Street Society: Pameran Mobil Mewah

0
1687

 Hollywood punya film Fast and Furious

Street Society Movie 1

[dropcap style=’square’]M[/dropcap]elihat industri film tanah air keluar dari zona genre mainstream, seperti film horor plus adegan bokep-nya, atau film tentang cinta-cintaan saja, kini bukan sekadar utopia. Pasalnya, sudah hadir di layar lebar film yang menampilkan konsep cerita beda, dan berani menonjolkan ornamen mewah di dalamnya.

Kalau Hollywood punya film Fast and Furious, Jepang punya film Initial D, kini Indonesia juga tak mau kalah, lewat film Street Society. Film besutan sutradara Awi Suryadi ini mengambil genre laga otomotif.

Bisa dibilang genre film laga otomotif memang sangat jarang dilirik pasar film Indonesia. Dan, di tengah ketidakjelasan minat pecinta film lokal, Street Society berani menampilkan kebut-kebutan di layar lebar Indonesia.

“Ini tantangan terbesar saya sebagai filmmaker. Tapi saya sangat menghargai tantangan yang diberikan, terlebih karena tak banyak produser/rumah produksi yang berani bermain di genre ini,” ungkap sang sutradara, beberapa waktu lalu.

Selain menonjolkan aksi balapan mobil, film yang diperankan Marcel Chandrawinata dan Chelsea Elizabeth ini juga menampilkan deretan mobil mewah dengan harga selangit, hingga mobil berkecepatan super.

Kurang lebih ada 30 mobil mewah yang dihadirkan dalam film Street Society, di antaranya Lamborghini, McLaren, Ferrari, Bentley, Rolls Royce, Porsche, BMW, KTM, Aston Martin, Mercedes Benz, GT-R, Ducati, dan lainnya.

“Selain memberikan pilihan genre, tema ini diangkat untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang aman juga indah, serta exotic. Buktinya, banyak orang-orang dengan kemampuan membeli super car di Indonesia, bisa mengendarai super car-nya dengan rasa aman sambil berwisata menikmati keindahan alamnya,” ujar Awi.

“Karena itu, dengan menonton film Street Society ini, para investor akan percaya dan nyaman untuk berinvestasi di Indonesia,” jelas Eryck Wowor, produser film Street Society.

Marcel tak takut bernasib seperti Paul Walker

Street Society Movie 2
Pastinya dibutuhkan kemampuan mengemudi di atas rata-rata, untuk mengendalikan super car yang berseliweran di film Street Society ini. Hal ini juga sudah dilakukan pemeran utama dalam film, Marcel Chandrawinata.

Kepada Ghiboo, pria kelahiran Jerman, 26 Maret 1987 ini mengungkapkan bila dirinya terlebih dahulu diberi pelatihan khusus mengendarai mobil mewah, serta melakukan latihan sendiri di lapangan Sirkuit Sentul, Bogor.

Gue memang dikasih waktu buat latihan mobil khusus film Street Society itu enam kali. Selain itu gue punya teman yang memiliki mobil seperti ini, dan dia mengijinkan gue buat nyetir dengan benar. Gue pakai jalanan Sentul buat latihan mobil balap ini. Kira-kira sebulan, karena harus menyamakan jadwal gue dan Sentul,” ujar Marcel.

Selain latihan nyetir kendaraan tipe super car, demi film Street Society, Marcel juga mempelajari beladiri Muay Thai. “Ada adegan fighting. Gue baru pertama kali adegan seperti ini. Gue harus latihan Muay Thai dan itu menguras tenaga sekali,” tambahnya.

Muda, tampan, dan jadi bintang utama dalam film laga otomotif, mengingatkan kita pada Paul Walker, aktor Hollywood pemeran Brian O’Connor di Fast and Furious, yang harus meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas dengan mobil super car juga.

Street Society Movie 4

Saat Ghiboo singgung mengenai nasib Paul Walker, yang sukses bermain di film laga otomotif, tetapi mengakhiri hidup di mobil super car, Marcel menjawab dengan tegas. “Nggak takut, karena sudah tahu cara nyetir yang benar, nggak usah kebut-kebutan juga sih.

Menurut gue cara nyetir [mobil super car] yang baik  adalah dengan pelan-pelan dulu. Kalaupun di area yang kosong dan memang sesuai, ngebut nggak apa-apa kok. Initinya gue nggak takut apa yang terjadi dengan Paul bakal terjadi dengan gue, karena gue memang nggak suka kebut-kebutan. Kalaupun mau ngebut ya di sirkuit aja,” paparnya.

Sama halnya dengan Marcel, pemeran utama wanita di film ini, Chelsea Elizabeth juga mengaku mendapat pembekalan khusus untuk perannya sebagai Karina, seorang DJ cantik.

“Untuk film ini, aku harus belajar bagaimana nge-DJ, dan aku diberikan waktu dalam seminggu untuk bertukar pikiran dengan DJ-DJ, dan memang sudah disiapkan untuk belajar nge-DJ,” ucap wanita cantik yang pernah menjadi bintang video klip band Noah ini.

Selain Marcel dan Chelsea, film yang telah memakan proses shooting selama 40 hari ini, juga turut dibintangi sederet aktris dan aktor tanah air lainnya seperti Edward Gunawan, Edward Akbar, Wulan Guritno, Ferry Salim, Senk Lotta, Marcelino Lefrandt, dan Leroy Oesmani.

Sinopsis

Street Society Movie 8
Street Society menceritakan kisah seorang pemuda asal Jakarta bernama Rio [Marcel Chandrawinata], yang memiliki talenta balap luar biasa. Aksi balapnya selalu membuat pembalap rivalnya, Nico [Edward Gunawan] pembalap asal Madura penasaran menjajal kemampuan Rio.

Adu balap di antara Rio dan Nico pun akhirnya dihelat di Jembatan Suramadu, dan dimenangkan oleh Rio. Karena merasa dipermalukan, Nico kembali mengajak adu balap Rio di tempat asalnya, Jakarta. Namun Rio menolaknya, dan lebih memilih untuk pulang ke Jakarta tanpa masalah.

Setibanya di Jakarta, Rio berkenalan dengan Karina [Chelsea Elizabeth], seorang DJ cantik dan berbakat. Ternyata kehadiran Karina, telah mengubah hidup Rio, dan membuatnya bertekad berhenti dari kebiasaan adu balap.

Namun, di tengah keharmonisan hubungan Karina dan Rio, muncul Yopie [Edward Akbar], pemuda yang mempunyai maksud tertentu terhadap Rio, dan memiliki latar belakang kisah ayahnya yang terlibat dengan mafia.

Dan, ternyata Nico adalah anak mafia yang membuat ayah Yopie meninggal. Dari sinilah timbul keinganan Yopie untuk membalas dendam, dengan cara menculik Karina, dan memaksa Rio untuk membantunya melawan Nico lewat adu balap Street Racing.

Di satu sisi, Rio sudah berjanji tidak akan melibatkan diri dalam aksi balap. Namun, akankah Rio terpaksa melibatkan diri demi menyelamatkan Karina dan membantu Yopie untuk menjebak Nico dan ayahnya? Saksikan film Street Society di bioskop Indonesia. « [teks @DonT_D4 | foto Courtesy of streetsociety.com]

SHARE