Buah Teraniaya dan Kehancuran Maia

0
983

Apa yang dipetik Maia dari prahara rumahtangganya?

Maia: Mey, kameranya di sana tuh!
Maia: Mey, kameranya di sana tuh!

“Duh, maaf ya, aku lagi nggak bisa difoto,” ujar Maia Estianty saat menyambangi kantor Ghiboo, beberapa pekan silam. Apa pasal? “Oh, ini karena aku abis program skin-peeling, dan sepertinya agak terlalu banyak mengolesnya. Jadi kulitnya terkelupas dan nggak enak dilihat,” ujarnya sembari menunjukkan bagian kulit di dagunya yang sedikit memerah.

Siang itu, Maia datang bersama Mey Chan tengah mempromosikan singel terbarunya yang bertajuk “Berdua”.

Bicara soal Maia, tentu tak lepas dari persoalan tiga jagoannya, Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Abdul Qodir Jaelani yang sejak menjelang akhir tahun kemarin kerap jadi bahan perbincangan publik.

Sejak putra bungsunya yang akrab disapa Dul, mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan tol Jagorawi pada 8 September 2013 silam, sontak kehidupan keluarga Maia dan sang mantan suami, Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan.

Selang beberapa waktu dari kasus kecelakaan Dul, yang memang sampai saat ini belum tuntas, Maia kembali harus menerima buah hatinya, Al dan El menjadi bulan-bulanan media, karena bersitenggang dengan pengacara kondang Farhat Abbas.

Panasnya konflik antara Al-El dan Farhat Abbas, ternyata turut menyeret nama Maia, bahkan membuatnya disomasi Ahmad Dhani, karena dianggap mendukung sang pengacara.

Di balik memanasnya suasana hati antara Maia, kedua putrannya, Ahmad Dhani dan Farhat Abbas, sang pendiri grup MAIA ini masih bisa menanggapi dengan santai , namun tetap bijak saat melakukan wawancara khusus dengan Ghiboo, siang itu.

Simak petikan obrolan Editor in Chief @hagihagoromo dengan Maia dan Mey Chan berikut ini.

hai maia. gimana kabar dul saat ini?
Dul, udah baik. Sekarang lagi sama bapaknya. Soalnya kasusnya ‘kan masih harus diurus…

kasus di twit-war antara farhat dan dhani beberapa waktu lalu itu, gimana sih?
Siapa yang lagi ramai? Bukan aku, kali.. Aku sih diem-diem aja.

tapi, jadi dibilang ini-itu, bahwa kamu dianggap mendukung farhat, gimana?
Ya itu, aku males nanggepin. Gini deh, kita nggak nyolong, tapi dibilang nyolong. Mau nanggepin nggak? Males ‘kan? Itu sih bisa-bisanya dia [Farhat] aja. Makanya aku nggak mau komen apa pun. Wong aku nggak ngerasa melakukan apa-apa…

Maia Estiantytapi katanya, si pengacara itu bilang dia nunggu kamu bilang sesuatu?
Ya, itu mungkin bisa-bisanya dia aja. Aku juga nggak ngerti.

kok sampai disomasi, eh, udah disomasi atau belum sih?
Aku memang sudah disomasi, tapi aku nggak tanggepin. Lucu! Aku  nggak melakukan apa-apa kok, disomasi?

terus anak-anak gimana? ganggu hubungan nggak sih?
Anak-anak memang emosi. Kalau aku menyikapi segala sesuatu dengan damai. Anak-anak memang belum ngerti maksud ibunya, bahwa aku ingin mereka damai, nggak berantem, apalagi yang ditantang itu orang tua.

Secara akhlak itu nggak baik. Tapi namanya anak muda, maunya main sikat aja. Aku sempat bilang sama mereka, nggak usah kalian tanggepin sesuatu. Kalo ada yang nuduh kamu macem-macem, dan kamu nggak melakukannya, ngapain kamu marah-marah termakan emosi? Santai aja. Ya, mungkin persepsi saya dengan anak-anak tidak sama.

tapi banyak pemberitaan media yang mengatakan, sang ibu banyak melarang anak dan si anak banyak terpengaruh lingkungan, jadi dibikin konflik antara anak dan ibunya?
Iya, itu juga lucu. Aku sering ditanya, bagaimana hubungannya dengan anak-anak. Aku tuh memang suka terbentur dengan apa yang disampaikan media. Kadang-kadang malah bikin panas. Kalo aku nanggepin, yang ada malah menguntungkan media. Media dapat iklan, aku nggak dapet apa-apa. Jadi aku diemin, terserah deh mau ngomongin apa.

kan kamu pernah dekat sama mantan [dhani] dan kenal dia seperti apa. kira-kira setelah somasi, langkah apa yang bakal dia lakukan?
Hanya dia dan Tuhan yang tahu, hahaha… Aku nggak tahu dan nggak ngerti.

kalau lagi senggang dan nggak ada job, kamu lebih senang ngapain aja?
Aku jarang senggang sih ya. Soalnya banyak kerjaan. Kalo nggak di [dunia] entertain, aku kerja di properti. Aku juga punya usaha karaoke. Jadi semua kerjaan nggak bisa bikin aku nganggur. Jadi aku adalah wanita pekerja. Kalau ada senggang, mending aku tidur aja deh.

