Tribute untuk Murry Koes Plus

0
647

Persembahan Indonesian Drummers untuk almarhum.

JP MILLENIX
JP Milenix

Sebulan setelah kepulangan Murry Koes Plus ke pangkuan-Nya, sebuah tribute untuknya digelar di Rolling Stone Cafe, Jakarta.

Tribut yang diprakarsai oleh komunitas Indonesian Drummer ini digunakan untuk mengenang karya-karya mendiang semasa hidup. Dan malam itu, RS Cafe meriah dengan lagu-lagu Koes plus era 60-an.

Kawasan Kemang sempat diguyur hujan ketika tribut ini dimulai. Meski begitu, guyuran itu sama sekali tidak menyurutkan antusias para undangan serta pengunjung.

Beberapa kerabat serta teman dekat almarhum datang untuk mengenang beliau, tentu dengan cara bersenang-senang. Karena, sosok alm. semasa hidup pun terkenal sebagai pribadi yang menyukai humor.

Drummer muda, JP Milenix, yang menjadi bintang tamu untuk malam itu mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam tribut bagi drummer legendaris. “Om Murry sama Koes Plus itu itu favoritnya mama, makannya aku seneng bisa main di sini,” tuturnya.

Yang muda sudah memberi penghormatan bagi sang mendiang. Otomatis yang berumur lebih tua pun tidak ingin ketinggalan. Gilang Ramadhan, drummer kawakan, juga ikut bermain pada tribut itu.

Ia memainkan lagu kenangan Murry dengan sang Istri “Tiba-tiba Ku Menangis”.

Selain penampilan dari drummer-drummer professioanal, pihak panitia juga mengadakan lelang alat musik. Semua dana yang terkumpul lalu diberikan kepada keluarga mendiang. Ada snare drum dari kayu merbabu, vinyl tua simpanan mendiang, dan alat-alat drum lainnya.

Hendi GIGI
Hendi GIGI

Sebelum Murry wafat, ia sempat berpesan kepada sang istri, Yanti Nurhayati agar selalu “lihat ke bawah, jangan ke atas. Jangan sombong”.

Yanti beserta para cucu-cucunya pun sempat diajak berjalan-berjalan. Makan bersama mereka sebulan sebelum Murry pergi. “Saya diajak bersenang-senang sama beliau sebelumnya, sama cucu-cucu juga,” kenangnya.

Acara pun berlanjut dengan tampilnya Hendi, drummer Gigi. Ia membawakan lagu populer Koes Plus “Dara Manisku” penuh tenaga beserta improvisasi. Membuat lagu itu terasa berbeda.

“Buat saya, Om Kus itu sudah seperti menjadi legenda. Gaya permainan Om Murry sama drummer-drummer lain di eranya itu beda. Ketika orang lain mainin gaya itu, Om Mury nggak ngikutin,” jelasnya.

“Kalau dilihat dari gaya permainan, Om Murry mirip sama Stewart Copeland, drummernya The Police,” puji Hendi.

Murry adalah personel Koes Plus yang bukan anggota keluarga Koeswoyo. Ia wafat di umur 64 tahun tanggal 1 Februari 2014. Beliau pun juga mencipta beberapa lagu populer Koes Plus seperti “Pelangi”, “Cubit-cubitan”, dan “Bujangan”.

Murry yang memiliki nama lengkap Kasmurry sudah tutup usia. Namun, karyanya masih tetap hidup dan didengarkan hingga sekarang. [teks @HaabibOnta | foto @gregbimz]

Bens Leo secara cimbolis kepada Ibunda Kasmurry Berfoto Bersama Menonton Dokumenter Kasmurry Rico and Friends Barang yg dilelang

Gilang Ramadhan menggila

SHARE