Cara Ekonomis ke Gunung Prau, Dieng

0
13339

Berdiri setinggi 2.565 meter di atas permukaan laut, Gunung Prau menyajikan panorama indah.

Kemunculan film 5CM punya andil besar mendorong jumlah peminat pendaki gunung di Indonesia. Negeri ini memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 100 di antaranya merupakan gunung berapi aktif [data dari laman Dewan Keamanan Nasional].

Bagi yang ingin mencoba, Ghiboo merekomendasikan Gunung Prau [2.565 mdpl] untuk didaki. Bukit Teletubbies-nya, keindahan sunrise dan sunset-nya, jalur pendakiannya, dan hamparan ribuan bunga daisy berwarna pink dan putih, it’s so worth it to get there.

SONY DSC
Puncak Gunung Prau mirip Bukit Teletubbies

Belum lama ini, saat Ghiboo melawat ke sana, total biaya yang dikeluarkan per orang sebesar 307 ribu rupiah saja. Ingin tahu rinciannya? Ini dia:

Rombongan terdiri dari lima orang. Kami berangkat dari Jakarta. Sepakat untuk logistik saat camping patungan 50 ribu per kepala. Jalur pilihan start kami jatuh pada Terminal Lebak Bulus [kini Terminal Lebak Bulus telah bebas dari bus Antar Kota Antar Provinsi – AKAP. Pemerintah Jakarta menutupnya dengan alasan untuk pembangunan Depo Mass Rapid Transit – MRT].

Oke, balik lagi mengenai Dieng, karena kami membeli di hari H [26-12-2013], bus yang masih kosong hanya bus PO Lancar Utama dengan harga tiket 100 ribu rupiah.

Perjalanan lebih kurang memakan waktu 11-20 jam, tergantung kondisi kendaraan, dan situasi jalan. Apesnya, kami mengalami waktu yang paling lama, [berangkat pukul 17.00 sampai tujuan pukul 13.30 esoknya]. Hal itu karena ban bus yang jelek dan harus ditambal hingga tiga kali. Alhasil, sebelum mencapai tujuan di Desa Patak Banteng, karena kondisi ban bus yang sudah tidak bisa ditolerir lagi, kami diturunkan dan ditransfer ke angkutan lain. Saat itu, jaraknya masih sekitar 1 jam lagi untuk sampai ke base camp.

Angkot dalam kota berbentuk Elf ini cuma dapat mengantar kami sampai ke Pom Bensin Klerang. Dari sana kami harus menaiki atau menyewa angkot KWK seharga 130 ribu untuk lima orang.

Sesampai di kantor Desa Patak Banteng, kami ke Pos Pendakian yang terletak di belakang kantor ini. Di sana kami harus membayar tiket pendakian Gunung Prau sebesar 4 ribu rupiah per orang.

Setelah bersih-bersih di pos pendakian sebentar, kami langsung menuju Gunung Prau. Untuk perjalanannya, kami lewat Patak Banteng yang memakan waktu 1 – 2,5 jam. Sebelum mendaki, Anda bisa menikmati nasi goreng, bakso, carica, dan tempe kemul khas Dieng [satu paket makan bersama tempe kemul tidak sampai 15 ribu].

Pulangnya Anda bisa melewati jalur lain yang lebih landai yaitu jalur Candi Dwarawati. Lama perjalanan bisa mencapai 2 – 4 jam.

Jalur pulang
Jalur Candi Dwarawati

Setelah sampai ke Desa Dieng Kulon, Anda bisa menikmati berbagai pilihan menu yang disediakan warung di sepanjang jalan [harga menunya berkisar enam ribu sampai 12 ribu, belum termasuk minuman], sambil minta izin untuk bersih-bersih di kamar mandinya.

Rapi dan wangi, kami kembali menyewa mobil pick up menuju Terminal Wonosobo. Kali ini sang sopir meminta 20 ribu rupiah per kepala. “Deal” kata kami yang diikuti pula tiga orang lain yang satu jurusan dengan kami.

Sampai di Wonosobo, kami tinggal membayar tiket yang sudah kami pesan kemarin. Kami naik bus PO Sinar Jaya dengan tarif 80 ribu rupiah sampai Lebak Bulus. Bus berangkat pukul 16.00 dan sampai Lebak Bulus pukul delapan pagi esoknya. « [teks & foto @bartno]

Rincian transportasi:
Tiket bus berangkat: 100 rb
Sewa angkot KWK: 130rb dibagi lima = 26 ribu
Patungan logistik: 50 ribu
Tiket pendakian: 4 ribu
Makan sore: 15 ribu
Makan dan minum di bawah: 12 ribu
Sewa mobil pick up: 20 ribu per orang
Tiket pulang: 80 ribu
Total: 307 ribu rupiah

SHARE