Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

0
103

Inilah cara menghadapi pembunuh ketiga terbesar setelah stroke dan penyakit jantung.

Sebanyak 7,6 juta jiwa meninggal karena penyakit kanker pada tahun 2008, dan akan terus bertambah menjadi 13,1 juta jiwa pada tahun 2030. Dan, penyebab kematian terbesar adalah kanker leher rahim atau kanker serviks. Kanker jenis ini menduduki peringkat ketiga penyebab kematian setelah stroke dan penyakit jantung.

Tapi, apa sih kanker serviks itu?

orchid 2Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus [HPV] yang menyerang leher rahim dan membutuhkan proses yang panjang antara 3 – 20 tahun untuk menjadi sebuah kanker yang diawali dengan infeksi. Kanker ini sifatnya diam-diam atau tidak ada keluhan sama sekali di stadium awal. Sehingga menyebabkan hampir 80 persen kasus ditemukan sudah dalam stadium lanjut. Virus HPV yang banyak menyerang orang-orang Asia adalah virus tipe 16 & 18.

Pertanda awal kanker serviks ditemukan adanya pendarahan setalah berhubungan intim tanpa disertai rasa sakit, keputihan berulang, berbau, dan tak dapat sembuh dengan pengobatan biasa. Pada stadium lanjut, akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami pembengkakan, nafsu makan berkurang, berat badan tidak stabil, susah buang air kecil, dan mengalami pendarahan spontan. Wah, seram ya?

Oleh karena itu, kita harus melakukan pencegahan dini. Bagi wanita yang belum menikah, pencegahan dini dapat dilakukan dengan vaksin HPV. Vaksin tersebut disarankan diberikan pada remaja putri berumur 9-12 tahun, karena umumnya belum terpapar virus HPV atau belum berhubungan intim. Vaksin HPV berfungsi untuk memicu kekebalan tubuh sehingga dapat terlindung dari HPV.

Namun, sayangnya, vaksin ini masih tergolong mahal. Vaksin HPV ini diberikan dalam satu paket yang terdiri dari tiga kali suntikan. Sekali suntik, biayanya mencapai 600 ribu rupiah. Sedangkan, bagi para ibu muda, pencegahan dini dapat dilakukan dengan melakukan IVA atau Pap Smear.

Sering banget denger kata Pap Smear kan? Pap Smear adalah pemeriksaan dengan mengambil contoh sel-sel leher rahim, kemudian dianalisa untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks. Sedangkan, IVA adalah prosedur untuk mengetahui kelainan pada epitel serviks [sel yang melapisi leher rahim] dengan menggunakan asam asetat 3 persen. Tes IVA ini yang saat ini sedang dikampanyekan para dokter di Inodonesia karena tesnya cukup murah, sederhana, dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan untuk mendeteksi dini pra kanker serviks.

Jadi, kalau tidak ingin tertular penyakit kanker leher rahim ini, dari sekarang mulailah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan?

Dan menyambut Hari Ibu, Ghiboo akan memberikan voucher Pap Smear GRATIS kepada 15 pemenang. Silakan ikutan quiz ini. « [teks @ratihwinanti – foto sxc.hu]

SHARE