Gunakan Kemampuan Masing-masing Demi Bumi

0
136

Ini aksiku, mana aksimu?

1

Ini aksiku mana aksimu? Use your power! Itulah kata-kata yang diusung WWF Indonesia dalam mengampanyekan kegiatan Earth Hour 2014. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Earth Hour tahun ini akan diselenggarakan. Secara simbolis akan dilaksanakan pada Sabtu 29 Maret 2014 dengan cara mematikan lampu dan peralatan elektronik selama satu jam pada pukul 20.30 sampai 21.30.

Tahun ini di Indonesia telah terdaftar 29 kota sebagai pendukung aktif kampanye Eart Hour selama periode Januari hingga April 2014, dan delapan kota telah menyatakan akan turut serta melakukan aksi simbolis serentak mematikan lampu pada Sabtu 29 Maret 2014.

Earth Hour merupakan gerakan global yang diikuti 154 negara yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan untuk turut peduli terhadap perubahan iklim dan dampak yang disebabkan aktivitas manusia. Dengan cara yang sederhana namun akan memberi dampak luar biasa jika dijadikan gaya hidup.

Tahun lalu, gerakan ini dilakukan secara global dan berhasil memobilisasi 2,3 milyar individu di seluruh dunia. Di Indonesia, diakui sebagai gerakan lingkungan hidup terbesar yang paling aktif menjaring partisipasi lebih dari 1,5 juta individu dan anggota komunitas dalam aksi online maupun offline.

2Nugie adalah salah satu public figure yang peduli pada keadaan lingkungan hidup ikut dalam kegiatan Earth Hour ini. “Use your power. Itu merupakan motto yang digunakan Earth Hour tahun ini. Karena memang setiap manusia dianugerahkan kemampuan oleh Tuhan, jadi ya dipergunakanlah sebaik-baiknya,” kata Nugie saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinski.

Bagaimana cara menggunakan kekuatan yang kita punya? Tak perlu hal-hal yang berat. Memelihara lingkungan sebetulnya bisa dilakukan dari hal yang paling simpel. Selama kita tahu, sadar dan mau melakukannya, banyak cara yang bisa dilakukan.

Beberapa cara yaitu, setiap orang harus sadar membawa tas sendiri untuk belanjaannya. Sehingga tak perlu lagi menggunakan tas plastik yang dapat berakibat mencemari lingkungan. Atau setiap orang seharusnya membawa tempat air minum yang bisa diisi ulang sehingga tidak memperbanyak sampah wadah air minum.

Nugie juga mengingatkan anak muda yang memiliki banyak gadget agar lebih berhemat. Setiap kali habis men-charge, jangan meninggalkan charger yang masih menempel di saklar, karena itu termasuk suatu pemborosan yang berdampak pada lingkungan.

Selain itu Nugie juga menyarankan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan lebih banyak berjalan kaki. Karena selain bisa mengurangi polusi emisi bisa juga menyehatkan fisik. Atau mulai memilih kendaraan yang ramah lingkungan seperti sepeda. “Kalau bisa mulai aktif naik sepeda. Bukan hanya sekadar hobi, bukan hanya sekadar pas car free day, tapi juga kebiasaan berkendara. Karena itu terbukti dapat mengurangi segala yang dapat merusak kealamiahan bumi,” ujar Nugie.

Satu lagi hal penting yang perlu diperhatikan adalah kesadaran membuang sampah. Bahkan menurut Nugie harus ada perubahan. Bukan lagi ‘janganlah buang sampah sembarangan’, tapi diganti menjadi ‘janganlah membuang sampah’, karena menurut Nugie ada baiknya jika sampah itu bisa di-reuse, reduce, atau recycle.

Artis cantik Pevita Pearce yang juga hadir di acara tersebut ikut bersuara. Masih berhubungan dengan sampah, menurut Pev –panggilan akrabnya– masyarakat Indonesia butuh kesadaran akan kebersihan. Kebanyakan dari warga negara Indonesia bisa menjaga kebersihan di negara orang tapi justru tidak bisa seperti itu di sini.

“Kalau ke Singapura bisa menjaga kebersihan, tapi di sini malah nggak bisa,” ujar pemain film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini. Nugie sepakat dengan Pev. Seharusnya warga Indonesia bisa memelihara kebiasaan seperti itu. Jangan karena di Singapura yang pemerintahnya memberlakukan hukuman tegas lantas kita baru mau menjaga kebersihan.

Nugie berharap bahwa semua tindakan yang merusak lingkungan di Indonesia harus ada ganjarannya. Sehingga bisa memberikan efek jera. Sayang, hingga kini hal itu belum terealisasi. Meski begitu, tidak ada salahnya mulai menjaga lingkungan mulai dari hal kecil terlebih dahulu. Mulailah menggunakan kemampuan yang kita miliki masing-masing. Ini aksiku, mana aksimu? « [teks @nandiyanti | foto dok. WWF Indonesia]

SHARE