Winter’s Tale, Visual Cinta Tiga Zaman

0
122
Adegan Winter's Tale [foto: ist]

Sutradara tetap memiliki benang merah dari ketiga zaman tersebut.

winter tale 2

Akiva Goldsman boleh berbangga hati. Lewat besutannya kini, ia berhasil menyihir penonton lewat film drama fantasi terbarunya yang berjudul Winter’s Tale. Goldsman menyajikan kisah cinta di antara kenyataan dan dunia khayal. Membawa penonton mengelilingi Manhattan dari waktu ke waktu dengan latar lokasi yang sama namun berbeda masa.

Perjuangan Peter Lake [Colin Farrell] memperjuangkan cintanya pada Beverly Penn [Jessica Brown] sungguh mengagumkan. Ia digambarkan mencari tujuan cintanya hingga melewati ruang dan waktu. Peter hadir di masa depan untuk menemukan cinta sesungguhnya.

Goldsman dengan rapi meracik setting visual tiga zaman dengan perbedaan yang kontras. Mulai dari tahun 1910-an, 1960-an, hingga waktu terkini, 2014. Sang sutradara juga tetap memiliki benang merah dari ketiga zaman tersebut.

Selain cerita cinta yang manis namun tragis, film ini juga memiliki keajaiban. Semua penuh dengan kejutan, bahkan di tahun 2014 film ini memperlihatkan seekor kuda terbang, yang digambarkan sebagai seorang malaikat penolong dan sosok kepala gangster yang ternyata adalah sosok iblis, anak buah Lucifer.

Menurut pandangan mata Ghiboo saat mengadakan nonton bareng Winter’s Tale [14/2/14], di Studio XXI EX Plaza, Jakarta, semua penonton dibuat terhenyak. Visual dan juga jalan cerita film ini membuat mata penonton tak lepas dari layar.

Secara keseluruhan film ini sangat kental dengan suasana misterius. Alur ceritanya pun membuat penonton bertanya-tanya. Cerita cinta, namun disajikan tidak ‘menye-menye‘. Jika G-Viewers ingin memiliki pengalaman menonton film cinta yang tak biasa, Winter’s Tale bisa jadi salah satu alternatifnya. [Also read Kesendirian Bondan Prakoso]

winter tale posterSinopsis
Peter Lake [Colin Farrell], seorang pencuri jatuh cinta pada gadis pemilik rumah yang hendak dicurinya. Gadis tersebut bernama Beverly Penn [Jessica Brown]. Tanpa diduga, rasa cintanya itu tak berlangsung lama, karena Beverly mengidap satu penyakit dan mesti hidup dalam kondisi kritis.

Di saat Peter berusaha mendapat kepercayaan orangtua Beverly, Ia harus menahan pil pahit. Beverly meninggal dunia. Ternyata terdapat sebuah keganjilan di balik kematian Beverly.

Kejanggalan itu membuat Peter Lake melewati ruang dan waktu. Ia tiba-tiba berada di masa depan. Ia harus menemukan jawaban tentang rasa cintanya, dan menyelesaikan semua yang tertunda agar dapat hidup dengan tenang dan kembali ke masa lalunya.

The Comments
Mytha Lestari ‘Mama Mia’ – Penyanyi
“Filmnya bagus banget. Kebetulan aku penggemar film drama. Begitu tahu mau nonton ini, aku tanya dulu genrenya apa. Pas tahu drama, ya sudah pas banget. Nah aku suka banget yang fairy tale ‘gitu. Aku sampe nggak ngedip. Dan aku suka banget waktu adegan Peter Lake menang berkelahi. Itu fairy tale banget. Aku suka!”

Lescha Mayseeta – Karyawan
“Hmmm.. kalau gue sih kurang suka filmnya. Soalnya banyak adegan yang nggak logis. Tapi nggak bisa disalahin sih, soalnya itu ‘kan cuma ‘tale‘. Kebetulan bukan tipe film yang gue suka juga sih. Tapi visualnya lumayan bagus. Dan adegan yang paling gue inget itu kuda terbang.”

Sobri – Karyawan
“Film ini beda dari yang lain. Mencampurkan fiksi dongeng dangan kehidupan nyata. Jadi sebenarnya ada semacam keterkaitan ‘gitu sama kehidupan nyata. Gue suka waktu adiknya pemeran utama cewek bilang akan ada keajaiban di ranjang yang sudah dia siapkan. Ternyata ranjang itu benar-benar berguna di masa yang akan datang. Menurut gue ini petualangan cinta yang lain dari yang lain. Nggak mainstream. Jadi pas banget nih munculnya di bulan cinta. Cocok banget kalau cari film alternatif tentang cinta yang lain dari biasanya.” « [teks @nandiyanti]

SHARE