12 Destinasi Berziarah

0
151

 Para peziarah pergi untuk mencerahkan pikiran.

Ada beragam cara menjadi seorang traveller. Sebagian ada yang memilih cara berhemat untuk bisa bepergian. Mereka disebut sebagai seorang backpacker. Sebagian lagi menyukai bertualang ala ‘ransel’, namun dengan gaya ‘pemakai koper’, mereka disebut sebagai flashpacker.

Sementara sisanya, yang memiliki simpanan uang lebih, akan bepergian, murni dengan cara seorang ‘pemakai koper’. Untuk tipe terakhir, semua itu tidak menjadi pilihan krusial. Karena tempat yang mereka tuju, telah mempunyai aturan tersendiri. Bisa jadi tanpa ransel, koper, atau apapun. Cukup menggunakan kain putih membalut tubuh. Tipe ke-empat disebut dengan nama “peziarah” atau “pilgrim”

Seorang peziarah, biasanya akan bepergian sesuai dengan kepercayaan yang ia anut. Dengan tata cara yang telah dibuat oleh tempat religiusnya. Tanpa bisa dirunding ulang. Aturan itu telah baku, turun-menurun sejak tempat itu disakralkan. Namun, tak menutup kemungkinan adanya peziarah yang menziarahi tempat dengan keyakinan berbeda.

Para peziarah itu tidak pergi untuk sekadar foto. Tidak pergi untuk sekadar melihat festival atau perayaan Hari Besar. Tidak juga pergi demi melambungkan eksistensi di jagad media sosial.

Para peziarah, pergi untuk mencerahkan pikiran, memurnikan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Demi itu, mereka jalan berjauh-jauh kilometernya. Berhari-hari dengan peluh. Supaya bisa mencapai Nirwana.

Ada beberapa pilihan destinasi religius yang bisa kalian tuju. Di bawah ini ada beberapa tempat yang bisa jadi rujukan berziarah:

Taman Lumbini

Taman Lumbini

Lokasi Rupandehi, Nepal
View Buddha
Poin Tempat lahir Buddha

632 tahun sebelum Masehi, Sidharta Gautama dipercaya lahir di taman ini. Beliau adalah Pangeran dari Kerajaan Shakya. Pada umur ke-29 ia melepas singgasananya dan mencari pencerahan. Setelah melewati siklus yang panjang, Beliau berhasil mencapai kemurnian dengan menjadi Buddha.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
SHARE