Wayang Orang Versi Modern Sukses Digelar

0
158

Durna dan ARJUNAWayang Orang Rock Ekalaya, wayang orang versi modern.

Membosankan, lama, dan tidak memahami inti cerita adalah hal yang biasa dikeluhkan anak muda saat menonton pementasan wayang orang. Namun hal tersebut tak berlaku untuk pertunjukan Wayang Orang Rock Ekalaya [WORE] yang digelar di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Sabtu [15/03]. Mengangkat lakon Bambang Ekalaya, pertunjukan wayang berbalut musik rock ini sukses memukau penontonnya.

Gelaran yang dimulai pukul 20.15 wib ini mengisahkan keinginan Ekalaya [Stevie Item], ksatria dari Paranggelung yang haus menimba ilmu bermain gitar. Ia berharap bisa menjadi murid Durna [Jikun /rif] dari Hastinapura yang dikenal memiliki kesaktian bergitar luar biasa.

Keinginan Ekalaya didukung sang istri, Aggraeni [Sophia Müller]. Namun keinginannya tak terlaksana. Ekalaya pun berlatih seorang diri dan mendapatkan ilmu yang menyamai Arjuna [Otong Koil] murid kesayangan Durna. Namun karena itulah pertempuran tak terhindarkan di antara Arjuna dan Ekalaya.

Begitulah inti cerita yang dipentaskan WORE. Tapi apakah pertunjukan tersebut terlihat kaku? Beralur lambat, menggunakan baju tradisional dan musik gamelan murni? Itulah perbedaannya. Dalam pertunjukan ini, pemain mengenakan wardrobe yang lebih modern. Tata properti juga dibuat lebih modern. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari diiringi musik rock yang mengalun bareng dengan musik gamelan.

Di luar itu, pertunjukan yang berlangsung selama dua jam itu diselipi humor-humor segar, sehingga mengusir bosan dan kantuk penontonnya. Celetukkan pemain juga tak lepas dari isu-isu terbaru sehingga bisa dicerna dengan mudah oleh penonton. [Lihat foto lengkap Wayang Orang Rock di tautan ini]

Lagu-lagu yang dinyanyikan juga popular, berasal dari grup band dalam dan luar negeri, antara lain “Stairway To Heaven” milik Led Zeppelin, “For Whom The Bell Tolls”-nya Metallica, “From Me To You” karya The Beatles. Sedangkan lagu dalam negeri di antaranya adalah “Radja” dipopulerkan /rif, “Pertempuran Hati” dipopulerjan Netral, “24 Lewat” yang dipopulerkan The Brandals dan “Aku Rindu” oleh Koil.

Gimmick-gimmick lucu pun bertebaran selama pertunjukan berlangsung. Misalkan saja kebiasaan memberi salam yang diubah menggunakan kata “Uyeah” sambil mengacungkan tangan yang membentuk simbol metal devil horn. Atau saat momen pertempuran terjadi, latar panggung berubah menjadi visul permainan Guitar Hero.

Dan yang menggelitik penonton ketika babak final pertempuran terjadi. Setelah bertarung memainkan beberapa lagu rock, justru di babak final Arjuna dan Ekalaya bertarung memainkan lagu JKT48 yang berjudul “Heavy Rotation”.

Pertunjukan ini terbilang sukses. Happy Salma yang duduk di kursi produser dan Ari Dagienkz sebagai sutradara terlihat sumringah saat ditemui usai pertunjukan berlangsung.

Keduanya lega karena rencana yang sudah dipersiapkan sejak lama itu bisa terlaksana juga. Saat ditanya apakah acara ini akan digelar kembali di kota lain seperti pertunjukan Happy Salma sebelumnya, Happy hanya menjawab semua tergantung dari para pemain.

Happy merasa pertunjukan ini adalah bagian dari perwujudan cinta pada warisan budaya Indonesia. Akan sangat menyenangkan jika memang bisa membawa pertunjukan seperti ini di banyak tempat. Namun semua kembali pada para pemain. Dan saat Stevie sebagai tokoh utama ditanyakan apakah siap jika melakukan tur, jawabannya pun membuat orang-orang di ruangan tersebut tertawa. “Kalau yang ngajak lebih cantik dari Happy Salma baru saya mau,” ujar Stevie sambil tertawa. Apakah pertunjukan ini akan digelar kembali? Kita tunggu bersama kelanjutannya. Salam budaya! « [teks @nandiyanti | foto @gregbimz]

SHARE