Wayang Orang Versi Modern

0
469

Ketika cerita wayang dimainkan musisi rocker.

Durna dan ARJUNARaja Paranggelung Bambang Ekalaya [Stevie Item] haus akan menimba ilmu bermain gitar. Ia berharap dapat menjadi murid Durna [Jikun /Rif] dari Hastinapura yang dikenal memiliki kesaktian bergitar luar biasa. Keinginan Ekalaya pun didukung sang istri, Anggraeni [Sophia Muller].

Ekalaya tak membuang waktu, ia pun menghampiri Durna di Hastinapura. Namun sayangnya, Durna menolak Ekalaya meski ia tahu si pemohon ini memiliki bakat luar biasa.

Alasan Durna menolak karena janjinya dengan Bisma, bahwa ia hanya diperbolehkan mengajar para Pandawa dan Kurawa.

Tidak hanya karena terikat janji dengan Bisma, Durna ternyata juga tak menginginkan jika suatu hari nanti Ekalaya mengalahkan Arjuna [Otong Koil], murid kesayangannya. Arjuna baru saja dihadiahi gitar pusaka Gandewa pemberian Btara Indra. Hanya orang-orang berilmu tinggi yang mampu memainkannya.

Dengan rasa sedih, Ekalaya kembai ke Paranggelung. Anggraeni tak tahan melihat suaminya menghabiskan hari dengan rasa kecewa yang besar. Namun tiba-tiba, Ekalaya bangkit dan membuat patung perwujudan Durna.

Angraeni Ekalaya dan ArjunaIa menganggap patung itu adalah Durna secara nyata yang mengajarkannya ilmu. Keajaiban pun terjadi. Kesungguhan Ekalaya dilihat oleh Btara Dewa, dan Btara Dewa menganggap Durna tidak adil menolak Ekalaya. Seharusnya seorang guru tidak boleh menolak siapapun yang ingin menimba ilmu.

Btara Dewa tinggal di dalam patung Durna dan membantu memperdalam ilmu gitar Ekalaya. Ilmu Ekalaya bertambah sakti, menyamai ilmu Arjuna.

Sampai suatu hari, Arjuna dan Ekalaya bertemu saat berburu. Panah milik Ekalaya lebih dulu mengenai buruan Arjuna dan membuat Arjuna kagum. Mereka pun berkenalan dan Ekalaya mengajak Arjuna pulang ke Paranggelung untuk menyantap buruan tersebut bersama.

Apa yang terjadi selanjutnya? Rasa cinta pun timbul ketika Arjuna melihat kecantikan Anggraeni. Sayangnya, semua benih cinta itu hilang berganti amarah saat Arjuna melihat patung Durna di kerajaan Ekalaya. “Ini Resi Durna?” tanya Arjuna pada Ekalaya. Ekalaya membenarkannya dan mengatakan patung tersebut adalah perwujudan dari gurunya dalam bermain gitar. Tak terima mendengar penjelasan Ekalaya, Arjuna langsung pulang ke Hastinapura meminta penjelasan dari Durna.

Karena kesalahpahaman tersebut, terjadilah peperangan di antara Arjuna dan Ekalaya. Anggraeni sebagai istri tetap setia berada di sisi Ekalaya meski bahaya mengancamnya.

Ekalaya dan ArjunaSayang kekuatan Ekalaya tak sebanding dengan Arjuna. Ekalaya tewas dikalahkan Arjuna. Melihat sang suami tewas, Anggraeni pun bunuh diri menyusul sang suami.

Begitulah inti cerita yang dipentaskan Wayang Orang Rock Ekalaya. Tapi apakah pertunjukan tersebut terlihat kaku? Beralur lambat, menggunakan baju tradisional dan musik gamelan murni? Itulah perbedaannya.

Dalam pertunjukan ini pemain menggunakan pakaian yang lebih modern. Tata property juga dibuat lebih modern. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari dan diiringi oleh musik rock namun tetap dibarengi musik gamelan.

Di luar itu, pertunjukan yang berlangsung pada Sabtu [15/3] di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, selama dua jam itu diselipi oleh humor-humor yang menyegarkan, sehingga mengusir bosan dan juga kantuk penontonnya. Celetukkan pemain juga tak lepas dari isu-isu terbaru sehingga bisa dicerna dengan mudah oleh penonton.

Lagu-lagu yang dinyanyikan juga populer, berasal dari grup band dalam dan luar negeri. Beberapa lagu yang dibawakan antara lain “Stairway To Heaven” yang dipopulerkan Led Zeppelin. “For Whom The Bell Tolls” yang dibawakan Metallica. “From Me To You” dipopulerkan The Beatles, dan “Spirit Carries On” yang dipopulerkan Dream Theatre.

War Of GuitarSedangkan lagu lokal di antaranya adalah “Raja” milik /Rif, “Pertempuran Hati” dipopulerkan Netral, “24 Lewat” yang dipopulerkan oleh The Brandals dan “Aku Rindu” punya Koil. Di luar lagu-lagu bergenre rock, juga terdapat lagu bergenre lain seperti lagu milik Chrisye, Krisdayanti dan Iwa-K.

Gimik-gimik lucu pun bertebaran selama pertunjukan berlangsung. Misalkan saja kebiasaan memberi salam yang dirubah menggunakan kata “Uyeah” sambil menunjukkan tangan yang membentuk simbol metal.

Atau saat momen pertempuran terjadi, latar panggung berubah menjadi visul permainan Guitar Hero. Dan yang menggelitik penonton ketika babak final pertempuran terjadi. Setelah bertarung memainkan beberapa lagu rock, justru di babak final Arjuna dan Ekalaya bertarung memainkan lagu JKT48 yang berjudul Heavy Rotation.

Pertunjukan ini terbilang sukses. Happy Salma selaku produser dan Ari Dagienkz sebagai sutradara terlihat sumringah ditemui usai pertunjukan berlangsung.

Keduanya lega karena rencana yang sudah dipersiapkan sejak lama itu bisa terlaksana juga. Saat ditanya apakah acara ini akan digelar kembali di kota lain seperti pertunjukan Happy Salma sebelumnya, ia hanya menjawab semua tergantung dari para pemain.

Happy merasa pertunjukan ini adalah bagian dari perwujudan cinta pada warisan budaya Indonesia. Akan sangat menyenangkan jika memang bisa membawa pertunjukan seperti ini di banyak tempat, namun semua kembali pada para pemain.

Dan saat Stevie sebagai tokoh utama ditanyakan apakah siap jika melakukan tur, jawabannya pun membuat orang-orang di ruangan tersebut tertawa. “Kalau yang ngajak lebih cantik dari Happy Salma baru saya mau,” ujar Stevie sambil tertawa. Apakah pertunjukan ini akan digelar kembali? Kita tunggu bersama kelanjutannya. Salam budaya ! [teks @nandiyanti | foto @Gregbimz]

Tepie and Bonita

Riff Perform 2

Durna Skill

Burn Guitar

SHARE