47 Ronin: Bukan Epik Keanu Reeves

0
510

Samurai tak bertuan, dan kembalinya Keanu Reeves.

47-Ronin 4

Di Jepang, ada cerita rakyat mengenai 47 Ronin [Samurai tak bertuan] yang melegenda saat jaman Edo. Para samurai itu berjuang membalas dendam, atas kematian Daimyo [tuan]-nya. Beratus tahun kemudian, dalam beragam kesempatan, kisah mereka terus disajikan lewat teater, layar kaca, dan layar lebar. Mereka diceritakan dari generasi ke generasi; tentang kehebatannya; tentang kejujuran; dan tentang harga diri seorang samurai.

Tanggal 25 Desember lalu, Carl Rinsh, seorang produser muda, merilis film pertamanya di tanah Hollywood. Ia angkat legenda Jepang itu dengan judul yang sama, 47 Ronin, ke layar lebar. Cerita tentang Ronin ini sebelumnya sudah pernah diangkat dua kali di negara asal, Genroku Chusingura [The 47 Ronin] [1941] dan Chushingura [1962]. Hanya saja, Rinsch menambahkan satu tokoh di filmnya yang tak dimiliki kedua film pendahulunya, Kai, yang diperankan Keanu Reeves.

Cerita bermula ketika Daimyo Asano, pemimpin Desa Ako, yang sedang berburu di hutan tengu [setan] menemukan seorang bocah dengan sayatan luka di kepala. Bocah itu, Kai, seorang ‘darah campuran’ [keturunan antara wanita Jepang dengan pelaut Inggris]. Oishi [Hiroyuki Sanada], samurai kepercayaan Asano, berusaha membunuh Kai dalam keadaan pingsan. Tapi Asano segera mencegahnya, karena ia melihat sesuatu yang berbeda pada diri Kai.

Desa Ako yang dipimpin Daimyo Asano, terbilang subur, berlimpah hasil pertanian, dan indah. Melihat itu, Daimyo Kira, pemimpin desa Sakai, iri dan ingin merebutnya. Dibantu seorang penyihir [Rinko Kikuchi], Kira berhasil menghipnotis Asano. Pemimpin Ako itu hilang kendali lalu berusaha membunuh Kira yang sedang terlelap.

Melihat kejadian itu, Shogun Tokugawa [Hiroyuki Tagawa], pemimpin jaman Edo, tak dapat memberi ampun atas tindakan Asano. Namun, ia juga tak tega jika melihat Asano harus mati di tiang gantungan. Maka, ayah dari Putri Mika [Ko Shibasaki], diberi pilihan untuk melakukan bushido [bunuh diri ala samurai]. Asano kemudian tewas dengan menancapkan pedang sepanjang 30 cm ke ulu hatinya.

adegan 47 ronin

Untuk sementara waktu, Desa Ako diserahkan kepada Kira. Shogun Tokugawa membebas tugaskan 47 Samurai kepercayaannya Asano. Mereka dilarang membalas dendam ke Kira, atau berdiam di dalam desa. Jika tidak menurut, maka mereka akan berakhir di tiang gantungan.

Oishi paham tuannya tidak mungkin berusaha membunuh Kira secara sengaja. Bersama samurai lainnya, ia merencanakan balas dendam kepada pembunuh Asano. Namun, Oishi paham kalau para Ronin saja tidak cukup. Maka, ia mendatangi anak yatim yang ditempa oleh para setan hutan kematian, Kai. Apakah Kai mau membantu mereka setelah ia disiksa, dipukuli, dan dipinggirkan oleh penduduk Desa Ako?

47 Ronin termasuk kategori film petualangan fiksi. Ada singa raksasa berkepala naga, penyihir, ular raksasa, dan tengu. Efek visual yang menakjubkan ditambah sound effect dan scoring sepanjang film turut mendukung alur cerita sepanjang film. Namun, itu hanyalah faktor X. Hal terpenting dari sebuah film tetaplah cerita.

Mengambil latar abad ke-18, film ini terbilang tidak relevan dengan budaya saat itu jika ingin mengangkat legenda Jepang ke ranah dunia. Carl Rinsh pun menuai cercaan pedas dari para kritikus. Baju jirah yang dikenakan para Samurai di film ini terbilang jauh lebih maju. Mereka telah memanfaatkan sepatu sol karet, hingga potongan rambut yang tidak sesuai.

adegan 47 ronin 2

Rinsh menekankan pada usaha balas dendam para Ronin kepada Kira. Ia tidak mengeksplor drama antara Oishi denggan Asano; romantisme antara Mika dengan Kai; atau patriotisme seorang Samurai. Kegagahan para Samurai tak tampak, sembunyi dalam baju jirahnya yang modern. Arah cerita juga serba nanggung. Penyebab Kira ingin merebut Ako, tidak dijabarkan secara mendetail. Dan, kehebatan Kai sama sekali tidak terlihat di sini. Ia malah terlihat seperti seorang sidekick di samping superhero. Celakanya, Rinsh mulai dibandingkan dengan film besutan Edward Zwick, The Last Samurai, yang dibintangi Tom Cruise. Sebagian orang banyak berharap 47 Ronin akan menjadi epik bagi kembalinya Keanu.

Bagaimana pun, Rinsh tetap berhasil menunjukkan jalan hidup seorang Samurai. Kehormatan bushido ia gambarkan secara elegan. Ada kegetiran dan bangga saat para Samurai itu melakukannya. Hanya jasadnya mereka saja yang mati. Sementara keberanian, keteguhan, dan kehormatan seorang Samurai tetap hidup hingga sekarang. « [teks @HaabibOnta – foto ist]

Detail film:
Sutradara Carl Erik Rinsch
Genre Action, Adventure dan Fantasy
Durasi 119 menit
Penulis Naskah Chris MOrgan dan Hossein Amini
Pemain Keanu Reeves, Hiroyuki Sanada, Tadanobu Asano, Rinko Kikuchi, Kou Shibasaki, Jin Akanishi, Min Tanaka

Also read:
The most iconic hairstyles
Gambar paling nge-hits di 2013
Ringgo Agus Rahman: “gue nggak makan ikan. Takut!
Mereka pahlawan bagi kami

SHARE