Maia memang terbilang wanita karier. Selain mengelola perusahaan rekaman dan artist management bernama Le Moesiek, ia juga menjalankan bisnis karaoke: Alegro [kelas A] dan Mucello [kelas B]. Bukan hanya itu. Maia juga memiliki advertising agency bernama Revolutika dan tempat hiburan bernama Tipsy Club and Lounge. Tak puas di situ saja, ia juga merambah bisnis management development dan produk kosmetik berupa krim kulit yang diproduksi di Jepang. Bisnis Maia juga masih diisi dengan masuk ke dunia properti jual-beli apartemen.

kamu nggak suka spa?
Nggak. Aku nggak suka spa, karena sayang waktu dua jam cuma kebuang bengong. Mending dipake buat tidur atau kerjain yang lain. Atau ketemu guru spritual terus ngomingin tentang Tuhan.

Duo Maia 2singel terbaru ini, arahnya ke spiritual ya?
Liriknya sebenarnya tentang percintaan dengan ‘X’. Misalnya aku bilang, ‘tanpa cintamu aku tidak bisa melihat dunia, tanpa cintamu aku bagai manusia tersesat.’

Mungkin kalau di perhatikan dari liriknya, orang pasti berpikir kalau cinta dalam lirik ini untuk manusia ke manusia, padahal untuk Tuhan. Tapi aku nggak mau membuat lagu itu, seakan-akan itu lagu rohani. Karena cinta itu ‘kan universal, bisa dipersepsikan oleh masing-masing penerimanya.

terus inspirasi bikin lirik dan lagunya dari mana?
Inspirasi, bingung dari mana. Kadang-kadang muncul gitu aja. Meditasi nggak, tapi sering ‘lepas’ sendiri tiba-tiba. Berasa seperti terbang sendiri aja ke alam-alam [lain]. Ada orang yang belajar ingin mencari, kalau aku tiba-tiba aja. Susah dijelasin. Awalnya menakutkan, tapi lama-lama menyenangkan.

kegiatan itu sering berulang-ulang dilakukan?
Akhirnya jadi mencari Tuhan. Ini dunia apa sih, kok aku nggak kenal? Seperti ada pintu-pintu yang harus aku cari. Kayak film Matrix.

dan itu kamu eksplor atau flow begitu aja?
Flow aja.

jadi pengin tahu banget nggak sih sama hal ini?
Aku jadi mencari teman-teman yang mengalami hal yang sama dengan aku. Dan ternyata banyak juga. Mereka banyak mengarahkan, jangan masuk ke pintu ini, tapi pintu yang itu. Aku mending ‘jalan-jalan’ ke alam itu, daripada di sini, karena lebih menyenangkan. Orang yang nggak biasa dengar, menganggap aku gila. Ini perjalanan spiritual, ya. Seperti berdzikir dalam diri.

kira-kira itu bakal mempengaruhi karir musikmu?
Nggak ngaruh buat karir musik aku. Karena semua terjadi di alam bawah sadarku. Tapi dari lirik lagu “Berdua” ada yang berbunyi, “..demi cahaya, yang menerangi gelap ruang hati aku tersenyum..” Kalau orang tahu, penggambarannya tentang cahaya itu, yang sebenarnya Tuhan.

apakah ini karena kamu banyak mengalami masalah?
Aku pernah sharing sama guru spritual yang masih ada hubungan dengan keluarga, tentang hal ini. Aku tanya, ‘Bib, kok saya ngalamin hal kayak gini ya? Terus dijawab gini, ‘Yang kayak gini ada yang memang sudah dapat dengan alami. Ada juga yang mencari, kemudian ketemu. Tapi ada juga yang karena teraniaya kemudian dikasih.’ Katanya, aku ini termasuk golongan yang terakhir. Hahaha…

bukannya dhani juga kayak gini ya [punya kemampuan spiritual]?
Nggak tahu juga ya. Mungkin dia tahu secara teori. Dia mencari juga, tapi dapat atau nggak, aku nggak tahu. Waktu aku masih sama dia dulu, dia hanya tahu sebatas teori.

iya, soalnya lagu-lagu dia juga begitu?
Lagunya dia itu, liriknya bukan dia yang bikin. Itu Habibnya yang bikin. Habibnya menceritakan tentang Tuhan. Waktu sama aku sih begitu. Nggak tahu sekarang ya.

kamu sedang nyaman sendirian atau sedang berencana berpasangan lagi?
Sendiri. Let it flow saja. Apa yang terjadi, itu sudah ada garisnya. Jadi, ngapain kita ‘ngoyo’. Itu ‘kan sudah ditetapkan, apa pun itu takdirnya.

