Start Me Up

0
826

Tahun baru, babak baru, harapan-harapan baru. Semangat juga harus baru. Lalu, apa saja yang akan Anda perbuat di lembaran baru ini?

 

Selamat datang di 2014. Tahun saat resolusi dan janji-janji di dalam hati pada waktu-waktu sebelumnya, dilunasi. Momen saat semua cita-cita diwujudkan.

startTetapi sebagian dari kita, sama-sama tahu, bahwa harapan-harapan itu tak semua mudah direalisasikan. Sebagian dari kita mengerti, bahwa kondisi-kondisi kita saat ini tak memungkinkan kita menggapai semua itu. So, bagaimana caranya agar kita tak berakhir dengan janji palsu dan harapan semu?

Hambatan pertama diri kita, tentu saja adalah diri sendiri. Bahkan, boleh jadi, musuh terbesar kita pun adalah diri sendiri. Sejarah dan masa lalu membuktikan itu. Rekam jejak di era yang telah lampau, kerap menjadi batu sandungan bagi kita, untuk melangkah dan melompat lebih tinggi. Kita tak mungkin lepas dari bagian diri kita itu. Melupakannya juga tak semudah membalikkan telapak tangan. How? How?

Menerima, sepertinya adalah satu-satunya cara.

Oh ya? Lalu apakah dengan menerima periode-periode kelam di masa lalu akan langsung membuat kita bisa melesat maju?

Jawabannya tentu saja tidak. Tetapi, sedikitnya, simpul-simpul yang menambat kita di kegagalan masa lalu sudah diurai. Kita belajar dari kesalahan, untuk kemudian tak mengulanginya lagi di masa depan. Semua kita tentu tak ingin jadi keledai yang sering disebut-sebut acap terperosok di lubang yang sama beberapa kali.

Oke. Masa lalu sudah kita terima. Lalu apa?

Ya, kini saatnya memulai lagi semuanya.

Dari nol?

Tentu saja tidak. Kita sudah punya bekal untuk perbaikan diri. Dan yeah, sepertinya, itu yang harus pertama kita lakukan, setelah kita terbebas dari jerat masa lalu.

Baiklah kalau begitu. Selamat memperbaiki diri.

 

Let’s energize our character and style,

 

@hagihagoromo

image dari sini

SHARE