Endless Love: Cinta Dimabuk Kepayang

0
1020

 Karena cinta, semua jadi terbutakan.

Endless-Love-4

[dropcap style=’square’]N[/dropcap]ggak percaya? Sering, karena cinta, semua jadi terbutakan. Yang pahit jadi terasa manis, dan yang buruk akan makin terasa indah. Bukan hanya itu, sekalipun ada yang menghalangi bersatunya cinta, maka insan yang sedang dimabuk cinta tersebut akan berusaha untuk mengalahkan segala tantangan.

Sama seperti yang diceritakan dalam film bergenre drama romantis Endless Love, produksi Universal Pictures.

Film yang diperankan Alex Pettyfer [David David Elliot] dan Gabriella Wilde [Jade Butterfield] ini menyajikan 100 persen cerita cinta anak muda, khususnya mereka yang baru merasakan cinta mula-mula.

G-Viewers pasti pernah merasakan jatuh cinta, serta dibuat tergila-gila oleh pasangan Anda kan? Nah, hal inilah yang ditampilkan di awal, hingga pertengahan film Endless Love.

Dipastikan, ketika Anda menyaksikan tokoh David dan Jade mulai dekat-jatuh cinta, hingga menjalani hari-hari bersama dalam film ini, wajah Anda pasti turut berseri-seri, dan rasanya ingin menggenggam erat tangan si dia.

Kemesraan yang ditampilkan dalam film ini bukan hanya didukung dari cerita yang memang sudah diplot seromantis mungkin, tapi pendalaman karakter yang dimainkan Alex dan Gabriella memang mampu menunjukkan bagaimana rasanya jatuh cinta, kasmaran, bahkan sampai emosi kala masalah melanda.

Perhatikan saja, saat scene David dan Jade saling menatap di restoran tempat David bekerja sebagai tukang parkir. Kontak mata dan saling senyum yang ditunjukkan keduanya terasa begitu dalam, seakan-akan ingin menunjukkan adanya perasaan di antara keduanya.

Endless-Love-2

Selain itu, G-Viewers pasti akan kesengsem melihat kemesraan yang ditampilkan David-Jade, yang membuat seakan-akan dunia hanya milik mereka berdua. Terutama pada saat bagian adegan mereka bersenang-senang menghabiskan waktu 10 hari bersama, sebelum Jade masuk asrama magang kedokteran.

Bagian seks? Untuk sekelas Hollywood, film romantis akan terasa kurang mengigit tanpa adegan mesra di atas ranjang. Ya, Endless Love pun menyajikan bagian itu, namun seperti biasa, di Indonesia bagian itu sudah pasti disensor.

Setiap film, tidak peduli genre apapun, pasti memiliki titik konflik menuju klimaksnya. Begitu juga film garapan sutradara Shana Feste ini.

Restu orangtua menjadi tantangan terberat bagi cinta David dan Jade. Ibarat hidup di jaman Siti Nurbaya, perbedaan kasta, faktor ekonomi, dan bibit-bebet-bobot jelas menjadi penghalang terberat dalam menyatukan cinta keduanya.

Rasa sakit karena terpaksa harus kehilangan dan melupakan cinta sejati amat terasa di film ini. Jade harus rela meninggalkan David, agar sang kekasih bebas dari ancaman penjara, dengan cara menuruti keinginan sang ayah, kuliah jurusan kedokteran.

Penonton pun makin teriris saat menyaksikan scene perjuangan David ditinggalkan Jade, tanpa pesan terakhir. Menjalani hidup dengan hampa, dan menyiksa diri dengan terus menerus berlatih tinju.

Namun, sukarnya mendapat restu dari orangtua Jade bukan akhir dari kisah film Endless Love. Sebaliknya, tantangan tersebut menjadi pemanis dalam kisah cinta David-Jade. Atau bisa jadi pembelajaran bagi setiap pasangan yang sedang berjuang mempertahankan cinta, apapun masalah yang mennghalangi.

Endless-Love-1

SINOPSIS
Film remake dari film berjudul sama tahun 1981 ini bercerita tentang kisah cinta antara David Axelrod dengan Jade Butterfield.

Dua insan ini berasal dari kalangan yang berbeda. David, merupakan pria berkharismatik, tapi bukan dari kalangan orang berada. Sedangkan Jade, seorang gadis terhormat yang baru lulus SMA dan berasal dari keluarga kaya raya.

David sudah menyukai Jade sejak keduanya duduk di bangku kelas 10, tapi sayangnya Jade yang tertutup sejak menginggalnya sang kakak tidak pernah menggubris perhatian David.

Sampai akhirnya keduanya lulus SMA, cinta mulai timbul di antara keduanya. Tepatnya, ketika David membuat keonaran di sebuah restoran tempatnya bekerja sebagai tukang parkir. Sikap perkasa David yang berani melawan pelanggan yang semena-mena, ternyata membuat Jade meleleh.

Cinta Jade semakin kuat, ketika David membantu Jade menyiapkan pesta perpisahan SMA di kediamannya, dengan berhasil mengundang teman-teman SMA dan membuat acara perpisahan yang tak terlupakan.

Waktu pun terus berjalan, dan tanpa disadari cinta di antara David dan Jade pun semakin kuat dan tak terpisahkan. Sayangnya, keinginan saling mencinta dan memiliki di antara keduanya tak mendapat sambutan baik dari orangtua Jade, terutama sang ayah, Hugh Butterfield [Bruce Greenwood]. Dengan segala cara, Hugh berusaha keras melarang dan memisahkan David dan Jade. Sang ayah, meragukan masa depan David, dan merasa David memiliki masa lalu yang buruk.

Kedengarannya pahit ya. Bagaimana ending-nya? Ingin tahu lengkapnya cerita Endless Love? Jangan sampai nggak nonton film ini di bioskop kesayangan kamu.

poster endless love

The Comments:
Fitri Rosi, 25 tahun, karyawan swasta, @missoci
“Para pemainnya cukup mengesankan, benar-benar seusai dengan karakter film. Saya suka saat adegan David-Jade jalan-jalan menyenangkan selama 10 hari.”

Dara Caryn, 20 tahun, mahasiswa, @DRcaryn
“Filmnya bagus banget. Konfliknya juga dapet banget, apalagi love story-nya, very inspiring. Gue suka pas David kabur-kaburan dari ayahnya Jade.”

Rama, karyawan swasta, @ramoygober
“Kalau menurut gue film ini agak berlebihan dari segi cerita soal drama percintaannya, karena terlalu banyak konflik, jadi capek nontonnya, dikit-dikit berantem. Imbasnya adalah filmnya jadi nggak fokus karena hampir semua karakter punya masalah sendiri-sendiri. Alur ceritanya juga terlalu cepat sudah bisa ditebak ending-nya. Tapi, overall sih cukup bagus. Kalau untuk remaja sih pas, memang ceritanya juga kan masa-masa remaja.” « [teks @Dont_d4]

SHARE