Sin Jin Kwie dalam Wayang Tavip

0
186
Pementasan wayang tavip kisah Sin Jin Kwie [foto: image dynamics]

Sie Jin Kwie sudah pernah dibawakan Teater Koma.

Pementasan wayang tavip kisah Sin Jin Kwie [foto: image dynamics]
Pementasan wayang tavip kisah Sin Jin Kwie [foto: image dynamics]

Dunia boleh semakin maju dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup penghuninya. Tapi, bukan berarti kekayaan seni budaya yang dimiliki dilupakan.

Beruntungnya, di Indonesia, seni budaya masih terus dilestarikan dan dikembangkan oleh para pelakunya agar tidak punah. Seperti pementasan wayang yang baru saja digelar di auditorium Galeri Indonesia Kaya, West Mall, Grand Indonesia, Jakarta, awal Febuari lalu.

Uniknya, pementasan wayang kali ini bukan pementasan wayang kulit, orang, ataupun golek, melainkan Wayang Tavip atau dulu dikenalnya sebagai Gambar Motekar. Wayang Tavip merupakan perkembangan teknik baru dari wayang kulit. Jika wayang kulit hanya tampak berwarna ketika di depan layar, dan dimainkan di balik layar, Wayang Tavip tampil berwarna baik di depan layar ataupun di balik layar.

Pementasan Wayang Tavip yang digelar di GIK kali ini, mengangkat kisah Sie Jin Kwie, seorang pahlawan abad ke-7 zaman dinasti Tang [China], yang ditulis Tio Keng Jian dan Lo Koan Chung, yang kemudian disadur Nano Riantiarno.

Sebelum dituangkan dalam pementasan Wayang Tavip, kisah Sie Jin Kwie sudah pernah dibawakan Teater Koma dalam tiga bagian [2010-2012], yakni Sie Jin Kwie Menolak Anugrah Raja [2010], Sie Jin Kwie Kena Fitnah [2011], dan Sie Jin Kwie di Negeri Sihir [2012].

Dalam pementasan wayang yang didalangi Budi Ros tersebut, cerita diawali sepak terjang Sie Jin Kwie mulai dari kecil, menjadi pendekar, menaiki tangga kemiliteran, hingga menjadi jenderal, dan akhirnya menjadi seorang raja.

Selain menceritakan dengan lengkap kehidupan Sie Jin Kwie, pementasan Wayang Tavip tersebut juga dimainkan dengan berbagai gaya. Sang dalang membawakan pertunjukan dengan gaya jemblungan, yang berarti musik atau gamelan dimainkan oleh mulut. Gaya jemblungan ini pernah hidup dan populer dalam masyarakat Banyumas, Jawa Tengah.

Mengenal Wayang Tavip

Pementasan wayang tavip kisah Sin Jin Kwie [foto: image dynamics]
Pementasan wayang tavip kisah Sin Jin Kwie [foto: image dynamics]

Perlu diketahui, Wayang Tavip bukan termasuk wayang kulit tradisional. Wayang yang semula bernama Gambar Motekar ini merupakan hasil kreasi M. Tavip, dosen Jurusan Teater STISI Bandung pada tahun 1993. Dan, nama Wayang Tavip diusulkan Nano Riantiarno, yang juga merupakan pendiri Teater Koma.

Pertunjukan perdana Wayang Tavip diawali di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Kosambi, Bandung dengan lakon Si Acung di Alam Jelemun, karya Herry Dim [1994]. Lakon yang sama dipentaskan kembali di Gedung Padepokan Seni [1996], dan 2007 di Pasantren Al Mizan, Majalengka.

Wayang Tavip menggunakan bahan transparan, tata cahaya khusus, dan layar khusus. Selain itu, Wayang Tavip mampu memvisualkan bayang – bayang pada layar yang wujudnya tampak jelas, baik bentuk, warna, motif, ornamen sama seperti aslinya.

Layaknya pembuatan film, seluruh tokoh Wayang Tavip yang terbuat dari plastik dan dimainkan hampir mirip dengan wayang kulit itu, mendapat sentuhan teknologi dan menggunakan pencahayaan. « [teks @DonT_D4 | foto image dynamics]

SHARE