Tontonan Anak Sebenarnya

0
364

Film omnibus anak berjudul Princess, Bajak Laut & Alien.

Princess, Bajak Laut & Alien
Princess, Bajak Laut & Alien

Troy [Bima Azriel] berulang tahun ke-9. Orangtuanya membuatkan pesta ulang tahun spesial untuk Troy. Sebenarnya ia tidak suka ulang tahunnya dirayakan.

Ia tidak suka berada di keramaian dan menjadi pusat perhatian. Terlebih lagi Troy sadar jika ia selalu dianggap anak aneh oleh teman-temannya.

Sampai Gwen [Lauren Zetira Damarwulan] hadir dalam kehidupan Troy. Ia membuka mata Troy, bahwa dirinya tidak aneh dan juga tidak berbeda.

Ia sama dengan anak-anak lainnya, hanya saja ia harus belajar sedikit lebih santai, tidak terlalu serius, dan tidak menutup diri dari dunia luar.

Sinopsis di atas merupakan cerita dari film omnibus bertema anak berjudul Princess, Bajak Laut & Alien, diarahkan Upi Avianto. Dan tittle itu juga dipilih dijadikan nama filmnya.

Princess, Bajak Laut & Alien
Princess, Bajak Laut & Alien

“Itu judul yang sangat unik,” kata Alfani Wiryawan, salah satu sutradara film tersebut, mengenai alasan pemilihan judul film Upi. “Kami berharap, judul yang unik penonton tertarik.”

Di film omnibus tersebut, Alfani mengarahkan cerita Babeh Oh Babeh. Dua cerita lainnya: Kamu Bully, Aku B-Boy buatan Rizal Mantovani dan Misteri Rumah Nenek disutradarai Eko Kristianto.

Proyek film ini bukan suatu proyek kebetulan atas dasar komersil, melainkan didasari sebagai ajang reuni di antara empat sutradara. Perlu diketahui, 20 tahun silam mereka berempat pernah bekerja dalam sebuah rumah produksi ternama, dan kini berusaha menyatukan visi demi menggarap omnibus anak ini.

Bagaimana tantangan dan pengalaman Rizal dan Eko menggarap film omnibus anak?

Diakui Rizal, saat ia harus membangun emosi pemain dengan durasi yang singkat, menjadi tantangan tersendiri baginya. “Membangun emosi itu lebih susah di film pendek,” ujarnya.

“Sementara di film panjang, kita lebih mudah untuk membangun sebuah karakter. Nah, apakah penonton akan care dengan karakter di film pendek, itu tantangan buat kami,” kata Rizal menambahkan.

Lain lagi dengan Eko Kristianto. Berkat pengalamannya menyutradarai film Rectoverso, Eko mengaku sudah memiliki strategi khusus menggarap film omnibus. “Dari film omnibus sebelumnya saya banyak belajar bahwa saya harus memaksimalkan cerita tanpa harus memakai banyak lokasi. Konflik serta cerita itu yang menurut saya penting dan diperbanyak,” tutur Eko.

Princess, Bajak Laut & Alien adalah film omnibus anak pertama di Indonesia. Apa komentar Reny A. Daniel selaku Executive Produser Princess, Bajak Laut & Alien?

“Bangga, pasti ya. Apalagi bisa berkerjasama dengan empat orang yang sudah lalu lalang di industri pembuatan film atau video musik. Apalagi keempat orang ini sudah berteman lama, 20 tahun. Jadi kekeluargaannya lebih terasa,” ujar Reny kepada Ghiboo saat mengunjungi kantor Ghiboo di Sarinah, Kamis pekan ini.

Anak-anak menjadi target pasar, sudah pasti ada pesan yang ingin disampaikan dan diajarkan bagi anak-anak Indonesia melalui film ini. 

Reny pun menjelaskan: “Anak itu bisa nerima pesannya melalui visual, jadi kita mencoba untuk membuat film. Pesannya, selain anak-anak bisa mendapat hiburan, mereka juga bisa mendapat something.

“Seperti setiap anak tidak usah takut ke toilet sendrian malam-malam, bisa respect terhadap ayahnya, apapun pekerjaan ayah mereka, dan tidak boleh memandang aneh kepada teman-teman mereka yang ‘beda’.” 

Film ini mulai tayang Kamis, 9 Januari 2014 di bioskop Indonesia.

Berikut tiga sinposis lainnya:
Misteri Rumah Nenek: Liburan kali ini agak sedikit berbeda untuk Iqbal [Risjad Aden] dan Salsa [Kayla Kristianto]. Mereka menghabiskan waktu liburan di rumah sang nenek [Ade Irawan] di desa.

Rumah Nenek terlihat sangat besar, dengan halaman luas dan ada hutan di belakang rumah. Iqbal dan Salsa sempat heran karena tidak melihat foto pernikahan ayah-ibu mereka di dinding ruangan nenek. Nenek sempat terperangah ketika Salsa menanyakan hal itu.

Pada suatu hari, sang nenek pamit ke pasar untuk membelikan susu dan selai roti kesukaan Salsa dan Iqbal. Hujan deras, dan hari sudah gelap. Nenek ternyata terjebak di tengah jalan karena mobil mereka mogok.

Di rumah, Kang Dana [Ringgo Agus Rahman] supir nenek datang membantu, namun tiba-tiba pingsan karena terkena sengatan listrik. Lampu di rumah pun mati semua! Dalam kepanikan, mereka berdua melihat ada sosok bayangan putih yang berkelebat di dalam rumah nenek dan mengejar-ngejar mereka. Kakak beradik itu mengalami petualangan di sepanjang malam, dengan tingkah laku mereka yang lucu.

Misteri Rumah Nenek
Misteri Rumah Nenek

Babeh Oh Babeh: Cerita tentang anak, bernama Jupri [Reza Super 7] yang diasuh oleh bapaknya, Rojali [Tora Sudiro]. Sang ayah berprofesi sebagai penyanyi dangdut kampung, sekaligus single father mengurus Jupri sendirian.

Jupri malu dengan profesi sang bapak, sehingga membuat karangan dan berbohong tentang bapaknya, karena semua teman-temannya memiliki bapak yang profesinya “normal”, seorang pegawai negeri, hidupnya teratur. Atau kalau hari Minggu sekeluarga sering pergi jalan-jalan. Jadi Jupri suka membandingkan bapaknya dengan bapak dari para temannya. Sementara untuk si Jupri, kehidupannya terbalik! Justru dia yg lebih banyak mengurusi dan memerhatikan bapaknya.

Babe Oh Babe
Babe Oh Babe

Kamu Bully, Aku B-Boy: Bercerita tentang Mikal, seorang anak kecil berumur 6 tahun yang duduk di kelas 1 SD. Ia adalah anak kecil yang tidak ber-ayah. Ia tinggal bersama ibunya yang sehari-harinya membuka usaha menjahit dengan beberapa orang karyawan. Mikal gemar sekali dengan musik hip-hop. Di kamarnya poster-poster hip-hop era 80-an peninggalan almarhum ayahnya menghiasi kamarmya.«

Kamu Bully Aku B-Boy
Kamu Bully Aku B-Boy
SHARE