Komunikasi Berkualitas Melalui Surat

0
128

Kapan kita terakhir berkorespondensi? 

mailDi tengah gempuran gadget dan pekerjaan yang menumpuk membuat komunikasi bersama keluarga menjadi berkurang dan jadi tidak maksimal. Walaupun tinggal di satu atap yang sama, seringkali kita ‘nggak ngeh‘ dengan keadaan sekitar kita atau pun keadaan anggota keluarga kita.

Dalam hal komunikasi, peran ibu sangat dibutuhkan. Ibu diharapkan mampu menciptakan suasana komunikasi yang hangat dan menyenangkan kepada suami dan anak untuk mewujudkan keluarga harmonis dan menghadirkan kebahagiaan pada anak-anak. Oleh karena itu, kedekatan secara fisik semestinya dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Keluarga dekat secara fisik sesungguhnya memiliki kesempatan untuk memulai obrolan mendalam minimal 15 menit sehari dan melihat langsung perkembangan anak,” ujar Anna Surti Ariani, Psikologi Anak dan Keluarga.

“Bahkan ini merupakan keistimewaan yang patut disyukuri karena tidak didapat oleh keluarga yang terpisah jarak jauh secara fisik. Orangtua terpisah jarak dari anak tentunya memiliki keterbatasan keterlibatan dalam pengasuhan anak.

“Namun, pengaruh negatif terhadap perkembangan anak dapat dihindari jika keluarga, baik yang dekat atau jauh secara fisik dapat menerapkan komunikasi yang efektif sejak dini.”

Nina –panggilan akrab Anna– menambahkan, komunikasi yang kurang akan berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, hal tersebut juga akan berdampak terhadap prestasi akademis anak.

Sesibuk apapun, sebaiknya kita menyediakan waktu 15 menit untuk melakukan komunikasi secara mendalam. Namun, jika kita benar-benar tidak punya waktu, salah satu medium untuk komunikasi yang berkualitas adalah melalui surat.

“Walaupun tidak dapat menggantikan komunikasi lisan, melalui surat, anggota keluarga bisa lebih bebas mencurahkan isi hatinya yang sulit terucap. Berterus terang dengan mencurahkan perasaan terpendam bisa membuat perasaan lebih lega, seperti ungkapan terimakasih atau sayang yang terkadang sulit terucapkan secara lisan,” ujarnya.

Sebuah studi membuktikan bahwa mengekspresikan rasa sayang terhadap anggota keluarga dapat mengurangi level stres dan menurunkan kolesterol. Selain itu, detak jantung dan tekanan darah menjadi normal. Kedekatan antar-keluarga tak hanya kedekatan secara fisik saja, namun juga kedekatan secara psikologis.

Kedekatan secara psikologis dapat dilakukan dengan cara saling mengomunikasikan perasaan dan saling terbuka sesama anggota keluarga. Kedekatan secara psikologis dapat membuat hidup lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih puas dalam hidupnya.

So, ciptakan komunikasi yang maksimal dengan cara saling terbuka dan ungkapkan rasa sayang sesama keluarga melalui surat. « [teks @ratihwinanti | Ilustrasi by sxc.hu]

SHARE