Panjang Umur dengan Kedelai

0
187

Temukan kebaikan dari kacang kedelai.

SOYBEANS(2)

Kacang selalu menjadi kambing hitam sebagai pemicu timbulnya jerawat. Namun setelah membaca artikel ini, sebaiknya Anda mulai berpikir ulang untuk menjauhi kacang-kacangan.

Sebagai super food, kacang-kacangan memiliki banyak keistimewaan. Dari sejumlah penelitian terungkap, kacang-kacangan kaya akan antioksidan, omega-3 dan omega 6, serat, protein, mineral, dan lemak baik.

Salah satu jenis kacang-kacangan yang baik untuk tubuh adalah kacang kedelai. Menariknya, kacang kedelai bisa dibuat berbagai olahan baik menjadi makanan atau minuman. Makanan olahan dari kedelai juga memiliki kandungan nutrisi yang baik walaupun melalui proses fermentasi. Intinya, kacang kedelai atau olahan dari kedelai sama-sama bermanfaat bagi tubuh, asalkan olahan dari kedelai tidak disimpan lebih dari tiga hari dari kulkas.

“Semua makanan itu baik, apalagi kalau yang organik. Hindari makanan yang mengandung pestisida. Alami itu lebih baik,” ungkap pakar kesehatan dr. Sonia Wibisono dalam sebuah acara.

soymilk editManfaat Kedelai
1. Memperpanjang umur
Menurut dr. Sonia Wibisono, kacang kedelai memiliki tingkat antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan ini dibutuhkan tubuh untuk menangkal racun berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

“Setiap hari kita terpapar racun, mulai dari asap rokok, polusi udara, gorengan hingga make up. Racun-racun ini tentu membahayakan. Oleh sebab itu harus ditangkal dengan antioksidan,” jelas dr. Sonia.

Dr. Sonia menambahkan mengonsumsi kedelai setidaknya 500 gram atau setara dengan 100 gram tahu secara teratur menjadi investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko terkena diabetes, penyakit jantung, jantung koroner, dan tentunya membantu menjaga berat tubuh.

2. Mencegah efek menopause
Dibandingkan tumbuhan lain, kedelai memiliki keistimewaan lain, yaitu fitoestrogen. Hormon ini merupakan senyawa di dalam tanaman yang memiliki aksi estrogen yang dapat memacu tingkat estrogen dalam tubuh.

Selama menopause, level estrogen akan menurun. Namun, asupan fitoestrogen dari kedelai dapat menaikkan tingkat estrogen, sehingga membantu meringankan gejala menopause, seperti hot flashes, insomnia, dan mood swing. Bahkan, fitoestrogen dalam kedelai meningkatkan kepadatan tulang pada wanita dan memberikan perlindungan terhadap osteoporosis.

3. Menjaga berat badan
Susu kedelai dianggap lebih baik karena memiliki kandungan lemak tak jenuh sehingga membantu menurunkan tingkat kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Selain itu, kandungan zat besi dalam susu kacang kedelai lebih tinggi dibandingkan dalam susu sapi. Probiotik Oligasccharides yang terdapat dalam kedelai juga bisa mengatasi masalah sembelit dan melancarkan BAB.

4. Bikin awet muda
Fitoestrogen juga membantu tubuh memproduksi estrogen lebih banyak yang dapat mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti bintik-bintik gelap, garis-garis halus dan kerutan di wajah. Selain itu, kedelai bisa menjadi pelembab terbaik untuk kulit wajah kombinasi karena dapat melembabkan kulit kering, serta mengurangi kelebihan minyak pada kulit berminyak.

5. Memperlancar ASI
Kedelai mengandung fitoestrogen yang membantu ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI, terutama bagi ibu menyusui yang bekerja. “Bekerja dapat menurunkan produksi ASI. Untuk mengatasinya sebaiknya banyak konsumsi kedelai,” saran dr. Sonia.

Mitos vs Fakta
Q: Benarkah pria yang mengonsumsi kedelai merubah pribadiannya menjadi lebih ‘lenjeh‘?
A: Salah. Memang, tubuh pria lebih lebih didominasi dengan hormon testosteron, meskipun sebenarnya terdapat estrogen dalam jumlah rendah. Ketika pria mengonsumsi kedelai tentu tidak akan meningkatkan tingkat estrogen seperti layaknya wanita. Kedelai hanya membantu menyeimbangkan tingkat estrogen dalam tubuh pria.

“Jadi sebaiknya pria tetap memakan kedelai mengingat pria memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan wanita. Kedelai sudah terbukti menurunkan kolesterol jahat dan menaikkan kolesterol baik. Selain itu, kedelai juga membantu melancarkan BAB dan mencegah kanker,” ungkap dr. Sonia.

Q: Benarkah sumber makanan nabati diyakini lebih menyehatkan dibandingkan hewani [sapi, ayam atau kambing]?
A: Selain segala kebaikan nutrisi yang sudah disebutkan di atas, ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa orang yang kebanyakan mengonsumsi sumber makanan hewani cenderung lebih emosional. Hal ini disebabkan saat susunya diperah, sapi dalam keadaan tertekan dan marah. Tentu saja, hal ini sangat berpengaruh sekali terhadap kualitas susu yang dihasilkan. “Sementara mereka yang mengonsumsi sumber nabati cenderung lebih kalem,” tambah dr. Sonia. « [teks @innesspw | foto berbagai sumber]

SHARE