Kala Rockers Jadi Wayang Orang

0
469

Ini kisah para rock star yang ‘dipaksa’ menghafal naskah..

/rif
/rif

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang bernama Bambang Ekalaya dari kalangan kaum Nisada. Kaum Nisada merupakan kaum yang dianggap paling rendah karena terdiri dari orang-orang yang tidak cakap dalam persoalan memanah ataupun berburu.

Ekalaya ternyata memiliki bakat terpendam dalam kecekatan memanah yang tak dimiliki kaumnya. Menyadari hal tersebut, ia hendak mematangkan ilmunya kepada seorang resi bernama Durna. Resi ini menolaknya mentah-mentah karena ia bercita-cita menjadikan Arjuna sebagai satu-satunya ahli memanah.

Sepenggal kisah dari cerita pewayangan ini mungkin akan mengusik rasa ingin tahu kita tentang kisah dan warisan budaya masa lalu. Namun dengan mengikuti perkembangan zaman, cerita yang dimainkan bukan lagi menggunakan wayang kulit yang membuat ‘ngantuk‘ dan bosan saat menontonnya. Penyajian kisah cerita Ekalaya ini cukup unik karena diisi para musikus yang dikenal cadas dan gahar saat membawakan lagu-lagunya saat di atas panggung.

Petang itu, Ghiboo berhasil mengintip sesi pemotretan yang dilakukan para pengisi pentas Wayang Orang Rock Ekalaya. di sebuah rumah yang disulap menjadi studio foto di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan. Dua di antara peserta pemotretan, yakni Otong ‘Koil’ dan Jikun ‘/rif’ berbagi cerita mengenai persiapan mereka.

Leonardo
Leonardo Ringgo

“Hari ini cukup seru karena kami kumpul bukan untuk manggung tapi untuk sesi foto. Sempat agak kaku pas tadi pemotretan soalnya kami bukan model. Kami rocker, jadi nggak tau harus pose kayak apa dan kayak gimana biar hasilnya bagus,” ujar Otong yang bernama asli J.A. Verdijantoro ini.

Pria berambut panjang dan hitam yang mengisi departemen vokal dalam band beraliran rock tersebut menceritakan bahwa sampai kini, ia masih terus berupaya menghafal script cerita yang sudah dibuat untuk pementasan nanti.

Script-nya cukup tebal, tapi dialog saya nggak terlalu banyak. Hal tersulit sejuh ini adalah menghafal naskah karena dari dulu saya susah untuk mengingat tulisan yang panjang. Tapi perlahan-lahan dicoba, bisa juga ternyata. Ya, pokoknya akan saya tunjukkan semaksimal mungkin saat acara nanti,” ceritanya semangat.

Koil
Koil

Hampir sama dengan yang dirasakan Otong, Jikun yang berprofesi sebagai gitaris /rif juga mengungkap bahwa menghafal naskah bukan hal yang mudah dilakukan. Lebih jauh ia mengutarakan bahwa ini akan menjadi pengalaman baru untuk dia dan mungkin untuk musisi lainnya yang terlibat.

“Menghafal naskah bikin saya ingat zaman sekolah dulu, karena harus belajar sebelum ujian. Seru, karena selain dialog juga ada gerakan-gerakannya yang mengikutinya. Tapi kan kami musikus, bukan orang yang belajar adu akting dan belajar teater.  Ini nggak mudah dan pastinya jadi pengalaman baru,” cerita pemaran tokoh Durna dalam pementasan nanti.

Buat G-Readers yang masih penasaran bagaimana keseruan para ‘rocker‘ ini saat ‘mentas’ nanti, bisa menyaksikan pagelaran Wayang Orang Rock Ekalaya [WORE] ini di Stadion Tenis Tertutup, Gelora Bung Karno, Jakarta pada 15 Maret 2014 mendatang. « [teks @BoyMALI | foto @gregbimz]

—————————–

Dokumentasi by Titimangsa Foundation
Photographer Heru Suryoko
Wardrobe Narcssbandit by Olive
Make Up Adi Wahono
Hair Tommy Huang

 

Jikun ‘/rif’ sebagai Durna
Otong ‘Koil’ sebagai Arjuna
Sophia Müller sebagai Anggraini
Stevie Item sebagai Ekalaya

 

SHARE