ditemukan di Asia dan Afrika. Kedua benua ini merupakan daerah dengan prevalensi endemis hepatitis B dan Hepatitis C paling tinggi. Ketika mengidap hepatitis B dan C, penderita bisa mengembangkan penyakit hati kronis, yang kemudian berlanjut menjadi kanker hati jika tidak segera diobati.

Kedua hepatitis ini ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah dan cairan mani atau vagina. Oleh karena itu, aman bagi penderita hepatitis untuk berbagi makanan dengan teman dan keluarga. Namun, berbagi sikat gigi atau alat cukur sebaiknya dihindari.

Melakukan vaksinasi Hepatitis B dan skiring adalah langkah terbaik mencegah HCC. Deteksi dini dan pengobatan bagi penderita yang telah terinfeksi akan mengurangi risiko kanker.

Sebaliknya, tidak ada vaksinisasi untuk Hepatitis C. Namun ada obat-obatan yang efektif untuk mengobati penyakit ini dan telah terbukti mengurangi risiko kanker.

Selain Hepatitis, sirosis [pengerasan] hati juga turut andil memicu munculnya jenis kanker ini. Makanan tinggi lemak dan minuman alkohol digadang-gadang menjadi pemicu sirosis. Kebiasan buruk yang secara continue dilakukan tanpa disadari memendekkan usia Anda.

Dr Salleh Ibrahim, Ahli Bedah dari Asian Centre for Liver Diseases & Transplantation (ACLDT), Gleneagles Hospital Singapore menambahkan, gula darah tinggi dan obesitas turut menaikkan risiko terkena kanker hati.  Beberapa penyebab lainnya termasuk primary biliary cirrhosis atau sclerosing cholangitis primer [peradangan saluran empedu], yang biasanya disebabkan oleh mutasi genetik langka.

“Diet, berolahraga dan berhenti mengkonsumsi alkohol dapat menghambat risiko sirosis hati, dan juga mengurangi risiko kanker,” katanya, menjelaskan.

Makanan rendah lemak, rendah kolesterol dan non-minyak dianjurkan untuk para penderita. Berolahraga setidaknya tiga kali seminggu selama 45 menit juga dianjurkan.

Deteksi Sedini Mungkin

Seperti kanker lainnya, deteksi dini kanker hati secara signifikan amat perlu. Pasalnya, kanker hati pada tahapan awal sering tidak menunjukkan tanda dan gejala khusus.

Ketika tanda dan gejala muncul, biasanya penderita mengalami kehilangan berat badan, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, pembengkakan perut, perubahan warna kuning pada kulit dan bagian putih mata, tinja berwarna pucat putih dan nyeri perut di bagian bawah, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengobatan

Pasien dengan HCC harus dioperasi, di mana bagian yang terinfeksi kanker akan dihapus [hepatektomi] atau seluruh hati diangkat dan diganti dengan hati donor [transplantasi hati].

“Transplantasi hati sering menjadi pengobatan utama bagi penderita kanker hati yang parah, dan yang sebelumnya telah mengalami hepatektomi,” ujar Dr. Salleh.

Meskipun sudah melakukan pembedahan, penderita kanker hati tidak mutlak akan sembuh secara  total. Beberapa terapi dan kemoterapi bisa dilakukan pasca operasi untuk mengobati dan memperlambat sel-sel kanker.« [teks @innesspw]

SHARE