Musikalisasi Siti Nurbaya

0
374

Siti Nurbaya, kisah yang tidak juga usang.

1

Dalam berbagai kesempatan, kisah cinta antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri selalu diangkat. Kisah yang bermula di pesisir kota Padang itu kini sudah melegenda selama seabad. Alkisah sepasang muda mudi yang saling mencinta tapi tak pernah bisa bersama sampai ajal menjemput.

Siti Nurbaya merupakan novel buatan sastrawan melayu, Marah Rusli. Karya itu berhasil memikat banyak orang dengan kisah tragisnya. Alhasil, banyak kisah-kisah cinta yang diproduksi setelahnya terasa mirip dengan buatan Rusli. Akibat ketenarannya, novel ini sering diangkat ke ranah seni lainnya, film, mini juga teater.

Pada hari Minggu malam, kisah Siti Nurbaya kembali diangkat ke atas pentas teater oleh Denny Malik di Taman Ismail Marzuki [TIM] Jakarta. Denny Malik mempertunjukkan sebuah drama musikal untuk kisah tragis Siti Nurbaya “Kasih Tak Sampai” kepada semua orang. Bangsawan asal Sumatera Barat ini menggandeng sejumlah musisi untuk berperan dalam drama musikalnya seperti Andy/rif, Iman J-Rocks, Dewi Gita, Ariyo Wahab, Aria Samsons dan Candil. Sementara yang menjadi tokoh utamanya ialah Leona yang memerankan Siti Nurbaya dan Arro yang menjadi Samsul Bahri.

Melalui tangan dingin Denny Malik, kisah usang Siti Nurbaya dipoles menjadi begitu modern. Tata cahaya yang apik, audio sound yang jernih, ditambah pertunjukan ilusi membuat suasana kian semarak. Emosi penonton berhasil ia ombang ambingkan. Itu terbukti dari riuh rendah suasana dalam ruangan Teater Besar TIM. Sesekali gelak tawa muncul melihat aksi kocak Candil yang memerankan Sutan Hamzah. Dan ketika scene berganti, tawa itu menghilang menjadi sepi akibat muak melihat kepicikan Datuk Maringgih yang diperankan oleh Andy/rif. Kami semua dibuat takjub oleh pertunjukan ilusi yang sudah disiapkan Damian, ketika jasad Nurbaya hilang sekelebat.

2

Secara keseluruhan tak begitu banyak jalan cerita yang diubah oleh Denny Malik pada pertunjukan drama musikalnya. Cerita bermula di Padang ketika Siti Nurbaya dan Samsul Bahri mengikat tali kasihnya semasa duduk di bangku sekolah. Sayang, Samsul harus melanjutkan sekolah ke Jakarta atas permintaan orang tuanya Sutan Mahmud [Iman J-Rocks] dan Siti Maryam [dewi Gita]. Dari sinilah kisah tragis itu dimulai. Sutan Hamzah serta Rubiah merasa iri akibat kekayaan yang dimiliki oleh kedua orang tua Siti Nurbaya dan Samsul Bahri. Mereka pun bersengkokol untuk menjatuhkan keduanya dengan cara menghasut bangsawan paling ternama se-tanah Melayu, Datuk Maringgih.

Toko-toko tempat usaha orang tua Siti Nurbaya, Baginda Sulaiman [Ario Wahab] habis dibakar oleh pendekar-pendekar Datuk Maringgih. Alhasil ia jatuh miskin dan terlilit hutang yang banyak oleh Datuk. Jika ia tidak mau dipenjara, Baginda Sulaiman harus rela Siti Nurbaya dinikahkan oleh Datuk Maringgih. Nurbaya yang tidak tega melihat ayahnya jika harus dipenjara, bersedia dinikahai sebagai bukti pengabdiannya kepada orang tua. Kehidupan yang miris pun mulai dijalani oleh Nur hingga ajal menjemput.

Lewat drama teatrikalnya, aktor sekaligus koreografer Denny Malik menyisipkan beberapa dialog yang menunjukan keberatannya akan sistem pernikahan di Padang. Pihak perempuan haruslah memiliki mahar yang berlimpah jika ingin ‘membeli’ lelaki untuk menjadi calon suaminya. Juga sistem perjodohan yang masih berlangsung hingga sekarang. Dalam kehidupan nyata sang sastrawan, Marah Rusli pun menikah karena dijodohkan oleh orang tuanya. Padahal ia ingin menikahi seorang gadis berdarah Sunda. Tapi itu ditentang karena melanggar adat. Hampir mirip dengan kisah yang ia tulis sendiri bukan? « [teks @HaabibOnta | foto dok. image dynamics]

3

4

6

SHARE