11 Situs Ritual Caleg Jelang Pemilu

0
826

 Ada-ada saja kelakuan Caleg, mereka malah pergi semedi!

pesugihanTak lama lagi, rakyat Indonesia akan memilih lagi wakilnya. Tanggal 9 April 2014 dihelat sebagai gelaran Pemilihan Umum Legislatif. Ajang lima tahun –yang digembar-gemborkan sebagai pesta demokrasi rakyat ini, bakal diikuti 15 partai politik. Mereka akan berlomba-lomba menjadi wakil rakyat. Boleh jadi, ini juga akan jadi laga saling sikut, serobot, dan tohok demi memperebutkan 560 kursi parlemen yang tersedia dari Sabang hingga Merauke. Dan ujung dari semua kegiatan ini akan merujuk kepada satu kursi pamungkas di atas semua itu: Presiden RI.

Beragam cara dilakukan para Calon Legislatif [caleg] demi bisa meraih simpatisan. Misalnya pasang poster atau spanduk selfie di jalan-jalan protokol. Ada juga yang beriklan di beragam media elektronik. Yang berkocek tebal, tentu membuat konser akbar. Lengkap dengan suguhan penyanyi dangdut hot dan atribut lainnya seperti baju, topi, bendera, dll.

Hmm.. tapi apa dengan cara itu saja mereka mampu menang? Menyewa jasa buzzer politik untuk berkicau di media sosial? Bisa saja, tapi pasti belum cukup. Baru-baru ini ada beberapa Caleg yang tertangkap basah sedang melakukan ritual di situs-situs keramat supaya bisa menang. Itu sah-sah saja. Toh belum ada regulasi yang menetapkan pelarangan minta bala bantuan para penghuni alam lain.

Tidak semua Caleg begitu, tentu saja. Dan data yang Ghiboo kumpulkan ini boleh jadi hanya seujung kuku dari seluruh situs yang biasa digunakan untuk kegiatan ziarah macam itu. Ini bukti bahwa kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut orang-orang zaman dulu, masih mengakar di masyarakat –yang katanya– modern ini. Well, berikut ini adalah 11 situs yang disinyalir menjadi lokasi ziarah dan persemedian para Caleg agar bisa lolos menjadi wakil rakyat: 

1. Sanghyang Sirah

sanghyang sirahLokasi Ujung Kulon
Penunggu Raden Kian Santang
Legenda Dalam bahasa Jawa, Sirah berarti kepala, sedangkan Sanghyang atau Sang Hyang berarti Tuhan. Sanghyang Sirah yang berada di pesisir paling Barat Pulau Jawa, dipercaya sebagai lokasi bersemayamnya petilasan Prabu Kian Santang, tokoh penyebar agama Islam di Jawa Barat yang sakti mandraguna.

Lokasi ini adalah petilasan ayahnya, Prabu Munding Wangi. Para peziarah biasanya mandi dengan air laut di tempat ini karena dianggap berkhasiat. Juga melakukan meditasi hingga berhari-hari serta membawa persembahan berupa kambing.

Mereka yang beritual bermaksud supaya keinginannya tercapai. Baik itu kekayaan atau jabatan. Ruski dan Pago, pembunuh Holly Angela Hayu Winanti pun sempat bersembunyi sembari membawa persembahan ke situs ini.

Keduanya memanjatkan doa supaya tidak tertangkap polisi. Sayang, ikhtiar mereka tak membuahkan hasil. Mereka tertangkap dan kini mendekam di penjara.

Next page top 5

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
SHARE