Pengaruh Musik Dave Koz

0
145

“Musik saya pernah mengubah hidup seseorang.”

dave koz 2“Selamat siang, apa kabar?” sapa Dave Koz menggunakan bahasa Indonesia. Ia menyapa Ghiboo, satu dari enam wartawan yang berkesempatan mewawancarainya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Saxophonist jazz asal California, AS, ini memang dikenal punya kepribadian yang ramah. Ini kali kedua Ghiboo bertemu dengannya secara langsung, dan juga dalam kaitannya sebagai penampil di Java Jazz Festival.

Kiprah musik profesional Dave dimulai tahun 1990. Catatan di situs Wikipedia, ia telah menelurkan 14 album musik lebih. Simak obrolan dengan Dave Koz berikut:

ceritakan tentang kolaborasi bersama Ruth Sahanaya [Uthe] dong?

Uthe itu sahabat lama saya. Saya lihat dia beberapa tahun lalu di Los Angeles. Kami pernah rekaman bersama untuk lagu Keliru. Saya sangat suka lagu itu. Lagu yang sangat indah. Melodinya sangat indah.

Dan banyak lagu juga musisi Indonesia yang sangat bagus. Penduduknya pun luar biasa. Itu yang membuat banyak orang Amerika mau datang ke Indonesia dan berbagi musik. Ruth sendiri memiliki bakat yang mengagumkan dan sangat manis.

Saya senang Uthe karena dia mungil. Wanita berbadan mungil dengan kemampuan yang sangat luar biasa besar.

sejak kamu berkolaborasi dengan Ada Band, apakah ada rencana untuk berkolaborasi dengan musisi Indonesia?

Semua kolaborasi yang pernah saya lakukan dengan musisi Indonesia selalu menakjubkan. Begitu juga Ada Band dengan lagu “Manusia Bodoh”. Dan kalau tidak salah setahun yang lalu saya juga berkolaborasi dengan musisi muda jalanan yang bernama 57kustik dari Bandung.

Sebenarnya Dewi Gontha [Presiden Direktur Java Jazz Festival Production Рred] pernah mengirim email sebelum saya datang ke Indonesia dua tahun lalu dan menyampaikan kalau Dewi melihat 57kustik di jalanan dengan talenta yang hebat.

Dewi menawarkan untuk saya berkolaborasi dengan mereka. Lalu saya menjawab dengan yakin, tentu saja. Sangat mengagumkan melihat anak kecil dengan talenta bermain biola yang luar biasa. So, kami menjalani waktu yang sangat baik, melakukan beberapa pertunjukkan bersama.

Jadi semua kolaborasi yang pernah saya jalani dengan musisi Indonesia sangat menakjubkan dan bermanfaat. Itu yang membuat saya ingin kembali melakukan kerjasama dengan musisi Indonesia. Tapi untuk saat ini belum ada rencana kembali.

dave koz 3bagaimana pendapat kamu tentang perkembangan musik di seluruh dunia saat ini?

Menurut saya, saat ini adalah waktu yang sangat menarik untuk musik. Karena seseorang di kota kecil dapat meng-upload lagu di YouTube yang menjadi terkenal di seluruh dunia. Itu salah satu demokrasi dalam musik yang belum pernah ada sebelumnya.

Dulu harus ke perusahaan rekaman dan harus punya kontrak. Tapi sekarang jika kamu punya bakat yang spesial pasti kamu bisa. Apalagi ada YouTube yang menjadi salah satu cara yang hebat untuk mengembangkan musik.

ghiboo sempat mendengar kolaborasi kamu dengan [musisi jazz] Scott Bradlee beberapa waktu lalu. Kolaborasi yang sangat unik. Bisa ceritakan tentang kolaborasi itu?

Scott adalah salah satu artis yang terkenal lewat YouTube dan sudah jutaan orang melihat videonya. Dia datang dengan ide mengkover banyak lagu popular seperti dari Miley Cyrus, Britney Spear, Pink dan lainnya tetapi dengan style musik tahuhn 1930an.

Jadi jika kamu menonton film The Great Gatsby, ya style nya seperti itu dan Scott menyebutnya Postmodern Jukebox. Kemudian, Scott mengatakan kalau dia mendapat ide menarik untuk berkolaborasi dengan saya. Ini adalah hal baru bagi saya, dengan segmen yang berbeda dari sebelumnya. Dan itu yang menjadi poinnya.

Menurut saya, sangat baik untuk terbuka dalam kolaborasi. Saya sangat senang dengan pengalaman tersebut.

sekarang ini banyak penyanyi baru bermunculan, bagaimana dengan para saksofonis muda?

Menurut saya saksofon sangat popular, apalagi di Jepang. Dan kebanyakan diminati oleh gadis muda. Seperti teman saya Mindi Abair merepresentasikan kekuatan dari wanita. Tidak hanya mencari uang sebagai musisi tetapi juga menjadi figur wanita yang memainkan instrumen di mana didominasi kaum pria sejak dahulu.

Namun dia menunjukkan betapa kuat dan agresif yang juga ada sisi feminin. Dan itu menjadikan kombinasi yang menarik. Menurut saya dia adalah contoh bagi banyak wanita dalam hal power. Saksofon sendiri tidak akan pernah ketinggalan zaman untuk mengkspresikan emosi.

ghiboo juga mendengar kalau kamu akan mengadakan “Tour at Sea”. Bisa ceritakan proyek tersebut?

Kami akan melakukan pelayaran tahun ini dari tanggal 5 – 12 September 2014 dimulai dari Vancouver, Canada dan berlayar ke Alaska. Di sana akan tampil dengan artis yang luar biasa. Akan penuh dengan para pecinta musik jazz dan kami akan berlayar bersama-sama.

Tahun lalu ada 3000 orang dari Eropa yang dimulai dari Sisilia, Yunani. Artis yang akan tampil ada Chris Botti, Jonathan Butler, Bobby Caldwell, Oleta Adams, Mindi Abair, Gerald Albright, dan masih banyak lagi. Ini akan menjadi perjalanan yang luar biasa.

selain menjadi musisi, kamu juga menjadi presenter televisi dan radio. Yang mana yang paling kamu sukai?

Musik adalah asal saya. Menurut saya musik itulah yang mengendalikan diri saya. Saya juga sangat enjoy saat harus menjadi presenter tv dan radio. Tetapi yang paling saya cintai adalah bermain saksofon.

Saya juga akan membuka restoran di Beverly Hills, dan saya mengundang untuk datang makan malam di restoran Spaghettini & The Dave Koz Lounge nanti.

pernahkah musik kamu mengubah hidup seseorang?

Ketika mereka sedang jatuh cinta, saya dikirimi email juga Twitter dan mereka mengatakan bahwa musik mempengaruhi hidup mereka. Inilah alasan kenapa semua musisi benar-benar membuat lagu dengan sepenuh hati. Lagu tersebut bisa menghubungkan satu dengan yang lainnya, itu perasaan yang saya menyenangkan. Jadi, ya musik saya pernah mengubah hidup seseorang. [teks @shintaasarass | foto @Tomi_Nala dan @mirzablue]

SHARE