Eco Bike, Terobosan Penghemat Bahan Bakar

0
266

Mau irit bahan bakar? Ini solusinya.

Honda PCX
Honda PCX

Mungkin kita masih ingat, akhir Oktober 2013 lalu pemerintah secara sah mengizinkan hadirnya Low Cost Green Car yang dicanangkan sebagai mobil yang hemat bahan bakar serta ramah lingkungan.

Tak hanya itu saja, LCGC –sapaan akrabnya– juga diharapkan sebagai pengganti kendaraan bermotor roda dua yang kini bak ‘laron’ bersliweran di setiap sudut kota, mulai dari jalan raya hingga gang sempit.

Namun kenyataannya, daya pikat roda dua yang praktis, simpel, dan ekonomis tetap menjadi primadona dikalangan konsumen Indonesia. Selain itu tampilan modis dan fitur-fitur canggih pun mulai ditanamkan para insinyur pabrikan kendaraan guna memudahkan konsumen.

Salah satunya adalah fitur penghembat bahan bakar yang diklaim mampu membuat ‘kuda besi’ ini dapat berlari kencang namun hanya butuh sedikit pasokan bahan bakar.

Ghiboo mencatat dua pabrikan besar asal Jepang, yakni Honda dan Kawasaki yang secara khusus menyediakan fitur ekonomis ini. Honda mengandalkan Idling Stop System [ISS], sementara Kawasaki menyebutnya sebagai ECO.

Kawasaki Ninja 250r
Kawasaki Ninja 250r

Sesuai dengan namanya yang menggunakan kata ‘stop’, ISS membuat mesin motor otomatis mati jika dalam hitungan menit tidak ada reaksi –tidak memutar grip gas– yang diberikan. Namun tak perlu kuatir, untuk menyalakan mesin motor cukup putar grip gas secara perlahan maka semua akan berfungsi normal dan siap digunakan.

ISS yang sudah ditanam pada motor Honda PCX dan Honda Vario Techno 125 F1 diyakini para insinyur Honda untuk menghemat ‘bensin’ motor terlebih saat Anda berada dalam kondisi berhenti di lampu setopan. Karena saat mesin mati, maka tidak ada asupan bahan bakar ke dalam ruang bakar mesin.

Walaupun memiliki fungsi yang relatif sama, namun fitur ECO yang dimiliki Kawazaki ER-6 dan Kawazaki Ninja 250 ini sedikit berbeda karakternya dengan sistem ISS pada Honda. ECO ini menyesuaikan dengan karakter motor besar.

Pengguna motor gede ER-6 dan Ninja 250 dituntut menunggangi kuda besi bermesin besar ini dengan smooth untuk mendapat fitur penghemat ini. Jika mengendarai sesuai dengan petunjuk dan arahan klaim motor sport irit akan dirasakan konsumen.

Lampu hijau indikator ECO akan menyala sebagai tanda bahwa bikers mengendarai motornya dengan cara yang tepat, memindahkan gigi dengan tepat, dan berakselarasi tidak melebihi batas maksimal.

Namun perlu diingat kembali bahwa kedua pabrikan besar ini menyediakan fasilitas dan teknologi modern bukan hanya membatasi penggunaan bahan bakar tetapi juga sebagai selling point bagi konsumen. « [teks @boyMALI – foto berbaagai sumber]

SHARE