Up Close and Personal Concert with Yovie and His Friends

0
100

Yovie and His Friends untuk fans-nya yang galau..

6

Dapat menyaksikan sebuah konser musisi kelas atas tentu akan menyenangkan. Apalagi jika itu konser pemusik yang diidolai dan kita dapat posisi paling depan. Wuih, berlipat-lipat ganda euphoria-nya. Tapi bagaimana jika musisi itu mendatangi bangku tempat Anda duduk, lalu menyanyi di situ? Sudah terbayang keseruannya? Itu yang dilakukan Yovie Widianto pada konsernya di Foundry 8 pekan lalu [12/3].

Konser yang diberi tajuk ‘Up Close and Personal’ ini diisi empat nama musisi kawakan yaitu Mario G, Hedi Yunus, Marcell, dan Rio Febrian. Keempat orang itu teman lama Yovie, maka ia menamakan dirinya bersama yang lain sebagai ‘Yovie and His Friends’.

“Konser kali ini sengaja saya buat lebih komunikatif dengan penonton. Saya, Mario, Hedi, Marcell, dan Rio akan melakukan pendekatan secara personal ke penonton,” ungkapnya, “kali ini pun terasa jauh lebih santai daripada konser yang biasanya.”

2

Kelima sekawan ini pun membuka konser dengan sebuah lagu lawas “Soulmate”. Kepiawaian Yovie memainkan tuts lagu-lagu romantis tak perlu lagi diragukan. Belum lagi suara merdu khas Hedi, Marcell, dan Rio yang melantunkannya. Kontan penonton –yang malam itu dipenuhi kaum hawa– hanyut terbuai sensasi konser Up Close and Personal.

Sebelum konser ini dihelat, Yovie and His Friends hanya melakukan empat kali latihan, dan selalu ada perubahan setiap kali masuk studio. “Kalau sama Yovie sih, nggak perlu heran. Setiap kali latihan, bisa berubah-ubah. Baru fix nanti kalau sudah di atas panggung. Tapi itu aja kadang masih di-improve lagi, hahahha,” kata Hedi menilai temannya. Keduanya adalah kompatriot sejak di Kahitna.

Lagu-lagu andalan mereka seperti “Mantan Terindah”, “Pastikan”, “Sebatas Mimpi”, “Indah Kuingat Dirimu”, “Bukan Untukku”, “Kini”, “Untukku”, dan “Seandainya Aku Bisa Terbang” berhasil mencabik telinga siapapun yang mendengarnya malam itu. Yovie and His Friends sukses membuat para penonton terkena serangan galau mendadak.

1

Tapi kegalauan para pennton mampu terusir tiap kali idolanya mengajak mereka bercakap-cakap dan bercanda. Yovie sejak awal memang tak ingin jika konsernya harus berjalan serius. Ia lebih menginginkan sesuatu yang mampu menghibur dan tak terlupakan.

“Musik konseptual itu masih diterima di hati orang Indonesia. Jadi nggak perlu takut untuk bikin musik seperti itu,” tuturnya, “buktinya, album Irreplaceable kami bisa terjual sebanyak lima ratus ribu,” ujar Yovie sumringah.

Ia pun menambahkan jika sebenarnya musik konseptual itu disukai, karena berbeda dengan musik yang lain. “Sejak awal musik Indonesia amatlah beragam. Jadi nggak perlu takut untuk bereksplorasi,” tutupnya.

Selama waktu satu setengah jam, Yovie and His Friends membawakan 17 lagu dan memukau ratusan penggemar yang memenuhi Foundry 8. What a irreplaceable night.. « [teks & foto @HaabibOnta]

3

4

5

SHARE