Warna-warni Gedung Sate

0
593

Warnanya semakin memikat di kala malam.

SONY DSC
Gedung Sate malam hari

Gedung Sate tahun ini tampil beda. Philips, produsen lampu, mendandani salah satu ikon kota Bandung ini dengan lampu-lampu LED-nya. Kini Gedung Sate pun berubah cantik dan elegan di malam hari.

Dalam waktu tiga hari pengerjaan dengan menggunakan dua buah produk Philips, ColorBlast Powercore sebanyak 48 buah dan eW Blast Powercore 7 buah, Gedung Sate jadi berwarna merah, kuning, hijau, biru dan ungu. Cahaya warna-warni itu menyala  tampil secara bergantian dan juga bersamaan. Indahnya…!

Namun sayangnya, pemandangan ini hanya bisa dilihat dari luar pintu gerbang saja. Karena waktu kunjung umum cuma diperbolehkan dari pukul 9 pagi hingga 5 sore dan itu di waktu hari-hari libur atau hari besar nasional saja.

Sejarah Gedung Sate

Gedung Sate namanya diambil dari bentuk tiang puncaknya yang seperti tusuk sate. Padahal sebenarnya makna tusukan dengan enam bundaran itu adalah jumlah dana yang dikeluarkan membangun gedung ini, yaitu enam juta Gulden.

Pembangunannya memakan waktu empat tahun [1920-1924]. Pembuatnya Ir J.Gerber, Ir.Eh. De Roo, dan Ir. G. Hendriks. Pembangunan pertama kali pada 27 Juli 1920 dengan dibantu 2000 pekerja, 150 orang pemahat dan pengukir kayu dari Cina, serta dibantu oleh tukang batu yang merupakan penduduk asli. Luas gedungnya lebih kurang 10.877,734 meter persegi dalam area seluas 27.990,859 meter persegi.

SONY DSC

Pada September 1924, bangunan ini selesai dan dinamakan Gouvernements Bedrijven [GB] yang berarti Pusat Instansi Pemerintahan. Kini fungsi Gedung Sate juga sebagai Kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat.

Selain memiliki halaman cantik dengan tamannya, Gedung Sate juga memiliki monumen peringatan kepada para pemuda yang rela berkorban nyawa. Pemuda itu gugur demi mempertahankan kemerdekaan negara RI di gedung ini dari serangan pasukan Belanda yang ingin menjajah lagi. Mereka gugur pada 3 Desember 1945.

Gedung Sate memiliki 225 jendela dan pintu. Lokasi Gedung Sate terletak tepat di depan lapangan Gazibu, tepatnya di Jalan Diponegoro No.22, Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Coblong.« [teks dan foto @bartno]

SHARE