Artphoria is Exciting

0
194

Ada 11 karya Kurt Wenner yang dipamerkan.

Kurt beraksi di Artphoria 2013
Kurt beraksi di Artphoria 2013

Pemandangan yang menarik terjadi di lantai 11 Lotte Mall, Kuningan. Bayangkan, saja ada sebuah naga terperangkap di lantainya. Lalu, sebuah lemari besi yang dijebol. Dan, permadani yang terbang di atas kota dalam lantai. Tentu hal ini mungkin, jika sudah menjadi keinginan Kurt Wenner.

Kurt Wenner adalah seniman jebolan National Aeronautics and Space Administration [NASA]. Lewat tangan dinginnya ia berhasil merealisasikan karya 3 dimensi yang sulit dibentuk lewat seni murni. Berkat itu ia kini dikenal sebagai 3D Pavement Art atau Anamorphic Street Painting. Dengan memanfaatkan ilusi optikal, lukisan yang dibuat oleh Kurt dapat timbul. [Profil Kurt Wenner di tautan ini]

Biasanya Kurt melukis pada media di ruang publik seperti aspal, tembok, ataupun jembatan. Tapi itu tidak ia lakukan di Jakarta di acara Artphoria. Ia pun cenderung tidak ingin dianggap sebagai seniman grafiti. Menurutnya ada perbedaan yang mencolok antara keduanya. Itu perihal izin dan bayaran, tentunya.

Selain Kurt ada juga beberapa seniman lain yang ikut memamerkan karyanya di Artphoria dengan tema “Art is Now Exciting”, yakni Hendra ‘Hehe’ Harsono, Rotua Magdalena, Diela Maharani, Zaky Arifin, dan Nady Azhry. Ada pula komunitas seperti Kelas Pagi, Serrum dan Pena Hitam yang ikut berpartisipasi.

Lukisan karya Kurt Wenner
Lukisan karya Kurt Wenner

“Kalau kami sih senang dengan adanya pameran seperti ini. Jadi, kami bisa belajar dengan melihat karyanya [Kurt Wenner] langsung,” ujar Sigit, Ketua Serrum, di suatu sore kepada Ghiboo.

“Kami baru bikin street painting 3D dan itu jadinya panjang banget. Nah, kami baru tahu kalau bisa dimanipulasi pakai kaca cembung gitu. Kami harus punya,” kata Sigit menambahkan.

Senada dengan Sigit, Wasi dari Pena Hitam pun menyetujui hal itu. Menurutnya, kedatangan seniman sekaliber Kurt Wenner adalah peluang besar untuk seniman Indonesia bisa belajar dengan melihat karyanya langsung. Ia juga berharap barangkali Indonesia bisa melahirkan seniman hebat seperti dia.

Namun ada satu yang disayangkan oleh keduanya, yaitu harga tiket yang tinggi dan replika lukisan. Menurut Wasi, harga tiket yang dijual terlalu tinggi. “Kan tidak semua seniman punya uang, apalagi yang masih kuliah,” katanya.

Lain hal dengan Sigit. Ia hanya menyayangkan mengapa yang dipajang di lantai bukan karya asli, melainkan hasil printing. Padahal ia ingin merasakan goresan asli sang pionir. Tapi bagaimanapun, ia tetap berterima kasih sudah diberi kesempatan untuk berpartisipasi di acara ini.

Sementara itu, Aldy, mahasiswa perguruan tinggi swasta, yang sengaja datang untuk menghabiskan waktu libur, mengaku senang serta takjub melihat lukisan Kurt Wenner. “Keren! Saya nggak pernah menyangka kalau ada aliran lukis kaya gini.”

Ada 11 karya Kurt Wenner yang dipanjang di pameran bertema “Art is Now Exciting” hingga 26 Januari mendatang. Semua karyanya tampak hidup dan nyata. Penasaran seperti apa? Datang saja langsung! [Baca juga: Artphoria, menikmati seni 3D]. [teks @HaabibOnta]

Also read:
Glenn Fredly banget
Whulandary: “beauty is pain”
Lebih dekat dengan Sarah Sechan

SHARE