300: Rise of an Empire, Dendam dan Perang

0
518

Siapa pemenangnya, Yunani atau Persia?

300 2Ratu Gorgo [Lena Headey] bercerita kepada seorang pria tentang Battle of Marathon. Dalam pertarungan, Raja Darius 1 [Yigal Naor] dari Persia terbunuh di medan perang. Dadanya tertusuk anak panah yang dilepaskan Jenderal Athena, Themistocles [Sullivan Stapleton].

Anak Darius, Xerxes [Rodrigo Santoro] menjadi saksi tewasnya sang ayah. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, sang ayah berpesan untuk tidak melanjutkan perang karena “hanya dewa yang bisa menaklukan bangsa Yunani.”

Dari kematian Darius, kita kemudian disuguhkan upaya Xerxes dan Komandan Persia, Artemisia [Eva Green], untuk balas dendam. Xerxes ‘disulap’ rayuan Artemisia dan muncul sebagai “Raja Dewa”. Lantas apa yang terjadi setelahnya: perang, perang, perang dan ceceran darah — entah berapa liter darah yang disiapkan untuk film ini.

300: Rise of an Empire merupakan lanjutan 300 [2006] arahan sutradara ternama Zack Snyder. Namun di film kedua, Snyder menyerahkan posisinya ke tangan Noam Murro. Meski begitu, skenarionya tetap buah pikiran Snyder.

Bila kita pengagum karya Snyder macam Man of Steel dan 300 sendiri, mungkin bertanya bagaimana kualitas 300: Rise of an Empire? Siapa Noam Murro?

300 4 300 3Awesome, penilaian kami. Dan soal Murro, walaupun belum pernah mengarahkan film sekaliber box office, tapi berkat film ini setidaknya ia mencetak prestasi baru: ya portfolio box office. Data boxofficemojo, dipemutaran akhir pekan pertama, 300: Rise of an Empire menduduki posisi teratas dengan pendapatan 45 ribu dollar AS.

Ini film dewasa. Sepanjang 102 menit [versi originalnya], kita dimanjakan pertempuran sadis antara pasukan Yunani melawan Persia. Kita menyaksikan secara vulgar kepala orang dipenggal, darah muncrat ke kamera — disajikan dengan teknologi 3 dimensi. Dada ditusuk pedang. Kapal terbakar, meledak. Tombak berterbangan. Seterusnya, ya sekali lagi: perang, perang dan perang.

Siapa pemenangnya? Yunani atau Persia? Film yang diadaptasi dari novel grafik Xerxes ini bisa Anda saksikan di bioskop Indonesia.

300 1The Comments:

Surya Saputra, Aktor, @suryasaputra507
“Film tadi keren. Gue udah ngikutin dari awal film ini. Kan memang susah ya bikin sekuel film, dan film ini gue anggap berhasil. Pokonya film ini recommended banget”

Oka Antara, Aktor, 32 Tahun, @okaantara
“Kebetulan gue nonton film yang pertama, dan ini sekuelnya hadir setelah beberapa tahun kemudian. Jadi, bikin memori gue nge-recall tentang film 300.

Yang menarik dari film sekuelnya ini, ketika raja-raja Persia itu mau mengakusisi Athena, nggak hanya menceritakan setelah 300 itu kalah. Kalau secara action koreo bagus, tapi gue masih suka 300 yang pertama, karena banyak pertarungan yang bersifat individual, yang ini lebih kolosal.”

Cynthia Lamusu, penyanyi, 35 tahun, @cynthialamusu
“Film 300, dari film pertama dan kedua ini masih menonjolkan sisi humanisnya, bagaimana keyakinan seseorang untuk membela negara. Film keduanya ini aku suka banget alur ceritanya. Karena biasanya sekuel itu menyajikan cerita kelanjutannya.

Tapi ini sedikit flashback, bahkan disinilah perjuangan sang Ratu Sparta, Gorgo baru dimulai. Kalau dari sajian teknologi efeknya, lebih bagus film yang kedua, karena peperangannya dimainkan di laut.” [teks @Dont_D4 | foto berbagai sumber]

SHARE