Deedee The Savvy Flashpacker

0
198

Flashpacker ini telah menghasilkan tiga buku berkonsep gaya koper otak ransel.

Flashpacking Book 22

Tiga buku sudah dibuatnya. Detail, mengalir lancar, dan bahasanya amat komunikatif. Berawal dari kisah perjalanannya yang ditulis dalam blog, Deedee Caniago The Savvy Flashpacker [flashpacker yang berkomitmen bahwa tujuan dan pengalaman itu yang lebih penting] kemudian mendapatkan tawaran untuk membukukan cerita-ceritanya itu dalam buku.  [apa itu flashpacker baca di “Wisatawan Flashpacker”]

“Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memilih penerbit yang saat itu paling menarik penawarannya,” ujarnya dalam surat elektronik kepada Ghiboo.

Saking semangatnya, penggemar Alex & Sierra ini menyelesaikan buku pertamanya, Flashpacking To Australia [2010] dalam tiga bulan. But it’s not happy ending, karena teman seperjalanannya saat ke Australia, menerbitkan terlebih dahulu buku serupa, dan tulisan itu berdasarkan apa yang Deedee share ke dia. What???

“Saya sempat down, dan menunda launching dan mengubah total konsep tersebut,” katanya lagi. Akhirnya Flashpacking To Australia terbit beberapa bulan setelahnya yakni, Mei 2010.

Kejadian itu membuat Deedee mulai bisa membedakan mana kawan mana bukan, serta mengajarinya untuk lebih bersabar. Penggemar film Before Sunrise ini mengatakan, “Money, fame, & fortune can destroy your beautiful friendships.”

Keinginannya untuk menulis masih tinggi. Namun karena kegiatan kantor yang semakin sibuk, dua buku selanjutnya lumayan berjeda cukup lama. Flashpacking Keliling Indonesia terbit Juni 2011 dan Flashpacking To London meluncur ke publik pada Mei 2013.

Ucapnya, masih ada dua proyek buku lagi yang masih dikerjakannya.

dd2

Bagi Public Relations sebuah perusahaan minyak internasional ini, semua buku traveling menarik, dan setiap perjalanan wisata punya kesan masing-masing.

Meski sudah ke mana-mana, namun lima tempat ini pengin banget dikunjunginya. Dan mungkin salah satunya juga menjadi tujuan Anda.

1. Rusia – “Obsesi dari kecil”
2. Nepal – “Adventure, pemandangan dan kegiatan outdoor-nya”
3. Flores – “pengin cobain over land dan living on board-nya”
4. Belanda – “dulu kuliah ambil Sastra Belanda. Waktu ke Eropa malah nggak sempet mampir ke Belanda”
5. New Zealand [lagi] – “karena waktu ke New Zealand nggak kesampaian ke suatu spot di Selandia Baru, Bluff –titik paling rendah di dunia– paling dekat dengan Laut Antartika.

Bila ingin mengenal Savvy Flashpacker ini lebih jauh, ikuti jejaknya di @DeedeeCaniago dan pantau blognya di deedeecaniago.blogspot.com. « [teks @bartno | foto @deedeecaniago]

SHARE