The Peacekeeper From Indonesia

0
449

 Luigi Pralangga dan peluang karier di PBB.

Dari segelintir orang sipil Indonesia yang bekerja di PBB dan misi pemulihan perdamaian di daerah konflik, tercatat nama Luigi Pralangga. 

Pengantar Redaksi:
Sebelum memulai kisah ini, kami harus jujur kepada Anda, G-Readers. Ini adalah liputan panjang kami yang terlambat ditayangkan. Mestinya laporan ini disajikan ke hadapan Anda pada medio bulan lalu, ketika lembaran 2014 baru saja dibuka. Terlambat? Mengapa? Karena liputan ini mengharuskan Managing Editor @Tomi_Nala dan Editor @innesspw masuk ke jantung pertahanan musuh, terjun ke daerah konflik, dan berkutat dengan desingan peluru. Hah? Sebegitunya? Nggak juga sih. Terlalu lebay, kalo kami harus bilang seperti itu. Yang benar, dua personel tim redaksi kami ini sedang banyak didera tugas editorial yang berat. Alhasil, liputan panjang ini jadi terlambat sampai ke tangan Anda. Well, sebelum kami keterlaluan, silakan menikmati reportase ini. «

Courtesy of media.npr.org
Courtesy of media.npr.org

“ALPHA TANGGO, this is Charlie Mike Zero-Five, message over!”

Charlie Mike Zero-Five, send over…

Roger Alpha Tango, the bulls have left the barn heading for Echo-Niner, ETA Echo Tango Zulu in Three Mikes, over…

Roger Charlie Mike Zero-Five, out!”

Pukul 7 pagi, konvoi tujuh kendaraan armored [tahan peluru] dimulai dari Base Charlie Zulu menuju Delta Sierra pada Provinsi Al Anbar, Irak. Komandan konvoi pun sudah memberikan Convoy Brief berupa rute, formasi konvoi, dan kemungkinan keadaan darurat yang akan dihadapi.

Perjalanan konvoi dimulai dari area perkotaan. Kemudian memasuki daerah perbukitan dengan alur jalan berkelok-kelok. Pemandangan di kanan-kiri jalan adalah padang gurun berbatu cadas. Gersang. Panas terik.

Memasuki koordinat Zulu-Papa, tiba-tiba konvoi kendaraan mendapat serangan bom yang dipasang di sisi jalan rute konvoi [roadside bomb]. Kendaraan kedua menerima guncangan terkuat dari serangan bom tersebut dan hampir keluar jalur.

Emergency..emergency…! Alpha Tango this is Charlie Mike-Zero-Five, we have been attacked by roadside bomb at coordinates Zulu-Papa… All vehicle commanders report to Mike Zero-Five on Damage Status, over…Crrrk!”

Sambil menunduk, saya menengok ke belakang dan menghitung jumlah kendaraan yang masih terus mengikuti konvoi. Laju kendaraan menjadi lebih cepat sambil berupaya menjauh dari daerah serangan.

Di channel VHF terdengar ricuh laporan dari masing-masing vehicle commander, menginformasikan bahwa tak ada personel yang cedera. Memasuki tikungan menanjak, tiba-tiba dari depan muncul kendaraan hummer dengan senapan mesin di atas roof-nya.

Courtesy of CNN
Courtesy of CNN

Seorang berada di belakang pelatuknya. Hummer itu berusaha mencegat dan memotong laju kendaraan konvoi, kemudian berusaha menghentikan iring-iringan. Dalam waktu kurang dari 5 detik, hummer lain yang serupa dan truk-truk yang mengakut personel mulai muncul dari balik bukit.

Lima kendaraan konvoi milik Persatuan Bangsa Bangsa [PBB] ini pun terperangkap. Hanya dalam hitungan detik, masing-masing kendaraan PBB sudah dikepung personel bersenjata dengan seragam militer dan terus berteriak-teriak dalam bahasa Arab.

Saya tidak mengerti apa yang mereka teriakkan. Satu hal yang saya pahami adalah mereka meminta kami semua keluar dari kendaraan, sambil terus menggebrak-gebrak kaca dan pintu.

Walaupun berada dalam kendaraan tahan balistik, tetap saja ada rasa shock dan mencekam. Para staf wanita yang menjadi bagian dari tim inspeksi panik dan ikut berteriak ketakutan. Tanpa sadar, salah satu staf yang panik dan ketakutan membuka salah satu pintu kendaraan.

Drama baru dimulai. Kami semua digiring keluar, persis drama penculikan bak film laga layar lebar itu—bedanya kali ini adalah: saya sendiri yang mengalami adegan itu.

Baju saya direnggut dan tubuh saya dihempaskan ke tanah. Bobot badan ini sudah berat, ditambah lagi personal protection equipment berupa rompi balistik dengan berat hampir 20 kilogram ditambah helm baja.

Saya disandera. Dalam sekejap kantong hitam menyelubungi kepala. Saya berusaha tidak panik dan berusaha bernafas normal. Kalau tidak, saya bisa semaput. Atau lebih gawat, nyawa saya melayang.

Alhamdulillah, drama penyergapan, penyerangan, dan penculikan itu berakhir sesuai skenario. Ya ini adalah skenario dari rangkaian pelatihan di lapangan bagi para staf PBB sebelum bertugas diterjunkan ke Irak.

Di sinilah saya sekarang, di Kuwait City, bertugas untuk United Nations Assistance Mission for Irak [UNAMI]. Saya, Luigi Pralangga, sipil dari Indonesia, bekerja untuk PBB.

***

1
2
3
4
5
6
7
8
9
SHARE