Mengapa Harus Lampu LED

0
632

Ada lima alasan beralih ke lampu LED.

 

 LED COVER1

LED [Light Emitting Diode/ Dioda penyebar cahaya] merupakan inovasi baru dalam hal pencahayaan. Lampu LED lebih aman dan tahan lama. Namun karena harganya lebih mahal dari jenis lampu lainnya, peminatnya masih sedikit.

Karena itulah Philips yang sejak 130 tahun lalu ada di Indonesia, memulai tahun baru ini melalui program “Kota Terang Philips LED” yang memberikan edukasi kepada publik Merah-Putih tentang keuntungan menggunakan lampu LED.

1. Lampu LED tidak menggunakan bahan berbahaya sama dengan lampu pijar. Namun beda dengan lampu hemat energi [lampu neon] yang menggunakan bahan berbahaya merkuri. Karenanya penanganan lampu hemat energi yang jatuh dan pecah serta limbahnya perlu ditangani secara khusus. Jika tubuh terpapar merkuri dapat merusak mekanisme kerjanya.

2. Lampu LED lebih hemat 10 kali dari lampu hemat energi dan 60 kali dari lampu pijar.

3. Tidak panas. Memindahkan lampu LED setelah dinyalakan, tidak akan terasa panas. Beda dengan lampu pijar dan lampu neon yang cukup panas saat akan dipindahkan.

4. Pancaran sinarnya tidak silau. Sinar terang lampu LED ditujukan kepada benda-benda di bawahnya. Berbeda dengan lampu neon dan pijar, yang terlihat silau dan pancaran sinar terangnya terhadap objek tidak sempurna.

5. Jika dihitung dengan cermat, lampu LED ternyata lebih hemat. Menurut hitungan Philips, lampu LED miliknya mampu bertahan hingga 15 tahun, sedangkan lampu neon paling top empat tahun, dan lampu pijar jarang ada yang sampai setahun.

Kota Terang Philips LED 2014 diawali dari kota Bandung [25/01]. Philips menerangi dua ikon kota Bandung, Gedung Sate dan Jembatan Pasupati. Aksi Kota Terang Philips LED selanjutnya di kota Medan.

Sebagai informasi tambahan, Ghiboo sampaikan cara mengatasi lampu neon yang pecah agar tubuh tak terpapar merkuri yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Jika lampu hemat energi yang ada di satu ruangan pecah, disarankan untuk meninggalkan ruangan tersebut dan membuka pintu serta jendela selama 30 menit.
2. Lindungi tangan dengan sarung tangan atau menggunakan kain yang lembab untuk mengumpulkan pecahan lampu neon.
3. Buang limbah lampu neon dalam wadah yang tertutup rapat, dan seharusnya dibuang di tempat sampah khusus sebagai limbah berbahaya. «[teks @bartno]

 

SHARE