Kala The Changcuters Bicara Fashion

0
1667

“Jika ingin benar, ikutlah aturan Tuhan. Jika ingin keren, ikutilah [gaya] The Changcuters.”

The Changcuters

“Racun..racun..racun, mati laju darahku, memang kau racun..”

Yap, itu penggalan lagu dari band yang fenomenal dan terbukti menjadi racun dunia, The Changcuters. Kemunculan band yang digawangi lima personel –Tria, Qibil, Alda, Dipa, dan Erick– ini telah membangunkan kembali tren dalam hal musik dan fashion untuk pria.

Saat The Changcuters berkunjung ke Ghiboo beberapa waktu lalu, band asal Kota Kembang ini selalu sukses bikin suasana jadi ramai penuh canda dan tawa. Ada saja jawaban-jawaban yang konyol dan celetukan selama sesi wawancara. Tapi hal itu yang membuat kami tak merasa bosan saat berinteraksi dengan mereka.

Kali ini, kami tidak bertanya seputar musik, melainkan khusus tentang fashion mereka. Banyak kekhasan dari gaya berpakaian kelima pemuda ini yang kemudian jadi di tren di kalangan anak muda masa kini. From head to toe , fashion and style, semuanya menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas.

Kami membahasnya satu per satu, dimulai dari pemilihan alas kaki.

Sepatu
Grup yang  terbentuk pada 19 September 2005 ini ternyata lebih senang mengenakan sepatu ketimbang sandal. “Soalnya, kalo pakai sandal, nggak bisa masuk klub, hahaha,” kata Qibil. Menurut mereka, banyak tempat yang memosisikan sandal sebagai alas kaki non-formal, jadi mereka selalu siap siaga tampil formal. Meskipun setelan pakaiannya kasual, ke tempat-tempat formal pun masih tetap bisa masuk. The Changcuters juga menyebutkan model sepatu favorit mereka, seperti boots, loafer, dan oxford shoes.

In album

Kacamata
Untuk urusan kacamata, sepertinya telah menjadi aksesoris wajib untuk dikenakan The Changcuters. “Menurut gue sih, ini bagian dari pelengkap, seperti garnish kalau dimakanan, kayak cherry-nya ‘gitu. Ketika pake kacamata jadi merasa lengkap ‘gitu si setelannya”, jelas Tria. Kacamata yang mereka memang sudah jadi bagian dari konsep berpakaian band beraliran rock n’ roll tersebut.

Rambut
Sempat jadi tren dalam hal rambut di awal kemunculan mereka, ternyata band ini tak pernah sengaja menciptakan tren tersebut. “Mungkin aja sih bikin tren lagi, tapi ya yang secara tidak sengaja aja. Karena kalo yang disengaja-sengaja ‘gitu biasanya suka nggak jadi. Jadi ya jalanin aja,” kata Dipa, sang pembetot bass. Sebenarnya penampilan mereka memang sudah dikonsep. Jadi jika gaya rambut sampai gaya berpakaian tiba-tiba jadi tren, mereka menganggap itu sebagai hal yang baik. “Karena kalau ingin benar ikutlah aturan-aturan Tuhan, tapi kalau ingin keren ikutilah The Changcuters, itu statement kami,” tambah Qibil.

Di tahun ini band yang pernah mencoba sukses di jalur film mengaku belum ada rencana untuk mengubah gaya penampilan. Qibil sebagai bagian fashion research and development masih merasa cocok dengan tampilan mereka sekarang, hanya saja mereka akan membedakan tambahan pakaian yang dipakai seperti rompi. Satu nuansa dengan aplikasi yang berbeda-beda. “Sekarang kami mau nunjukkin The Changcuters itu ada lima orang. Kalo dulu ‘kan kayak copy paste aja si bajunya, luarannya jaket kulit. Semua pake jaket kulit. Kalo sekarang nggak, bisa beda-beda,” jelas Tria. Mereka beralasan agar para penikmat musik khususnya Changcut Rangers –sebutan untuk fans mereka– lebih mengenal bagaimana karakter masing-masing personel.

In album 3

Saat ditanya apa atau siapa yang jadi acuan fashion, mereka menjelaskan bahwa apa yang mereka pakai itu apa yang mereka dengarkan. Musik yang mereka dengarkan mencerminkan penampilan mereka. “Kalo misalnya mau lebih spesifik lagi, mungkin ke mods sama rocker sih, penggabungan gaya-gaya sub culture mods sama rocker,” tutur Qibil. Sebenarnya mods dan rocker dari tahun ’60-an selalu kontradiktif, tapi mereka mengaku bisa mengombinasikannya. Karena menurut mereka kedua musik tersebut berasal dari roots yang sama. Jadi para personel The Changcuters menyebutnya sebagai pengidentitasan diri.

Di akhir sesi wawancara, kami meminta masing-masing dari mereka untuk menggambarkan satu kata tentang fashion The Changcuters. Berikut jawaban mereka:

Erick “The Changcuters itu keren!”
Alda “The Changcuters itu cakep!”
Tria “Menurut gue shopisticated!”
Qibil “Kami itu klasik!”
Dipa “Seperti James Bond, fashion kami flamboyan!” « [teks @shintaasarass | foto @gregbimz]

SHARE