Album Teranyar GIGI Live at Abbey

0
330

GIGI menggunakan studio yang sama dengan The Beatles.

gigi 6Berawal dari  gurauan untuk membuat band bernama “Orang Utan”, lahirlah GIGI. Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy berhasil mengasuh GIGI hingga berumur 20 tahun. Ketika banyak musisi lain yang terbang-tenggelam hanya dalam sekejap mata, GIGI tetap konsisten dengan performanya.

Sabtu malam kemarin, di Umaniara De Brawijaya, GIGI merayakan ulangtahun ke-20-nya terhitung sejak kemunculan mereka lewat album perdana Angan.

Perayaan ulangtahun ini juga dijadikan sebagai ajang album teranyar mereka GIGI Live at Abbey. Album yang dibuat langsung di studio legendaris tempat rekaman The Beatles, Abbey Road Studio.

Abbey Road Studio dipilih karena nilai historis yang dipunyainya. Thomas mengungkapkan jika dirinya secara pribadi memang sudah sejak lama ingin merasakan atmosfer bermain di studio itu. “Katanya tahun ini studio bersejarah itu mau ditutup. Jadi ya sebelum ditutup, kami juga mau main di situ,” ujar Thomas.

Album ini pun merupakan album ke-20 mereka selama menginjakkan kaki di dunia musik dalam negeri. Sesuai dengan judulnya, Armand cs merekam secara langsung perform mereka di studio itu. Tanpa ada proses dubbing sama sekali seperti album sebelumnya. “Album ini beda banget sama album lainnya,” ungkap Armand.

gigi 4GIGI tak me-remake lagu-lagu populer seperti “Perdamaian” atau memainkan lagu lama mereka. Namun, untuk pertama kali di album mereka Armand, Budjana, Thomas, dan Hendi membawakan lagu-lagu ciptaan orang lain. Hal ini dilakukan sebagai penyegaran dan ingin lebih dekat ke musisi lain. Di album ini juga proses mixing dilakukan orang asing.

Pada lagu berjudul “Di Meja Ini” liriknya dibuat Erros S07 sementara chord musiknya oleh Budjana. “Awalnya kami sempat bingung pas Si Bud nyodorin chord lagu, ‘Ini opo toh Bud?’,” ungkap Armand.

Tapi lewat proses diskusi, akhirnya terciptalah sebuah lagu romantis yang bercerita tentang seseorang yang ditinggalkan. Dan ia selalu kembali ke meja tempat ia berpisah. Petikan-petikan yang syahdu menjadi corak khas milik Budjana.

GIGI menawarkan sembilan lagu pada album GIGI Live at Abbey. Mulanya sepuluh, namun karena lagu kesepuluh belum matang dirampungkan, mereka menyimpannya untuk kemudian hari.

gigi 5Demi album ke-20 ini mereka juga berlatih rutin selama dua bulan. Karena direkam secara live, Armand dkk juga tidak ingin terlalu banyak kesalahan. Naas, ketika tiba di London seperangkat snare drums milik Hendi menghilang. Begitu, juga pakaian milik Thomas yang sudah disiapkan raib bersama kopernya.

Kendala kecil itu, tidak menjadi soal. Album GIGI Live At Abbey pun akhirnya rampung dikerjakan. Dan, GIGIKita [sebutan untuk fan base GIGI] menjadi orang-orang pertama yang mendengarkan lagu baru mereka secara live saat perayaan ulangtahun GIGI.

Selayaknya sebuah pesta, semua orang yang hadir datang dengan pakaian formal. Semua larut dalam dawai petikan gitar Budjana. Ikut berjingkrak-jingkrak seperti Armand. Sibuk memfoto Hendi yang di belakang. Atau justru asyik memperhatikan Thomas yang membetot-betot bass-nya.

Awalnya, GIGI bersama manajemen sudah menyiapkan pagelaran konser seperti saat ulangtahun ke-17 di Istora Senayan tiga tahun lalu. Namun, Mabes Polri melarang segala kegiatan ramai-ramai di Senayan –karena dianggap masuk wilayah Ring 1. Nyatanya, ada sebuah konser lain yang dihelat pada 22 Maret, tanggal yang juga diminta oleh GIGI untuk menggelar ultah mereka.

“Kalau memang nggak boleh karena peraturan hukum, kami sih sok wae atuh. Tapi kan ini nggak. Ada kok yang konser malam ini di Senayan. Kesal saya,” tutur Armand. « [teks @HaabibOnta | foto @gregbimz]

gigi 3 gigi 2 gigi 1

SHARE