Slank Memang Nggak Ada Matinya

0
705

Konser 30 Tahun Slank Nggak Ada Matinya.

Slank 1Jumat sore, pekan lalu, menjelang konser Slank digelar, langit Jakarta mendung. Tanda-tanda akan terjadi hujan lebat pun sudah bisa diperkirakan. Sempat terlintas ragu dan tanya dalam benak, apakah konser Slank akan tetap berjalan baik? Apakah penontonnya bakal ramai? Mengingat venue konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno [GBK], Senayan, Jakarta, adalah outdoor.

Dan benar saja, tepat pukul 17.00 WIB,  butiran air berjatuhan ke daratan Jakarta, termasuk di tempat pelaksanaan konser Slank.

Ghiboo, media yang turut diundang meliput pergelaran konser Slank, pun ikut menjadi korban derasnya hujan sore itu. Namun, hujan lebat yang memakan waktu cukup lama itu, tidak mengurungkan niat Ghiboo untuk menjadi saksi perayaan 30 tahun Slank dalam bermusik.

Konser bertajuk “Slank Nggak Ada Matinya”, dimulai pada pukul 19.30. Sebagai pembuka, dua band rock tanah air, Painkillers dan Kotak sukses memanaskan suasana, lewat lagu-lagu hits mereka.

Hingga, tepat pukul 20.45, giliran sang punya hajat naik panggung. Seperti dikegiatan manggung Slank biasanya, Abdee, Ridho, Ivanka, Bim-Bim tampil simple dan kasual. Kecuali Kaka yang berdandan lebih rapi mengenakan kemeja putih plus dasi.

Paint Killer di konser Slank 1
The Painkiller
Paint Killer di konser slank 2
Begini nih aksi panggung The Painkiller

Sebelum aksi panggung Slank dimulai, Bunda Iffet memberi nasehat bagi para slankers. Bunda yang selalu mendukung karier Slank ini, menghimbau agar Slankers bisa tertib dan tidak membuat kerusuhan. Setelah itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Roy Suryo naik ke panggung mengajak penonton bernyanyi Indonesia Raya.

Usai hening, Slank langsung menggetarkan panggung lewat lagu pembuka, Tonk Kosong yang mengajak penonton bernyanyi bersama. Kemudian dilanjutkan dengan lagu Mars Slankers, Lo Harus Grak dan Virus.

Setelah menyanyikan empat lagu sekaligus, Slank rehat sambil menyapa penonton. Dalam sapaannya, Kaka yang mewakili empat personel Slank, menyampaikan rasa harunya.

“Ini keringat bercampur air mata. Senang semua Slanker di Indonesia kumpul di sini. Ini tonggak sejarah , Slank bisa main di GBK dengan ribuan Slankers. Slank bisa menyaingi band luar, Metallica, yang sebelumnya konser di sini,” ucap Kaka. Penonton berteriak.

Slank 13 Slank 16 Slank 18

Undang Alumni Slank dan Pejabat

Konser terus berlanjut, dan tembang-tembang hits yang menemani perjalanan musik Slank di industri musik sampai menginjak usia 30 tahun, pun turut dilantunkan, termasuk lagu-lagu lawas.

Demi mengenang masa-masa lagu lawas tersebut, Slank tidak menyanyikannya sendiri. Bim Bim Cs sengaja mengundang pejabat negara dan musisi-musisi yang pernah bergabung di Slank, seperti Reynold, Pay, Bongky dan Indra.

Duet pertama ditampilkan bersama Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan. Permainan keyboard sang menteri, yang memainkan lagu Maafkan, Ku Tak Bisa, Mantra, I Miss U But I Hate You, dan Bidadari Penyelamat sukses mengobati rasa rindu Slankers.

Kolaborasi selanjutnya, Slank tampil bersama Reynold, mantan gitaris Slank [1996]. Duet antara band dan mantan gitarisnya ini juga membawakan lagu lawas dari album keenam Slank, seperti Lagi Sedih, Koepoe Liarkoe dan, Bersama Kita Menangis.

Usai bernostalgia bersama Reynold, Slank melanjutkan penampilan mereka dengan membawakan lagu Lorong Hitam, Kalau Aku Jadi Presiden, dan Mandi Hujan. Dan benar saja, hujan deras pun kembali membasahi GBK.

Slank 12
“Kaka, gue mau dibawa ke mana?”
Slank 11
“Ha..ha..jangan ngelucu terus dong, Ka!”
Slank 10
Arghhhhh, Slank memang nggak ada matinya.

Penonton yang berada di tengah lapangan sempat bertahan, namun kerasnya hujan tak terbendung, dan akhirnya Slankers pun berlarian ke tepi lapangan untuk bertepi.

Di tengah hujan, dan hampir ditinggalkan penonton, tiba-tiba Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi hadir di panggung.

Kepada kaum Slankers, dengan semangat Jokowi menyerukan ajaran ‘enggak sempurna, Slankissme’ sebanyak 13 ikrar.

“Kita harus Kritis. Berjiwa sosial. Penuh Solidaritas. Saling Setia. Selalu Merdeka. Hidup Sederhana. Mencintai Alam. Manusiawi. Berani Untuk Beda. Menjunjung Persahabatan. Punya Angan yang tinggi. Menjadi Diri Sendiri. Membuka Otak dan Hati Kita,” tutur Jokowi.

Entah karena kharisma Jokowi yang dikenal merakyat, penonton yang tadinya memilih berteduh tiba-tiba bersorak dan kembali ke tengah lapangan dan kembali bernyanyi serta berjoget bersama.

Slank 14
Kaka: Sebentar bro, resleting turun nih.

Slank 2

Konser 30 tahun “Slank Nggak Ada Matinya” pun berlanjut dengan kolaborasi lainnya. Lagu Terserah, Gara Gara Kamu, Bang Bang Tut, dimainkan bersama Ian Antono. Lagu Anyer 10 Maret, Kalah, Feodalisme, Birokasi Komplex bersama Pay dan Indra.

Kemudian, Kaka dan Well Willy, mantan vokalis Cikini Stone Complex [cikal bakal Slank] pun bernostalgia dengan bernyanyi bersama di lagu Suit Suit He He.

Dipungujung konser, Slank pun menggelar acara tiup lilin, sebagai tanda ucap syukur telah menginjak usia 30 tahun. Sebagai penutup dan pengantar pulang Slankers, lagu Piss, Terlalu Manis, Pulau Biru, dan Kamu Harus Pulang dinyanyikan.

Slankers pun pulang dengan damai diiringi guyuran hujan. [teks @dont_d4 dan foto @tomi_nala]

personel 2

Kotak di konser slank 2
“Slankers, ayo teriaakkkk!”
Kotak di konser slank 1
Cella: Begini nih cara main gitar yang benar.
SHARE