Sophia Müller ‘Tolak’ Otong ‘Koil’

0
703

Ini fakta atau isapan jempol semata?

Seperti ini ya mas gayanya?
Seperti ini ya mas gayanya?

Page 1 of 4

Nama Sophia Müller memang sedang melejit, terutama sejak dirinya dikabarkan dekat dengan personel band papan atas tanah air. Benar-tidaknya kabar tersebut, Ghiboo tidak pusingkan. Pasalnya, ada kabar yang lebih menghebohkan dari sekadar gosip.

Masih tentang Sophia Müller. Wanita berdarah Jerman-Bugis yang akrab disapa Sofi ini, ternyata sangat keras menolak Otong, seorang musisi dari band rock Koil untuk menjadi kekasihnya. Benarkah? Memang benar. Tapi jangan terlanjur percaya dulu bahwa ini sungguh terjadi dalam kehidupan nyata.

Penolakan Sofi pada Otong ‘Koil’ ini hanya berlaku dalam peran pertunjukan wayang orang, berjudul Wayang Orang Rock Ekalaya [WORE], yang akan dipentaskan di Tennis Indoor Senayan, 15 Maret mendatang.

Dalam pementasan WORE tersebut, Sofi akan memerankan karakter Anggraeni, kekasih Bambang Ekalaya yang diperankan Stevie ‘Andra & The Backbone’. Sementara itu Otong ‘Koil’ yang memerankan tokoh Arjuna, harus merasakan cinta bertepuk sebelah tangan, karena tak bisa memiliki Anggraeni. Naas memang, tapi itulah kronologi sesungguhnya dari cerita epik Bambang Ekalaya.

Tak melulu membicarakan kisah cinta segitiga Anggraeni-Bambang Ekalaya-Arjuna, pementasan wayang orang yang disutradarai penyiar radio dan presenter Arie Dagienkz ini, nantinya juga akan menggabungkan musik tradisional dengan musik rock.

Sekilas, ide menyatukan seni budaya wayang dengan musik rock ini memang terdengar unik dan ‘gila’. Wajar saja, ide yang tak biasa ini lahir dari seorang entertainer sekaligus sang sutradara, yang kemudian diajukan ke Happy Salma, selaku produser pementasan WORE.

“Mungkin karena gue dibesarkan dengan musik rock dan wayang juga. Jadi, kenapa nggak bikin pementasan kayak gini?” ujar Arie Dagienkz kepada Ghiboo saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu.

Awas aja sampai cinta gue ditolak!
Otong Koil: “awas aja sampai cinta gue ditolak!”

Mendengar ide brilian Dagienkz, Happy Salma menyambut baik, bahkan bersemangat untuk merealisasikan ide dalam sebuah pertunjukan wayang orang.

“Jadi, gayung bersambut istilahnya. Aku produserin dengan Titimangsa Foundation, lembaga budaya milikku. Biasanya, aku ngerjain-nya tuh sastra atau acara-acara kampus, dan pementasan yang konvensional lah,” timpal Happy Salma.

“Dari pengalaman yang aku perhatiin, setiap penonton pementasan itu udah punya komunitas sendiri. Mereka menyaksikan pertunjukan selama 4 jam dalam bahasa Jawa, belum tentu mereka paham. Dari situ, aku punya cita-cita bikin pementasan yang kekinian. Makanya, pas ketemu Dagienkz, aku bilang, ‘ayo kita kerjain’,” tambahnya. « Next: wayang orang diramaikan musisi

Also read:
VIDEO: Cerita versi Sophia Muller
Bagi kami, merekalah pahlawan

1
2
3
4
SHARE