Ade Paloh Sutradarai Film Horor

0
187

Dari soundtrack making ke film directing, ini kata Ade Paloh.

Ade Paloh 1Pria berkumis serta beralis tebal ini terbiasa membius orang dengan petikan gitarnya. Pria yang selalu mengenakan jas dan sebuah caps atau bowler di atas kepalanya ini mahir menghipnotis orang lewat lengking merdu suaranya. Pria yang pandai merangkai imaji menjadi panji-panji kata ini, pun ahli memainkan trumpet ketika di atas panggung. Pria ini dikenal dengan nama Ade Paloh, gitaris sekaligus vokalis band SORE.

Duduk diapit Awan dan Bemby, di bawah remang lampu, wajahnya terlihat menguning. Ketiganya sedang asyik bersenda gurau sambil menyantap BBQ Ribs –yang Bemby anggap cuma sebagai camilan– sambil menunggu waktu manggung di I Like Monday pukul 10.00 malam, di Hard Rock Cafe. Sementara Reza sedang asyik di teras depan, menghisap rokok sembari menikmati kerlap-kerlip kawasan niaga SCBD.

Kata Ade, SORE sedang berusaha merampungkan album terbaru mereka. Sejauh ini baru dua lagu yang selesai digarap. Sementara dia sendiri sedang mengerjakan proyek anyarnya sebagai sutradara untuk sebuah film pendek. Judulnya Mati Suri di Taman.

Ini adalah kesempatan pertama Ade untuk membesut sebuah film. Sebelumnya, pria yang pandai berbahasa Prancis ini hanya mengisi soundtrack-soundtrack film, semisal Pintu Terlarang dan Quickie Express.

Begitulah Ade, sosok pria yang senang jika diberi kepercayaan untuk melakuakan sesuatu, apalagi jika hal itu menantang. “Kalau misalnya tawaran jadi sutradara itu gue tolak, sama saja nggak menghargai orangtua, dong. ‘Kan tiap orangtua pasti ingin sesuatu yang terbaik untuk anaknya. Kurang bagus apa jadi sutradara?” jelasnya sembari tertawa lepas.

Ade Paloh 2Film perdananya itu terinspirasi dari lagu ciptaan SORE, bertitel “Setengah Lima”. Itu akan menjadi sebuah film horor yang out of the box pikirnya. Ade memang tak ingin sesuatu yang mainstream.

“Di film itu,” kata Ade, “setannya nggak bakal interface secara langsung. Itu basi, men. Karena kalo biasa dengan yang interface gitu, justru esensi horornya jadi hilang. Gue nggak bikin yang seperti itu,” tuturnya panjang.

Ade akan mulai mengerjakan film perdananya itu pada pertengahan Maret mendatang. Rencananya, proses pengerjaan itu hanya memakan waktu tiga hari.

Nggak ada ekspektasi gue untuk film ini. Ekspektasi diciptakan hanya untuk membuat putus asa, kalau tidak sesuai dengannya,” paparnya sambil menghembuskan asap rokok ke udara.

“Yang ada hanyalah harapan,” sergah Ade, “Harapan gue dengan film ini bisa membukakan banyak mata, bahwa film horor tidak harus mengedepankan sisi hantu saja.”

Mati Suri di Taman besutan Ade adalah satu dari lima film yang terangkum dalam omnibus Gila & Jiwa yang diproduseri Ria Irawan. Ria dan Ade akan berusaha mengangkat proses pencarian identitas yang biasa dilakukan anak muda. Keduanya akan secara gamblang membeberkan apa itu “Be Yourself!”. Film ini rencananya akan dirilis pada awal 2015. « [teks dan foto @HaabibOnta]

SHARE