Belahan Jiwa Kita, Ya Diri Kita

0
505

Karya Yaya akan kembali dipamerkan.

eksposisi satu 2

Ada ungkapan yang berkembang di masyarakat bahwa kalau jodoh itu memiliki kemiripan dalam segi muka. “Kalian mirip, jodoh ya?” Seringkah kalian mendengar pertanyaan ini ke? Tapi apakah benar apabila pasangan bermuka mirip itu memang berjodoh? Ini pun yang coba dibuktikan oleh Christina Phan.

Karena seringkali mendengar common seperti itu di obrolan sehari-hari, Christina Phan merasa tertarik untuk membuktikan hal itu. Wanita berambut pendek ini kemudian melakukan sebuah riset hingga terciptanya ide untuk mebuat pameran fotografi tunggal yang mengangkat hal tersebut.

Tanggal 24 Jan – 7 Feb 2014, di Marsio Fine Art Gallery, Cianjur, Jakarta, ia memajang 26 foto pasangan ke dalam pamerannya bertajuk “Eksposisi Satu”.

Pasangan yang telah menikah itu ia foto secara potrait. Kemudian hasilnya ia gabungkan lewat proses editing. Dan jadilah dua bilah muka dari pasangan yang telah menikah.

Ajaibnya, mereka terlihat mirip. Ada persamaaan dari para Adam dan Hawa itu, entah tulang pipi, bentuk bibir atau mata mereka. Yaya, begitu ia disapa, pun merasa kaget dengan apa yang ia kerjakan selama tiga bulan terakhir. Ia sama sekali tidak menyangka jika model yang ia gunakan akan semirip itu ketika difoto. [Also read: surga bawah laut menurut Kaka ‘Slank’]

eksposisi satu 1

Foto unik: beda negara
Secara sengaja ia menaruh wajah pasangan pria di kanan, sementara wanitanya berada di kiri. Hal ini dilakukan setelah melalui riset tentang perbedaan tulang pipi antara pria dan wanita. Bahwa pada titik tertentu, tulang pipi antara dan Hawa memiliki kontur sendiri.

Ini pula yang menjadi perdebatan banyak peneliti, kurator, serta seniman tentang gender sebenarnya Monalisa. Karena ada perbedaan letak antara tulang pipi kanan serta kiri. Dalam kebudayaan yang cenderung memeluk patriarki sebagai panutan, sosok maskulin selalu dikedepankan dan feminin menyusul. Ini pun menjadi pertimbangan bagi Yaya sebelum memutuskan untuk menaruh posisi seperti itu.

“Mereka yang menjadi model saya adalah orang-orang terdekat saya,” ujar Yaya. “Tapi, saya tidak memilih mereka secara acak. Saya pilih mereka satu per satu dengan feeling,” tambah wanita yang pernah menjadi produser Hard Rock FM ini.

Dari 26 foto yang dipamerkan olehnya, ada satu yang paling unik dari semuanya. Foto pasangan beda negara, sang pria dari Malang dan sang wanita dari Prancis. Bentuk wajah yang kotak, potongan dagu, warna mata yang kecoklatan dengan kantung mata cenderung besar, hidung mancung, dan bilah bibir yang tipis. Hingga bentuk gigi, keduanya amatlah mirip.

Karena faktanya, gigi orang Indonesia seringkali tidak teratur dan besar-besar. Tapi ini tidak, keduanya memiliki gigi yang teratur dan persis seperti anak kembar. Dan Yaya berhasil menangkap detail model fotonya sampai yang paling kecil.

Christina Phan
Christina Phan

Kembali dipamerkan
Karya yang satu itu, ia namakan 20 Agustus 2005. Sementara karya yang paling ‘tua’ dinamai 21 September 1962. Semua karya yang Yaya pamerkan dinamai sesuai dengan tanggal pernikahannya. Lebih menarik seperti itu, ungkapnya. Agar pengunjung menangkap seberapa lama pernikahannya.

“Seseorang tidak mencari pasangan yang sangatlah berbeda, melainkan yang kompatibel dengannya. Kecocokan itu yang bisa mempersatukan keduanya,” ujar Yaya setelah meriset berbagai literatur.

“Seorang pria cenderung akan mencari wanita yang mirip dengan ibunya. Begitu juga wanita, akan mencari sosok yang mirip dengan ayahnya. Saya mendapati itu ketika mengerjakan pameran ini.”

Namun Yaya tidak memajang fotonya sendiri di pameran ini karena belum mendapatkan sesorang dengan wajah yang kompatibel dengannya. “Saya belum menemukan belahan jiwa, tapi saya harap saya akan menemukannya suatu hari nanti, jadi saya kira pameran ini mengungkapkan keinginan saya ini,” katanya.

Pameran Eksposisi Satu di Marsio Gallery memang telah berakhir. Namun Yaya kembali melanjutkan pamerannya di Kafe That’s Life Coffee mulai tanggal 14 – 28 Feb 2014. Agar orang bisa lebih lama menikmati karyanya.

Rangkaian foto yang Yaya pamerkan merupakan sebuah refleksi nyata mengenai konsep “belahan jiwa”. Setiap pasangan yang ia abadikan dalam gambar, menangkap sebuah kemiripan. Dua wajah yang terpisah menjadi satu. Dua jiwa yang terpilah, memilih untuk menyatu ke dalam satu ikatan pernikahan. [teks @HaabibOnta | foto dok Yaya]

SHARE