Robocop, Setengah Drama dan Action

0
370

Kembalinya polisi robot ke layar lebar.

Salah satu adegan film RoboCop. (foto:deathrockstar.info)
Salah satu adegan film RoboCop. (foto:deathrockstar.info)

G-Viewers mungkin tahu dan ingat dengan icon polisi robot yang ngetop di era 80-an akhir? Kini, setelah 27 tahun berlalu, Robocop kembali menjadi perbincangan di masyarakat dunia.

Mengambil latar tahun 2028, ternyata robot sebagai alat kemanan dan pertahanan negara masih menjadi kontroversi di Amerika Serikat, seperti yang selalu disampaikan oleh Pat Novak [Samuel L. Jackson] dalam sebuah siaran televisi berita bahwa warga amerika masih mengalami Robophobic.

Penggunaan polisi robot mulai bisa sedikit diterima hingga sebuah musibah terjadi pada seorang anggota polisi Detroit. Alex Murphy [Joel Kinnaman] yang merupakan seorang anggota polisi dengan reputasi baik di Detroit menjadi korban dari bom mobil yang terparkir di rumahnya. Hampir seluruh anggota tubuhnya hancur. Hanya tersisa jantung, kepala, dan telapak tangan sebelah kiri. [Also read: film kisah nyata perempuan Korea di Prancis]

Kondisi Alex ini diketahui oleh Raymond Sellars [Michael Keaton ], bos dari Omni Corp, sebuah perusahaan pengembang Polisi Robot [Robocop] di Detroit. Dengan bantuan Dr. Dennet Norton [Gary Oldman] sisa organ tubuh Alex Murphy yang tersisa dihidupkan kembali dengan dibuatkan kerangka dan badan baru menjadi sebuah robot polisi.

Clara, istri dari Alex, dan David anak mereka sangat terkejut ketika Robocop ini pulang kembali kerumahnya. Namun mereka bisa menerima kembali kehadiran manusia setengah robot, karena Dr. Dennet Norton memprogram Alex Murphy seperti manusia yang memiliki emosional.

Walaupun lahir sebagai film action, namun drama masih tetap diciptakan oleh sang sutradara Jose Padilha. Ini terlihat jelas saat Dr. Dennet Norton merubah respon sensitifitas emosional Alex, sehingga ia hanya bisa menjalankan tugas untuk melumpuhkan penjahat dan tidak lagi peduli dengan keluarga kecilnya.

Selain itu, berbeda dengan polisi robot yang dibuat tahun 1987 silam, Robocop kini menggunakan baju berwarna hitam dari ujung kepala hingga kaki. Teknologi canggih seperti sensor panas tubuh, senjata moderen hingga identifikasi data kejahatan seseorang secara digital juga terdapat didalamnya.

Di akhir cerita, Robocop akhirnya menyadari ada berbagai macam cara yang dilakukan untuk memusnahkan dirinya bahkan keluarganya. Nah, G-Readers itu tadi sedikit rangkuman cerita dari film Robocop terbaru ini.

Robocop 2

Komentar :

Marcelino Lefrandt [aktor] : Setahu gue sebelum film ini launching kan’ sempet ada keraguan, apalagi yang mau ditawarkan antara penggabungan man and machine, setelah muncul tokoh-tokoh lain semisal Iron Man. Menurut gue ciri khas Robocop tetap kuat dengan dramanya.

Dewi Rezer [aktris]: Filmnya nostalgia banget, ngerefresh ingatan ke Robocop yang lama. Walaupun ada upgrade dengan kostum warna hitam dan teknologi canggih tapi ternyata kostum aslinya yang silver itu tetap ada, itu sih yang bikin seru.

Imam Wibowo [penyiar radio] : Sebuah remake dengan sentuhan yang berbeda. Kalau yang pertama  itu penuh dengan action dan darah, tapi yang baru ini lebih “memanusiakan” sang Robocop, sesuai dengan tren film-flim  “jagoan” versi Hollywood masa kini.  Jadi, menurut gue, film ini Drama + Action= DRAMACTION. Paling asyik itu, they still keep the classic theme song and (finally) the suit.  heumh…, I can’t wait for the sequel« [teks  @boyMali | foto berbagai sumber]

SHARE