Seks Berkualitas, Anyone?

0
552

Sudah berkualitaskah hubungan seksual Anda?

Ilustrasi seksYa, hubungan seksual merupakan hal yang penting dalam menjaga keharmonisan rumahtangga.

Namun sayangnya, seringkali hubungan seksual hanya jadi sekadar kebutuhan dan kewajiban semata tanpa memikirkan kualitas hubungan seksual tersebut.

Psikolog seks Zoya Amirin, M.Psi berbagi mengenai hubungan seksual yang berkualitas. Kualitas hubungan seks ditentukan oleh beberapa faktor yang dilakukan dari awal hingga pasca melakukan hubungan seksual.

Berikut beberapa faktor yang dipaparkan Zoya beberapa waktu lalu:

1. Kepuasan bersama
Hal ini sangat perlu, kepuasan bersama merupakan salah satu indikator pencapaian hubungan seksual berkualitas. Untuk mencapai kepuasaan bersama diperlukan komunikasi yang cukup baik.

“Hubungan seksual yang enak dan berkualitas harus memuaskan keduanya. Berkomunikasi untuk mengetahui apa yang dapat memuaskan keduanya penting,”  ujar Zoya.

2. Mood
Mood atau suasana hati dapat mempengaruhi kualitas hubungan seksual. Perasaan nyaman akan dapat tercipta jika suasana hati pasangan dalam keadaan baik, sehingga seks berkualitas pun tercapai.

Mood itu penting, mengingat penyebab stres di zaman sekarang sangat banyak. Nggak mungkin kita mengajak pasangan yang sedang nggak mood untuk bercinta. Oleh karena itu perlu membangkitkan mood yang baik untuk mendapatkan seks berkualitas,” kata Zoya menjelaskan.

Membangkitkan mood yang baik sebenarnya cukup mudah. Menciptakan suasana nyaman dengan melakukan aktivitas bersama seperti menonton DVD atau berbincang sambil menikmati secangkir teh dapat membangkitkan mood pasangan agar bergairah.

3. Konsentrasi
“Konsentrasi dalam melakukan hubungan seksual sangatlah penting. Salah satu contoh seperti yang sering dialami pria, nggak konsen sedikit, ejakulasi terlalu dini dapat terjadi. Tentu hal ini tidak diinginkan semua pasangan,” kata Zoya.

Stres dan kelelahan adalah salah satu penyebab kurangnya konsentrasi. Hal ini dapat diatasi dengan kembali menciptakan suasana nyaman atau mengonsumsi panganan yang mengandung anti-oksidan yang mampu meningkatkan aliran darah ke otak untuk meningkatkan konsentrasi. Salah satunya dengan menyesap kopi atau mengudap cokelat.

4. Take and Give
Anda mungkin berpendapat sering kali hubungan seksual yang baik haruslah bergantung pada bentuk tubuh pasangan. Padahal hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Menurut Zoya, banyak orang bahkan pada kaum pria yang mengaku hubungan seksual yang berkualitas itu disebabkan karena ia mencintai pasangannya. Melalui hal ini terlihat perasaan mencintai dan dicintai merupakan faktor yang menentukan baik tidaknya hubungan seksual.

5. Pillow Talk
Faktor yang satu ini mungkin jarang disadari pasangan. Pillow talk atau afterplay merupakan cara mengakhiri hubungan seksual guna mencapai hubungan seksual yang berkualitas.

“Penting melakukan afterplay setelah melakukan hubungan seksual. Sering kali pasangan nggak sadar akan hal ini. Jangan langsung tidur atau melakukan aktivitas sendiri-sendiri setelah bercinta. Coba mengobrol atau berpelukan setelah bercinta, hal ini akan memberikan kesan atau perasaan intim yang nyaman,” jelas Zoya. « [teks @hafidasisi – courtesy of phombo.com]

Also read:
Gambar paling nge-hits di 2013
Film bokef buatan Joko Anwar
Ibu, gimana kabarmu?

SHARE