Mey Chan quotedulu kamu seperti nabrak tembok banget ya. hancur berkeping-keping, gitu?
Dulu? Oh, dulu iya. Kalau sekarang sudah di taraf bahwa itu semua sudah diperhitungkan sama Tuhan. Aku sempat kecewa dengan Tuhan. Tapi itu karena belum tahu makna dan maksud Tuhan apa. Setelah kita tahu hikmahnya, sebenarnya Tuhan itu cuma mau bilang, ‘cari Gue dong’. Setelah proses sabar itu, yang ditamparkan pada aku itu luar biasa. Jadi apa yang harus disesali? Ini malah menyenangkan.

Waktu itu ada yang sempat bertanya ke aku, ‘Kalau bisa memutar waktu kembali, kamu mau jadi apa?’ Terus aku jawab, ‘Lho kalau muter kembali buat apa? mending cepat mati aja. Kalau tau cara mati yang enak, mending mati.’ Aku sempat dibilang stres lho. Ya aku pikir, sering keluar dari dalam diri. Buat apa di dunia yang penuh limitasi ini?

berarti kamu sudah mendapatkan jawabannya ya?
Kira-kira begitulah. Intinya, dari tujuh tahun aku kemarin, Tuhan cuma mau aku mencari Dia. Dan ternyata benar.

orang-orang di sekitarmu banyak yang tahu tentang ini?
Orang sekitar aku tahu, dan mereka sangat paham. Dari aku yang mulai stres baca kitab-kitab nyari Tuhan, kemudian menemukan, dan akhirnya tenang. Mey Chan tuh yang jadi saksi.
Mey Chan: Ohh. iya, udah dua tahun terakhir ini. Dari kaget, excited, sampai semua orang diajak debat, dan akhirnya dia [Maia] menemukan jawabannya sendiri. Tanpa ‘keluar’ dia menemukan ‘di dalam’.

mey chan, ketika maia sedang mengalami proses itu, sedikit-banyak pasti mempengaruhi kamu. dan waktu dia menemukan jawaban, apa pengaruhnya ke kamu?
Mey Chan: Dia mengajarkan aku untuk menghargai keyakinan orang. Jadi, cara spiritual aku dan dia beda, tapi dia mengajarkan aku untuk menghargai. Setiap orang mempunyai pencarian spiritual yang berbeda-beda, mempunyai ujian yang beda-beda. Dia mengajarkan aku untuk lebih menghargai keyakinan orang lain.
Maia: Dulu Mey Chan sempat mengata-ngatai aku dukun segala. Sampai akhirnya dia mengalami sendiri, masuk ke alam yang indah itu. Dia lalu mengerti dan minta maaf.

Duo Maia album
Maia: Mey, kamu salah ngadep kamera lagi!

kalo diminta untuk menggambarkan itu semua dalam satu kalimat gimana?
Mey Chan: Masing-masing mencari kedekatan dengan Tuhan, tapi bagaimana perbedaan ini ada respect satu sama lain. Itu poinnya, bagaimana menghargai sesama manusia untuk saling respect apa jalanmu dan jalanku.

kami belum pernah dengar kalian cerita tentang ini di media mana pun. kalian memang jarang mau cerita?
Mey Chan: Yah, memang nggak ada yang nanya juga. Lagi pula ini hal yang sangat privat dan nggak semua orang juga paham. Tapi kan kami menjelaskan dengan cara yang bisa ditelaah.

dalam masa seperti ini, apakah kalian akan buat album khusus tentang spiritualisme?
Maia: Pengin sih, tapi fokusku bukan lagi di musik. Sekarang musik hanya sekadar hobi saja. Di musik itu kebutuhanku sudah di tingkat yang berbeda. Makanya aku punya bisnis yang lain, mungkin karaoke, lounge, club. Ini kita ngomongin industri musik yang lagi kolaps. Real-nya sekarang itu memang lagi kolaps. Nggak bisa lagi berharap sama ringbacktone, atau hasil perform.

Inilah hikmahnya aku dari yang ‘hancur-lebur’ dulu itu, mencari Tuhan, sampai sekarang dikasih hadiah yang luar biasa banget.

Mey Chan: Dan, aku sebagai partner yang melihat dia selama ini, ternyata perubahannya memang baik, lebih tenang, dan kualitasnya lebih bagus. Apapun prosesnya.
Maia: Mungkin merilis karya setahun sekali, atau dua kali saja. Karena industri musik Indonesia sedang kolaps, mending aku usaha yang lain aja, masuk ke dunia properti. Kebutuhan finansial aku juga udah bukan kayak tiga tahun lalu. Sekarang udah beda. Jadi bukan fokus di musik lagi.

Konsep MAIA mengeluarkan satu atau dua lagu dalam setahun, tak lantas berarti mereka hendak ‘memandulkan’ dalam berkarya menciptakan lagu. Tapi boleh jadi keduanya ingin membuat para penggemar mereka makin setia menanti karya-karya musiknya. «

Also read:
Rahasia pribadi personel Project Pop
Bagi kami, mereka pahlawan
Kamus setan di dunia

SHARE