Fadly: Kenapa Malu Disebut Petani?

0
1141

“Bercocok tanam adalah pekerjaan yang menumbuhkan harapan.”

Fadly 2

Begitu petuah tua dari Eropa. Ada harapan yang amat besar kepada tanaman, agar ketika dipanen bisa memberi banyak manfaat bagi siapapun. Bukan sekadar dijual lalu mendapat uang atau dimasak lalu dimakan. Pada pekerjaan ini ada segudang makna yang bisa dipetik oleh jiwa. Hati bertugas untuk mecernanya hingga halus, supaya akal bisa menyebarkannya. Ini pula yang disadari Andi Fadly Arifuddin tentang arti bercocok tanam.

Meski sudah jarang manggung di televisi, bukan berarti sudah tidak ada job lagi. Pria yang besar sebagai vokalis Padi ini memiliki kesibukan lain di waktu senggangnya, bercocok tanam. Fadly kini sedang tekun membudidayakan aquaponik di pekarangan rumahnya. Beragam sayur-mayur tumbuh subur, katanya. Mereka semua tangkas, karena bisa hidup di medium yang tidak begitu luas.

Lalu apa itu aquaponik? Sederhananya, aquaponik adalah sistem bercocok tanam yang mengombinasikan akuakultur dan hidroponik. “Ini jauh lebih murah ketimbang hidroponik, makanya saya suka,” katanya sambil melepas senyum. “Wadahnya itu cuma dari barang-barang bekas di rumah aja.”

Tanaman itu tumbuh di medium botol platik bekas, water torn, bath tub, dan lain-lain. Menurutnya, sistem ini dapat menghemat banyak air, jadi cocok diaplikasikan di lahan kering.

Fadly pun bercerita kalau masakan di rumahnya mengambil bahan mentah dari panen sayuran budidaya akuaponik. “Ada cabai, bawang, tomat, pare, timun suri juga ada. Dan semuanya organik. Tanpa pupuk kimia atau pestisida. Jadi semua itu sehat,” tuturnya, “Oh iya ada ikan juga lho. Kalau mau ikan segar, tinggal diserok aja, terus digoreng. Enak… hehehe.”

aquaponik fadly
Budidaya aquaponik di pekarangan rumah Fadly

Sebutan Petani
Pria yang kini aktif sebagai vokalis band Musikimia ini, rupanya juga suka jika disebut sebagai petani. Buktinya, senyumnya langsung membuka lebar saat kami sebut begitu. “Kita itu kan memang terkenal sebagai bangsa agraris, kenapa harus malu disebut sebagai petani? Harusnya justru bangga bisa memberi bahan pangan ke yang lain,” kata pria yang menyukai motor antik ini.

“Kita itu mungkin memang bangsa yang ditakdirkan untuk nyiapin makannya orang lain. Bukan yang lihai menciptakan robot. Sudah dari sejak dulu, orang tua mengajarkan caranya berkebun. Tapi sekarang hal itu dilupakan. Sekarang kita sibuk berkebun di Farmville,” sindirnya.

Ia berharap, semangat untuk berkebun di rumah itu bisa tumbuh kian besar dan diikuti orang lain. Fadly mengaku cemas melihat bahan-bahan mentah yang dijual di pasaran. Pertama itu menggunakan pestisida untuk mencegah hama. Kedua, banyak yang diimpor dari luar negeri. “Kenapa harus impor dari negara tetangga kalau di dalam negeri saja sudah ada? Semoga siapapun yang terpilih tahun ini bisa mengubah hal itu,” katanya dengan nada serius.

Akan sangat menyenangkan jika semua orang mulai paham arti urban farming, katanya. Menanamnya, mengasuh, dan memasaknya sendiri adalah inti dari berkebun. Hal itu sungguh amat luar biasa. “Para pegiat urban farming percaya jika aquaponik adalah solusi masa depan. Karena lahan semakin terbatas, dan sumber makanan berkurang. Aquaponik bisa jadi solusinya karena tidak diperlukan tanah. Sayuran serta ikan dikembang biakkan secara bersamaan. Hemat air, dan tidak perlu mencangkul. Hehehe.”

Sekarang ini ia mengaku sedang berusaha merampungkan bukunya tentang aquaponik. Buku ini rencananya akan ada dua versi. Bentuk fisik, yang bisa dibawa dan dibaca di mana-mana. Dan, bentuk audio book agar bisa didengar.

Selama pengerjaan Fadly dibantu  Dessy Aulia, sang istri. Dessy yang menulisnya sementara Fadly kedapatan mengolah audio book. “Biar istri saya yang menulisnya, dia pintar untuk itu. Kalau saya pintar di bagian audio,” kata suami yang telah menimang empat anak ini.

Malam itu, Fadly yang sudah bercerita panjang lebar tentang aquaponik mohon pamit. Ucapannya tentang berkebun yang telah dilupakan itu rasanya benar. Pun juga dengan kita yang terbiasa mengimpor bahan mentah dari negeri tetangga secara rutin. Lalu, mau sampai kapan? « [teks @HaabibOnta | foto Facebook Fadly]

SHARE