Artphoria, Ketika Seni Tak ‘Boring’ Lagi

0
212

Artphoria, seni dalam kemasan menyenangkan.

Shangri La karya Kurt Wenner di Artphoria.
Shangri La karya Kurt Wenner di Artphoria.

Seni, sering kali disudutkan dengan embel-embel membosankan. Begitu pula sering kali diacuhkan karena dianggap tua.

Tapi Artphoria berusaha untuk mengeluarkan ‘pakem’ yang sudah lama terbentuk di pikiran manusia. Dan menegaskan, bahwa seni bisa dibuat menyenangkan.

Sejak dibuka pada 14 Desember 2013, Artphoria mampu menyedot ribuaan pasang mata. Pantas saja, enam seniman bertalenta dan lebih dari 20 komunitas kreatif menjadi magnetnya.

Meskipun sempat nyasar salah naik lift karena beberapa satpam yang bertugas tidak mengetahui lokasi Ciputra Artpreneur Center yang berada di lantai 11 Ciputra World 1 Jakarta, toh rasa jengkel itu impas dengan rasa kagum dan takjum akan karya-karya yang memukau di sana.

“Artphoria merupakan event tahunan. Untuk tahun 2013, Artphoria menggandeng Kurt Wenner. Beliau merupakan pelopor street painting. Selain itu, ada juga lima seniman muda Indonesia yang namanya sudah terkenal di luar negeri,” jelas Ema Rahmawaty, Manager Marketing Trimitra Event, saat berbincang dengan Ghiboo.

Ema menjelaskan, artphoria memang lebih banyak menampilkan art pop. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat awam yang tidak mengerti seni tetap bisa menikmati seni.

Ada 11 lukisan 3D Kurt Wenner yang ditaruh di atas lantai.  Siapa pun boleh menginjaknya, berpose dan berpoto dengan latar lukisan tersebut. Di beberapa pojokan area pameran, terdapat karya-karya seniman muda Indonesia yang namanya sudah mendunia. Mereka adalah Hendra ‘Hehe’ Harsono, Rotua Magdalena, Diela Maharani, Zaky Arifin dan Nady Azhry.

“Kalau seniman Indonesia kita bebaskan mau membuat karya apa saja asalkan sesuai dengan tema yang kita kasih, yaitu ‘Art is Now Exciting‘,” lanjut Ema.

zaky
Karya Zaky Arifin di Artphoria

Sejauh mata memandang, pengunjung di Artphoria didominasi segala usia. Mulai dari anak-anak, anak muda hingga dewasa. Semuanya tampak menikmatinya dan tak lupa mengabadikan momen tersebut dengan kameranya.

“Memang, target kami adalah keluarga karena konsep yang diusung adalah edutainment. Edukasinya seperti karya Kurt Wenner yang mengandung unsur lukisan perspektif.

Di sini, kami ingin orang-orang tahu bagaimana melihat lukisan dari sudut tertentu menggunakan kamera fish eye. Selain itu, ada juga komunitas-komunitas kreatif yang membuat karya seni yang tidak biasa. Mereka juga membuat sebuah workshop gratis untuk pengunjung,” jelas Ema.

Artphoria akan berakhir pada 26 Januari mendatang dan ini minggu terakhir Anda untuk menikmati lukisan-lukisan 3D karya sang maestro Kurt Wenner, serta beberapa karya seniman dan komunitas kreatif tanah air. Jangan lupa kunjungi Artphoria 2013 di Ciputra Artpreneur Centre di Ciputra World 1 Jakarta. Mampir juga ke booth Ghiboo di sana ya.

SHARE