Reborn

0
95

Apa rasanya terlahir kembali?

seed
courtesy of sxc.hu

Setiap kita, minimal, pernah sekali ‘dilahirkan’ ke bumi. Sengaja saya beri tanda kutip tunggal, agar setiap kita punya kebebasan buat menerjemahkan kata itu.

Lahir, diartikan sebagai keluarnya jabang bayi dari kandungan. Juga berarti muncul ke dunia. Atau bisa juga sesuatu yang berhubungan dengan segala hal yang tampak kasat mata. Dan tentu saja, Anda boleh menambah panjang makna kata tersebut, disesuaikan dengan konteks yang sedang ada dalam benak.

Beberapa agama meyakini kelahiran kembali sebagai sebuah proses dalam siklus kehidupan. Bahwa semua yang ada, awalnya dari sebuah ketiadaan, lalu menjadi ada, dan nantinya bakal menjadi tiada lagi. Terus menerus begitu. Dan setiap periode, punya pengalaman empirisnya sendiri.

Tidak, tentu saja saya tak hendak memaksa Anda untuk meyakininya. Saya lebih tertarik mengajak Anda untuk bersama menyelami kelahiran, sebagai sebuah pengalaman yang senantiasa bisa diaktualkan. Mengulang sesuatu yang kerap diidentikkan dengan angka nol. Yak, persis seperti yang selalu dingiang-ngiangkan petugas pom bensin, saat hendak mengisi bahan bakar kendaraan Anda.

Tapi, apa istimewanya mulai dari nol? Dan apakah kita benar-benar bisa memulai dari angka paling dasar itu? Bukankah segala sesuatu yang mulai lagi dari awal, senantiasa mensyaratkan kesabaran yang luar biasa, karena harus mengulang semuanya sekali lagi? Puaskah kita dengan iming-iming bahwa kesalahan-kesalahan masa lalu bisa diperbaiki, andai kita kembali ke titik awal? Dan sanggupkah kita, memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah baru untuk menggapai tujuan yang lebih tinggi lagi?

Rasanya saya harus menghentikan pertanyaan-pertanyaan itu. Rasanya saya harus kembali ke masa awal kelahiran saya. Di mana tanya –boleh jadi– bukan persoalan pertama yang mesti saya selesaikan. Ya, saya mesti menjalani semua, dengan penuh keyakinan. Bahwa momen kelahiran kembali ini, adalah sebuah kemutlakan yang harus dilakoni. Ya, saya mengajak kita semua buat menghikmati kelahiran, dan menjalaninya dengan penuh keyakinan.

Selamat Natal dan Tahun Baru 2014.

Salaam,

@hagihagoromo

SHARE