Bangga Film Indonesia di tahun ke-64

0
141

Bangga film Indonesia di peringatan hari film nasional.

64 Tahun Film Indonesia edit

Pada 30 Maret, setiap tahunnya diperingati sebagai hari film nasional. Tahun ini, tak terasa sudah 64 tahun usia perfilman Indonesia. Sebagai tanda bangga insan perfilman tanah air, Selasa 1 April 2014, bertempat di Djakarta Theatre, Jakarta, sekumpulan insan perfilman menonton kembali film Darah dan Doa, karya Usmar Ismail.

Film ini merupakan karya yang diproduksi tahun 1950. Film ini juga dikenal sebagai Indonesia pertama yang secara resmi diproduksi oleh Indonesia sebagai sebuah negara. Dengan diputarnya film tersebut seolah membangkitkan kembali semangat untuk berkarya lebih baik lagi.

Acara peringatan tersebut dihadiri oleh insan film lintas generasi. Mulai dari artis senior seperti Connie Sutedja, Ade Irawan, Didi Petet, hingga generasi muda seperti Joe Taslim, Ario Bayu, Acha Septriasa, Cynthia Laudya Bela, Chicko Jerico dan beberapa lainnya. Bahkan acara ini juga dihadiri oleh artis muda pendatang baru seperti Chelsea Islan.

Alex Komang, sebagai Ketua Badan Perfilman Indonesia [BPI], mengatakan lewat kata sambutannya bahwa film mampu membuka tabu kemunafikan dan kebohongan. Melalui seni, seniman mengemukakan gagasan, kritik, perasaan dan impian. Pada dasarnya yg diungkapkan lewat seni adalah campuran dari berbagai perasaan, imajinasi, khayalan, impian, dorongan, naluri, pendapat yang berpusat pada nilai estetik.

Dari sanalah, Alex berharap para insan film bisa lebih kreatif lagi dalam berkarya. Mengingat usaha Usmar Ismail dahulu kala yang mampu membuat film menjadi sebuah pelajaran, sesuatu yang mengungkap kebenaran dan memberikan pengalaman yang baru bagi penontonnya.

Alex Komang edit

“Film sebagai seni maka jadi produk kebudayaan yang patut bahkan wajib dipelihara dan dperhatikan dengan sungguh-sungguh,” ujar Alex Komang menegaskan. Oleh karena itu, seniman dituntut menjaga integritasnya dan mengeksplorasi nilai estetis sebagai cara untuk mewujudkan apa yang hendak disampaikannya.

Dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu ini juga dibahas mengenai mulai membaiknya perfilman Indonesia. Hal tersebut juga menjadi motivasi tersendiri bagi mereka yang bekerja di bidang ini.

Diharapkan semakin bertambahnya usia perfilman Indonesia, semakin tumbuh juga rasa bangga akan film hasil produksi dalam negeri. seperti juga seruan yang digunakan pada malam itu, yaitu Bangga Film Indonesia.

Acara yang berlangung hingga lewat tengah malam itu juga terasa akrab dengan candaan yang dilemparkan Nirina Zubir sebagai pembawa acara. Acara selfie bak di ajang Oscar pun juga terjadi. Hanya saja di acara ini, Nirina sibuk selfie bersama dengan Julia Perez menggunakan tongkat narsisnya [tongsis].

Selain candaan para hadirin, suasana juga dihangatkan oleh penampilan dua penyanyi tanah air, yaitu Ihsan Taroreh dan juga Dira Sugandi. Keduanya tampil membawakan lagu-lagu soundtrack film-film Indonesia.

Tak ketinggalan juga, dalam acara ini film Kapal Van Der Wijck dinobatkan sebagai film terlaris tahun 2013. Hal ini juga bisa memacu insan perfilman lainnya untuk bisa bersaing secara supportif untuk membuat karya yang lebih baik lagi di kemudian hari. Semua ini diharap dapat membuat orang Indonesia akan mampu berkata bahwa semuanya Bangga Film Indonesia. [teks @nandiyanti | foto @Gregbimz]

SHARE